
"Tuan Alex" seru Sam dengan langkah mendekat dan menatap pada orang yang menggendong Sky.
"Tuan Samuel" Alex menatap terkejut pada orang yang akan jadi rekan bisnisnya. "Kau mengenal anak ini?" tanya Alex menatap pada Sky yang masih di gendongannya.
"Dad..dady" seru Sky meminta turun dari gendongan Alex. dengan terpaksa Alex menurunkan Sky dari gendongannya.
"Dia putraku" Sam langsung mengangkat Sky dan mencium pipi anak itu dengan gemas.
"Kau sangat beruntung mempunyai anak yang sangat tampan dan lucu" ujar Alex dengan senyum getir di bibirnya, entah mengapa ada perasaan cemburu di hatinya melihat keakraban antara ayah dan anak yang ada di hadapannya.
"Ya, kau benar aku sangat beruntung" Sam mencium kembali pipi Sky yang gembul. "Tuan Alex saya mohon maaf acara pertemuan kita tertunda, karena anakku sedang demam" ujar Sam menerangkan pada Alex.
"Tidak apa apa, kita bisa mengatur ulang jadwalnya. lagi pula anakmu memang harus mendapatkan prioritas utama, tadi aku pegang badannya sangat panas" Alex mengusap rambut Sky dengan penuh kasih.
"Terima kasih atas pengertian anda tuan" Sam benar benar tidak menyangka tuan Alex akan bersikap sangat baik. karena dari apa yang dia dengar, tuan Alex merupakan sosok yang kejam dan berhati dingin.
"Tuan, kita harus memeriksa keadaanmu" bisik Jo mengingatkan tuan nya. yang dijawab anggukan kepala oleh Alex.
"Baiklah tuan Sam aku harus pergi" ucap Alex mengulurkan tangan kepada Samuel.
"Sekali lagi terima kasih tuan" Sam menjabat uluran tangan dari tuan Alex.
"Dan kau little boy, aku janji akan membelikan mobil mobilan untuk mu. dan akan ku titipkan pada Daddy mu" ujar Alex mengelus pipi gembul Sky.
"Telima kacih om" jawab Sky dengan cadel. membuat Alex tertawa, tawa yang sudah lama tidak ia rasakan semenjak kepergian Clara dan anak yang dikandungnya.
"Rupanya kau bisa berbicara bahasa " ucap Alex.
"Ohh, baiklah aku permisi" Alex pun berjalan menjauh dari tempat Sam berdiri.
Sementara Jo sempat menengok kebelakang menatap wajah Sky yang ia rasa sangat mirip dengan wajah tuannya. "Apa mungkin dia?" gumam Jo dengan wajah binggung.
"Sky" teriak Clara saat melihat anaknya di gendong oleh Sam. dengan berlari Clara mendekat ke arah Sam dan langsung memeluk putranya dengan menangis.
"Ara kenapa kau menangis?" tanya Sam.
"Sky, a..aku kira aku akan kehilangannya" ujar Clara terbata bata masih dengan tangisnya.
"Hey, sudahlah." Sam mengelus rambut wanita yang dicintainya itu.
"Sky, jangan pernah lakukan itu lagi!" pekik Clara pada putranya.
"I'm corry mom" ujar Sky dengan wajah polosnya. membuat Clara langsung memeluk tubuh mungil malaikat hatinya.
"Sudahlah Ara, lebih baik kita pulang. kasihan Sky, tubuhnya masih panas" ujar Sam menyudahi kesedihan Clara.
Clara pun menganggukan kepalanya dan bersama Sam mereka pun meninggalkan Rumah Sakit.
Di dalam ruangan pemeriksaan. "Tuan, apa kau tidak merasa anak tuan Samuel begitu mirip dengan anda" tanya Jo ketika tuannya sudah selesai diperiksa.
"Kau itu bercanda ya" jawab Alex dengan senyum di wajahnya. "Kenapa aku juga merasa anak itu mirip denganku"gumam Alex dengan tertawa kecil.
Jo yang melihat senyum dan tawa dari wajah tuannya merasa sangat bahagia, karena sudah tiga tahun lebih, tuannya tidak pernah tersenyum apalagi tertawa.