
"Bagaimana Sky?" tanya Sam saat Clara keluar dari kamar Sky.
"Panas nya sudah turun" jawab Clara langsung duduk di samping Sam.
"Syukurlah, aku senang mendengarnya" ucap Samuel.
"Sam, tidak seharusnya kau membatalkan acara pertemuanmu hanya untuk menengok keadaan Sky" ujar Clara yang terdengar lirih.
Clara benar benar merasa tidak enak pada Sam, karena dirinya dan Sky sudah membuat Sam membatalkan acara yang sangat penting bagi perusahaannya.
"Dengar Ara, bagiku Sky sudah seperti putraku sendiri" Ujar Sam tersenyum pada wanita yang dicintainya itu.
"Sam, kau jangan terlalu baik padaku. karena aku takut tidak bisa membalas semua kebaikanmu" lirih Clara dengan menundukan kepala.
"Aku melakukan semua itu tulus, dan tidak pernah meminta balasan darimu" ucap Sam masih dengan senyuman di wajahnya.
"Oh ya Dimas menitipkan salam untukmu, kemarin dia menghubungiku hanya ingin mengatakan bahwa dirinya sudah putus dengan kekasihnya." Sam berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.
"Dimas itu" ucap Clara. "Sudah berapa puluh kali dirinya berganti wanita?" Clara tersenyum mengingat sahabat baiknya itu.
Clara begitu merindukan Dimas sahabat baiknya, jika bukan karena Dimas yang membantunya. tidak mungkin dirinya bisa berada di negara ini, hidup tenang bersama putranya.
Setelah selesai mengobrol Sam pun berpamitan pulang, sebelum pulang Sam memberikan perintah pada Clara untuk segera menghubunginya jika terjadi sesuatu pada Sky.
"Betapa beruntungnya wanita yang kelak akan menjadi istrimu, aku selalu mendoakanmu agar kau mendapatkan wanita baik yang akan menjaga dan mencintaimu setulus hati" gumam Clara menatap mobil Sam yang sudah meninggalkan pekarangan mansionnya.
Keesokan hari nya, Sam yang sedang sibuk mengurus kembali proposal perjanjian perusahaan nya dengan perusahaan milik Alex dikejutkan dengan kedatangan Clara di ruangannya.
"Ara, kenapa kau kemari?" tanya Sam dengan wajah yang terkejut. "Seharusnya kau mengurus Sky yang sedang sakit" ujar Sam.
"Tapi Ara"
"Sam, anakku sudah tidak apa apa. aku juga sudah menitip pesen pada Nanny nya. kalau ada apa apa harus cepat menghubungiku" ujar Clara yang dijawab anggukan kepala oleh Sam.
"Jam berapa rapatnya?" tanya Clara.
Belum sempat dijawab oleh Sam, mereka dikejutkan dengan kedatangan Sofie. karyawati yang bertugas menggantikan Clara.
"Sir, your guest has arrived" ujar Sofie.
"Sofie, kau kembali ketempatmu. karena Clara sudah ada disini" perintah Sam.
"Oke, Sir" jawab sofie tersenyum pada atasannya dan juga Clara teman kerja sekaligus teman baiknya.
Sam dan Clara pun segera memasuki ruangan rapat, untuk bertemu dengan calon rekan bisnis perusahaan Traxit. Clara yang berjalan di belakang Sam terus mengikuti langkah atasannya itu.
"Selamat datang di perusahaan kami Tuan Alex" ujar Samuel.
"Tuan Alex" gumam Clara yang masih berada di belakang Sam dengan kaki yang mulai bergetar.
"Silahkan duduk" ucap Sam pada Tuan Alex.
Sam pun langsung duduk di hadapan Tuan Alex membuat Clara dapat melihat sosok yang dipanggil Tuan Alex yang kini ada dihadapannya.
Dengan wajah yang terkejut Clara menatap wajah pria yang ada di hadapannya, wajah yang terlihat sangat dingin yang juga menatap dirinya dengan tajam.
"Alex" gumam Clara dalam hati tersenyum pada pria yang masih menatap dirinya dengan tajam. betapa Clara begitu merindukan sosok yang sangat dicintainya itu sekaligus sosok yang sering melukai hatinya.