
"Drt...drt.." Jo mengambil ponselnya yang berdering dan segera mengangkatnya. setelah selesai berbicara Jo langsung menutup ponselnya.
"Tuan, tadi telepon dari perusahan Traxit yang membatalkan acara pertemuan hari ini. dan meminta dijadwalkan ulang" ucap Jo.
"What...? mereka pikir mereka itu siapa" teriak Alex dengan suara yang tinggi. "Seenaknya saja membatalkan pertemuan hari ini" ujar Alex masih dengan suara yang berat. "Kita batalkan saja kerjasama nya, aku tidak suka dengan orang yang membatalkan pertemuan dengan seenak nya" wajah Alex yang dari awal sudah terlihat merah kini semakin memerah karena emosi yang memuncak.
"Alasan mereka membatalkan kerja sama nya, karena anak dari tuan Sam masuk rumah sakit." ucap Jo membuat Alex terdiam.
"Perutku" pekik Alex yang merintih kesakitan.
"Tuan kau kenapa?" Jo sangat khawatir dengan keadaan tuanya itu. lalu menyuruh Pak supir untuk membawa mereka ke rumah sakit terdekat.
Clara yang sudah membawa Sky ke rumah sakit, menatap pada putranya yang sedang diperiksa oleh Dokter.
"Your child has a fever because of the flu he is suffering from (anak anda demam karena flu yang di derita nya)" ujar Dokter anak yang memeriksa Sky. Clara hanya terdiam mendengarkan penjelasan dari dokter.
"Your child should drink more water and rest. I will prescribe medicine for your son(anak anda harus lebih banyak minum air putih dan beristirahat. aku akan memberikan resep obat untuk putra anda)" Dokter anak tersebut langsung menulis diatas kertas.
"But my son is fine right doc (tapi anakku baik baik saja kan Dok)?" tanya Clara.
"Your child is fine( anak anda baik baik saja)" ucap dokter tersebut.
Setelah menerima resep dari Dokter, Clara langsung berjalan menuju tempat pengambilan obat.
"Kau di mana?" tanya Sam melalui sambungan telepon nya.
"Aku di tempat pengambilan obat" jawab Clara yang sedang duduk menunggu sambil menatap Sky yang sedang bermain dengan mobil mobilan nya yang dia bawa agar anaknya tidak rewel.
Clara langsung berjalan untuk mengambil obat putra nya. dan mendengarkan semua arahan takaran obat untuk putra nya. saat Clara berbalik untuk mengambil Sky, alangkah terkejutnya Clara tidak melihat Sky yang tadi berada di tempat duduk dengannya.
"Sky" teriak Clara dengan wajah paniknya, berusaha bertanya pada orang orang di sekitar tempat duduk tadi dan bertanya pada perawat yang lewat.
Di tempat lain, Sky yang memainkan mobil mobilan nya berusaha mengambil mainanan nya yang berjalan kearah depan lift. Alex yang berjalan keluar dari pintu lift tidak sengaja menginjak mobil mobilan Sky. dan menatap pada sosok anak kecil yang berdiri di hadapan nya dengan wajah yang menagis.
"My car" tangis Sky saat melihat mobil mobilan nya diinjak oleh orang.
Alex langsung mengambil mobil mobilan itu dan menghampiri Sky yang sedang menangis, dengan menundukan tubuh nya. Alex menatap pada anak kecil laki laki yang ada di depan nya, saat melihat wajah anak itu hati Alex bergetar. wajah nya mengingatkan dirinya pada seseorang. di tatapnya mata biru milik anak kecil tersebut yang sama persis dengan waran matanya.
"This is your car(ini mobil mobilan mu)?" tanya Alex masih dengan menatap anak kecil didepan nya. Sky yang menangis tidak menjawab pertanyaan Alex.
"What is your name(siapa nama mu)?" tanya Alex mencoba menenangkan.
"S..ky" jawab Sky dengan suara yang cadel.
"Sky, nama yang bagus" ujar Alex. " I'm sorry for stepping on your car (aku minta maaf karena menginjak mobil mobilan mu)" Alex mengusap rambut Sky dengan sangat lembut.
"I promise I will change your car(aku janji aku akan mengganti mobil mobilan mu)" ucap Alex kembali dengan mengendong Sky.
Jo yang melihat sikap tuan nya yang berubah 180 derajat merasa senang, sudah lama Jo tidak melihat tuan nya itu bersikap hangat seperti sekarang ini.
"Sky" teriak seseorang, membuat Alex dan Jo langsung menatap ke arah belakang dengan wajah yang terkejut.