
Akhirnya bus pun berhenti di halte tujuan Rion pun turun di halte dekat sekolah adiknya yang tidak jauh dari rumahnya. Teman-teman Rion sudah pulang duluan, dengan turun dari bus dengan tempat tujuan turun masing-masing dan pamit pada Rion. Rumah Rion lah yang jadi tujuan terakhir bus tersebut.
Setelah Rion turun dari bus dia segera lanjut berjalan pulang, sepanjang perjalanan yang Rion lewati banyak sekali penjual makanan di pinggir jalan. Rion berpikir dia ingin membelikan makanan untuk ibu dan adiknya.
Rion pun melihat-lihat penjual makanan di pinggir jalan tersebut dan berpikir makanan yang cocok untuk ibu dan adiknya.
Rion pulang dari toko buku sore menjelang malam maka dari itu, Rion berpikir mungkin ibu dan adiknya pasti belum makan dan sekarang belum waktunya makan malam, Rion pun berinisiatif membelikan makanan untuk ibu dan adiknya sebagai makan malam.
Setelah melihat-lihat berbagai jajanan makanan yang dilihat di pinggir jalan , akhirnya Rion memutuskan makanan yang akan di belinya yaitu nasi goreng. Lalu akhirnya Rion pun memutuskan untuk pergi ke abang nasi goreng.
"Abang beli nasi goreng nya dong 3 bungkus pake telor". Kata Rion kepada abang nasi goreng.
"Baik dik, coba tunggu sebentar ya". Kata abang nasi goreng tersebut.
Sambil menunggu abang nasi goreng, Rion pun duduk di kursi yang sudah disediakan tersebut.
Sambil duduk Rion mengamati ponselnya, yang hanya ponsel biasa tidak secanggih teman-temannya, ponsel Rion memang ponsel yang sama dengan temannya tapi berbeda tipe dan kapasita penyimpanannya juga harganya terjangkau cukup murah. Dia tidak muluk-muluk membeli ponsel yang lagi trend, dia cuman perlu ponsel yang bisa kirim pesan dengan temannya atau guru dan juga group sekolah. Ketika melihat ponsel nya dia melihat banyak notifikasi di aplikasi WhatsApp nya dan ternyata itu pesan dari group chat kelasnya yang sedang membahas tugas mencari buku yang tadi dia beli bersama teman-temannya di toko buku. Lalu dia pun membuka status WhatsApp nya banyak postingan status dari teman di kelasnya, sekolah, dan guru. Akhirnya pesanan Rion pun tiba dan Rion pun membayar pesanan nasi goreng tersebut lalu berlalu pergi.
Di perjalanan menuju rumahnya yang sepi tanpa sadar ada seorang pengendara motor yang ngebut dengan setelan jaket hitam helm hitam tertutup dan sarung tangan hitam, pengendara motor tersebut hampir menyerempet Rion untung Rion menghindar.
"Hei, hati-hati dong". Kata Rion sambil berteriak.
Pengendara motor tersebut terus melaju tanpa melihat ke arah Rion. Lalu Rion pun melanjutkan perjalanannya. Di kejauhan ada seorang bapak-bapak sedang berlari mengejar sesuatu sambil berteriak.
"Begal-begal". Kata bapak tersebut sambil berlari.
Lalu Rion pun menghampiri bapak tersebut.
"Maaf pak ada apa?". Tanya Rion pada bapak tersebut.
"Anu dik motor saya di begal, ade lihat tidak". Kata bapak tersebut bertanya pada Rion.
Rion teringat dengan pengendara motor tersebut yang tadi ngebut dan hampir menyenggolnya.
"Bapak maaf apa pengendara motor ini ciri-cirinya pakai jaket hitam, helm hitam yang ditutup dan sarung tangan hitam, lalu plat nomor motornya D 123456 !". Kata Rion bertanya pada bapak tersebut sambil mengingat-ingat pengendara motor yang tadi dilihatnya.
"Betul dik, ade tahu, itu motor saya dik saya barusan di begal pas saya pulang kerja, saya di begal tadi di jalan situ dik, karena jalanan disitu gelap dan jarang ada orang yang lewat". Kata bapak tersebut dengan sedih.
"Kalau begitu biar saya bantu cari ya pak, sepertinya belum jauh pak soalnya saya tahu jalan sekitar sini pak, bapak istirahat saja dulu, biar saya yang cari motor bapak". Kata Rion.
"Yang bener dik, terimakasih ya dik, adik baik sekali". Kata bapak tersebut terharu.
"Sama-sama pak, kita kan harus saling tolong-menolong pak, ya sudah keburu dia makin jauh dan keluar dari daerah sini lebih baik saya cepat cari ya pak". Kata Rion.
"Baik dik, hati-hati ya". Kata bapak tersebut.
"Iya pak terimakasih". Kata Rion sambil berlari dan melambaikan tangannya.
Akhirnya Rion pun berlari dan mencari pengendara motor tersebut.
Sambil terus mencari ke jalan awal dia bertemu pengendara motor tersebut.
"Dimana ya, sudah berkeliling tapi belum ketemu, kalau gk ketemu kasihan bapaknya ?". Tanya Rion dalam hati sambil berlari membawa nasi gorengnya.
Ketika Rion berlari kebetulan ada tukang ojek lewat.
"Bang berhenti bang, saya mau naik". Kata Rion menghentikan ojek tersebut.
"Boleh adik mau kemana!". Tanya tukang ojek tersebut.
"Tolong saya bang, saya mau ngejar begal". Kata Rion.
"Begal, boleh adik begal nya ke arah mana?". Tanya tukang ojek tersebut.
"Kita cari saja pak, soalnya begal itu tadi mencuri motor seorang bapak kasihan pak". Kata Rion
"Kalau begitu ayo naik adik jangan lupa ini pakai helm nya". Kata tukang ojek tersebut sambil memberikan helm kepada Rion untuk dipakai.
Akhirnya Rion pun menaiki ojek tersebut dan melaju dengan tukang ojek tersebut untuk mencari begal tersebut. Rion dan tukang ojek tersebut mencari begal tersebut dan menanyakan pada setiap orang yang lewat.
Setelah hampir beberapa jam mereka berputar-putar dan menanyakan kepada setiap orang yang lewat. Akhirnya mereka pun menemukan motor begal tersebut. Dan kebetulan begal tersebut terjatuh karena kena lubang.
"Pak itu pak motornya". Kata Rion.
Pada saat akan bangun dari jatuhnya begal tersebut mendengar suara Rion dan melirik ke arah suara tersebut, lalu begal tersebut pun buru-buru menyalakan motornya dan melaju pergi.
Rion dan tukang ojek itu pun berusaha mengejar begal tersebut.
"Berhenti woi berhenti kembalikan motornya". Kata Rion berteriak.
Begal itu pun terus melaju kencang. Rion yang sudah kesal pun akhirnya mengeluarkan kekuatannya melalui tangannya dengan diam-diam dan menembakinya ke arah tangan begal tersebut agar lepas kendali, dan usahanya pun berhasil tangan begal tersebut terkena sengatan listrik Rion dan akhirnya terjatuh. Dan akhirnya Rion dan tukang ojek itu pun berhasil menangkap begal tersebut, lalu tukang ojek tersebut segera menelepon polisi dan tidak berapa lama polisi pun datang.
"Terimakasih ya kalian sudah menangkap begal tersebut". Kata pak polisi tersebut kepada Rion dan tukang ojek tersebut.
"Sama-sama pak". Kata Rion dan tukang ojek bersamaan.
Akhirnya polisi itu pun pergi. Dan akhirnya Rion dan tukang ojek itu pun mengembalikan motor tersebut pada bapak tersebut.
"Terimakasih dik sudah membantu bapak". Kata bapak tersebut sambil menangis terharu.
"Sama-sama pak, tapi saya tidak sendiri karena saya di tolong juga oleh abang ojek ini". Kata Rion sambil menunjuk tukang ojek yang ada di sampingnya.
"Begitu ya terimakasih banyak ya bang ojek sudah mau membantu saya ". Kata bapak tersebut.
"Iya pak sama-sama". Kata tukang ojek tersebut.
"Oh, iya bang ojek ini ongkosnya". Kata Rion sambil menyerahkan uang kepada tukang ojek tersebut.
"Dik biar saya yang bayar anggap aja sebagai ucapan terimakasih, uang kamu simpan saja buat bekal sekolahmu besok". Kata bapak tersebut sambil menyerahkan beberapa lembar uang kepada tukang ojek tersebut.
"Tidak usah merepotkan pak saya ikhlas bantu bapak". Kata Rion.
"Tidak usah sungkan, justru saya yang harus berterimakasih ade sudah mau membantu mencari motor saya, dan motor saha bisa kembali". Kata bapak tersebut.
"Sama-sama pak". Kata Rion.
Akhirnya bapak tersebut membayar ongkos ojek Rion kepada tukang ojek tersebut.
"Terimakasih banyak pak, tapi ini kelebihan pak uangnya banyak sekali". Kata tukang ojek tersebut.
"Tidak apa-apa justru saya sengaja, sebagian lagi ambil saja untuk kamu karena kamu sudah mau membantu saya dan dik Rion ". Kata bapak tersebut kepada tukang ojek.
"Wah terimakasih banyak ya pak". Kata tukang ojek itu senang.
Akhirnya bapak ojek itu pun pamit dan segera berlalu pergi.
"Hati-hati pak" .Kata Rion.
Bapak itu pun membalas seruan Rion dengan lambaian tangan.
"Ya udah dik saya juga pamit dulu ya, hati-hati adik pulangnya". Kata tukang ojek tersebut kepada Rion sambil menyalakan motornya.
"iya pak makasih ya pak sudah mau bantu saya hari ini". Kata Rion.
"Sama-sama adik saya pamit dulu". Kata tukang ojek tersebut.
"Hati-hati pak". Kata Rion.
Akhirnya tukang ojek itu pun pergi.
"Syukurlah tadi berhasil, lebih baik aku harus cepat pulang sudah menjelang malam dan nasi gorengnya pasti sudah dingin".Kata Rion.
Akhirnya Rion pun berjalan pulang ke rumah sambil menenteng keresek nasi goreng.
Sesampainya di rumah.
"Assallamuallaikum aku pulang". Kata Rion sambil membuka pintu rumah.
"Waalaikumsallam".Jawab Ibu dan adiknya Rion.
Akhirnya Rion pun salam mencium tangan ibunya.
"Oh iya bu ini Rion bawa nasi goreng untuk Ibu dan Mina". Kata Rion sambil memberikan keresek nasi goreng tersebut kepada ibunya.
"Wah kebetulan ibu baru saja tadi mau masak". Kata ibunya sambil menerima nasi goreng tersebut.
"Wah kebetulan dong, oh iya maaf ya bu, kalau Rion pulangnya kemalaman dan nasi gorengnya jadi dingin". Kata Rion sedih.
"Tidak apa-apa ibu hargai pemberian anak ibu, ibu pindahkan ke piring dulu ya, dan kamu sana mandi dulu dan ganti baju terus shalat". Kata ibu sambil memegang pundak Rion dan menenangkan Rion.
"Iya kak, Mina juga hargai pemberian kakak". Kata Mina.
"Terimakasih". Kata Rion pada Mina sambil tersenyum.
Akhirnya Rion pun naik ke kamarnya untuk bersih-bersih, ganti baju dan shalat. Ibu dan Mina di dapur sedang memindahkan nasi goreng pemberian Rion ke dalam piring dan menghidangkannya di meja makan.
Tidak berapa lama akhirnya Rion pun turun setelah selesai bersih-bersih dan shalat. Lalu Rion pun makan bersama Ibu dan Mina di meja makan sambil bersenda gurau.
*Saya mengucapkan banyak terimakasih bagi yang mau membaca novel saya ini semoga kalian suka jangan lupa vote dan komentar ya kalau kalian suka*😊