
Malam harinya Rion yang sudah pulang dari sekolahnya , sudah makan malam dan berganti pakaian tidur.
Rion yang sedang duduk di meja belajarnya sambil belajar dan mengerjakan pekerjaan rumahnya, setelah dia selesai mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah dia pun langsung merebahkan diri di kasur sambil menatap langit kamarnya.
"Entah kenapa aku bersyukur banget bisa sekolah di SMA itu, aku bisa punya banyak teman yang baik dan tulus". Ucap Rion sambil menatap langit kamarnya.
"Mereka semuanya baik, ramai, tapi aku merasa selama ini aku membohongi mereka dengan menyembunyikan identitas ku sebenarnya pada mereka, bukan karena aku ingin berbohong dan menutupi semuanya dari mereka, aku ingin mengatakannya tapi aku takut mereka menjauhi ku dan menganggap ku berbahaya karena kekuatan yang ku punya ini".Lanjut Rion.
Rion yang terus berpikir tentang kekuatannya dan teman-temannya dia tidak ingin menyembunyikan semuanya dari teman-temannya lebih lama, dia ingin jujur pada teman-temannya tapi dia takut teman-temannya menjauhinya meski kemungkinan kecil.
Malam itu Rion terus berpikir apa yang sebaiknya dia lakukan, teman-temannya terlalu baik padanya mereka seru dan Rion senang bersama mereka dia tidak ingin kehilangan mereka semua.
Tapi dalam hatinya dia bertekad bahwa dia akan jujur pada teman-temannya kalau ada waktu yang tepat bagaimana pun dia tidak mungkin menyembunyikan identitasnya terlalu lama cepat atau lambat pasti akan ketahuan kemarin saja dia hampir ketahuan oleh Amel untungnya Rion cepat mengelak dari dan Amel pun tidak curiga lagi padanya.
Rion terus menerus dalam pikirannya sampai akhirnya dia tertidur.
Pagi harinya di sekolah Rion yang sudah duduk di bangkunya di kagetkan oleh seseorang yang menepuk pundaknya.
"Halo pagi bro".Sapa orang tersebut.
Rion pun langsung terkejut dan segera membalas sapaan orang tersebut.
"Pagi Radit, jangan mengagetkan ku dong jantung ku cuman satu kalau aku jantungan bagaimana".Balas Rion.
"Hehehe jangan di bawa serius lah aku hanya bercanda". Jawab Radit yang sudah duduk di bangkunya di samping Rion sambil tertawa kecil.
"Eh iya bro kamu sudah belum pr matematika".Tanya Radit pada Rion.
"Sudah dong aku sudah mengerjakannya semalam".Jawab Rion.
"Aku boleh lihat gak bro aku belum mengerjakan soalnya tidak ngerti". Kata Radit.
"Kamu ini yah benar-benar kebiasaan itu bukannya kamu gak mengerti tetapi itu karena setiap guru menjelaskan kamu tidur". Balas Rion.
"Baiklah ini aku kasih tapi hanya sekali ini saja kalau nanti kamu usaha sendiri, kalau ada yang tidak bisa kamu bisa tanyakan padaku mengerti". Kata Rion sambil menyerahkan bukunya pada Radit.
"Mengerti bro makasih ya kamu baik sekali aku janji nanti aku akan mencoba mengerjakan PR sendiri di rumah tanpa mencontek". Kata Radit.
"Baiklah ini". Rion pun menyerahkan bukunya pada Radit.
Radit pun langsung menerimanya dengan senang dan langsung mengerjakan dengan secepat kilat karena keburu bel masuk.
Di saat itu juga datanglah Andri dan menyapa mereka.
"Pagi Rion dan Radit". Sapa Andri.
"Pagi". Jawab mereka berdua bersamaan.
"Eh Lo Radit kebiasaan ya belum mengerjakan tugas". Kata Andri.
Radit pun hanya menanggapi dengan tersenyum.
Andri pun langsung melewati mereka dan langsung duduk di bangkunya.
Tidak berapa lama bel sekolah pun berbunyi serta tanda akan dimulainya pelajaran.
"Akhirnya tepat waktu, ini Rion terimakasih". Kata Radit sambil menyerahkan buku milik Rion.
"Sama-sama".Balas Rion.
Tidak berapa lama guru pun datang dan pelajaran pun dimulai.
"