
Akhirnya bel pulang sekolah pun berbunyi dan murid-murid di sekolah tersebut pun berhamburan keluar dari sekolah. Seorang pria yang di mobil pun akhirnya bernafas lega karena penantian panjangnya akhirnya membuahkan hasil, yaitu sabar menunggu Rion pulang dari sekolahnya dari pagi hingga siang hari.
Pria tersebut pun melihat ke arah gerbang sekolah berharap, orang yang dia cari masih ada di sekolah dan belum pulang. Tidak berapa lama pria tersebut pun menangkap siluet Rion yang baru saja keluar dari gerbang sekolahnya bersama teman-temannya.
*
*
*
Rion dan kawan-kawannya di gerbang sekolah.
"Oh iya kita jadi tidak nih?". Tanya Santi kepada teman-temannya.
"Ok aku sih gak masalah yang lain bagaimana?". Jawab Amel dan bertanya pada yang temannya yang lain.
"Boleh saja sih". Jawab Rion sambil melihat ke arah Radit.
"Aku sih oke-oke saja ayo". Jawab Radit sambil mengajak teman-temannya pergi ke suatu tempat.
Ya Rion dan kawan-kawannya sedang berunding untuk mencari bahan untuk praktek kelompok nanti. Kebetulan sekali mereka berempat satu kelompok dan sekarang mereka akan pergi ke suatu tempat, mencari bahan-bahan untuk praktek nanti.
Akhirnya mereka pun berjalan menuju halte bus dekat sekolah untuk menunggu bus yang akan mereka tumpangi. Tidak berapa lama bus tersebut pun tiba dan mereka semua pun langsung menaiki bus tersebut.
Seorang pria yang dari tadi sedang mengawasi mereka pun akhirnya menyuruh sang sopir untuk mengikuti mereka.
Akhirnya bus yang mereka tumpangi pun sampai di tempat tujuan mereka, mereka pun turun dari bus tersebut dan masuk ke dalam sebuah tokoh.
Di luar seorang pria yang mengawasi mereka dari tadi pun akhirnya turun dari mobilnya dan segera menyusul mereka ke sebuah toko.
*
*
*
Di dalam toko.
"Jadi apa saja bahan yang harus kita beli". Tanya Radit kepada teman-temannya.
"Nah kita harus membeli barang-barang yang bakal kita pakai untuk praktek ini, aku sudah mencatat bahan-bahannya, kalian tinggal mencari saja". Jawab Santi.
"Nah coba kalian lihat dan baca bahan-bahan yang kita perlukan". Lanjut Santi sambil menyodorkan sebuah kertas dan di perlihatkan kepada teman-temannya, agar mereka membaca bahan-bahan yang diperlukan dan harus di beli.
"Boleh deh biar lebih cepat". Jawab Amel.
"Oke kalau begitu ayo, nah kalian mau membeli yang mana!" Tanya Santi yang memperlihatkan kertas yang dia bawa tadi.
Akhirnya mereka pun berpencar di toko tersebut untuk mencari bahan-bahan yang mereka akan membeli. Mereka pun masih belum menyadari ada seorang pria yang mengawasi mereka tepatnya Rion.
Seorang pria itu yang dari tadi memperhatikan mereka itu pun menyamar seperti pembeli agar tidak di curiga
Akhirnya setelah beberapa menit Rion dan kawan-kawan mencari bahan-bahannya mereka pun dapat dan langsung pergi ke kasir untuk membayarnya Selesai itu mereka pun keluar dari toko tersebut dan seorang pria tadi pun pergi mengikuti mereka.
Rion dan teman-temannya pun berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing setelah sudah mendapatkan bahan-bahannya. Akhirnya seperti biasa Rion menaiki bus di halte. Seorang pria tadi pun segera masuk ke dalam mobilnya dan menyuruh sang sopir untuk cepat mengikutinya.
Akhirnya Rion pun tiba dekat halte bus sekolah tersebut tepatnya sekolah Mina, tapi Mina sudah pulang dari tadi. Rion pun berjalan menuju rumahnya dengan memasuki sebuah gang, seorang pria pun terus mengikuti Rion dengan berjalan kaki bersama sang sopir karena mobil mereka tidak akan masuk.
Akhirnya Rion pun tiba di rumahnya dan mengetuk pintu rumah. Akhirnya seorang wanita muda dan cantik yaitu adik Rion, Mina yang membukakan pintu rumah.
"Wah ternyata kakak ya, baru pulang sekolah tumben lebih siang begini!". Tanya Mina.
"Yah kakak tadi habis pergi dulu ke sebuah toko karena harus membeli bahan-bahan untuk praktek nanti". Jawab Rion pada adiknya.
"Yah ku kira kak Rion pergi berkencan gitu". Kata Mina sambil menggoda kakaknya.
"Sudahlah Mina, tidak ko kakak tidak berkencan memangnya kakak punya pacar apa, ngomong-ngomong ibu sudah pulang belum!". Tanya Rion pada Mina.
"Belum ko kak". Jawab Mina.
"Ya sudah ayo kita masuk ke dalam dan tunggu ibu pulang". Kata Rion.
Akhirnya mereka pun masuk ke dalam rumah, tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengawasi mereka di balik sebuah tembok gang dengan muka terkejut.
*
*
*
Bersambung ~~
* Terimakasih bagi yang sudah mau membaca* πβΊοΈ