
Di kafetaria sebuah perusahaan besar terdapat dua orang laki-laki muda yang tampan mereka sedang membahas tugas mereka yang diberikan oleh ketua mereka.
Dan dua orang laki-laki itu adalah Brian dan Andri.
"Ngomong-ngomong Brian bagaimana tugasmu di perusahaan sebagai IT?". tanya Andri.
"Ya begitulah kadang aku juga bosan dan ingin sekolah keluar sama sepertimu". kata Brian sambil.
"Heh kamu kan juga sekolah". kata Andri.
"Iya sih, aku kan hanya homeschooling karena harus menyembunyikan diri sebagai hacker". Kata Brian.
...*Pengenalan*...
Brian adalah seorang pekerja di perusahaan IT tersebut dengan posisi sebagai IT dan hacker.
Sejak kecil dirinya sudah menguasai berbagai macam dunia komputer dan informatika.
Dia punya dalam bidang apapun termasuk pelajaran, sayangnya dia Hani homeschooling yang dibiayai oleh perusahaan.
Asalnya dia hanyalah seorang anak kecil yang biasa-biasa saja dia hanya bisa bersekolah sampai SMP karena kekurangan biaya.
Lalu dia pun mulai aktif di komputer ketika dia bekerja di sebuah warnet kecil, lalu dia pun mulai belajar komputer termasuk IT.
Saat itu usianya masih 15 tahun dan dia pun bertemu dengan ketua perusahaan tersebut saat ketua tersebut tidak sengaja ke warnet untuk print melihat kelincahan Brian dia pun mulai menawarkan diri untuk bekerja di perusahaannya sebagai IT dan Hacker.
Lalu dia pun menyetujui agar ekonomi keluarganya dapat terbantu dan dia pun sekarang adalah keamanan perusahaan dimana untuk menjaga privasi keamanan perusahaan.
Dia pun di sekolahkan dengan homeschooling dikarenakan perusahaan sengaja menyembunyikan Brian dan menyembunyikan kemampuannya agar tidak ada orang yang memanfaatkannya.
Dan berkat ketuanya tersebut dia pun akhirnya bisa menstabilkan ekonomi keluarganya dan bisa mempunyai rumah sendiri.
...*Kembali Ke Cerita*...
"Wah coba kamu bilang pada ketua, kalau kamu ingin bersekolah di sekolah biasa saja". saran Andri.
"Aku juga ingin seperti itu, apa ketua akan menyetujui nya ya?". tanya Brian.
"Di coba dulu aja, siapa tahu bisa kan? tidak akan ada yang bisa menebak pikiran ketua kita, apalagi kau kepercayaan ketua". kata Andri.
"Mudah bagimu tidak mudah bagimu". Kata Brian.
"Aku doakan semoga berhasil dan kau dapat bersekolah denganku apalagi dengan dia". kata Andri.
"Nah gitu dong semangat, tenang saja aku ketua kelas dan anggota OSIS yang akan mencalonkan diri jadi ketua OSIS". kata Andri.
"Emangnya seorang ketua kelas bisa?". tanya Brian.
"Ya aku kurang tahu, kalau tidak bisa ku calonkan Joni atau dia". jawab Andri.
"Wah begitu ya". kata Brian.
"Aku kalau masuk sekolah itu bisa dong". kata Brian.
"Tentu siapa aja bisakan? bebas kok". kata Andri.
"Eh ngomong-ngomong kabar Joni gimana ko dia tidak kesini?". tanya Brian.
"Biasalah dia kan banyak kesibukan". Jawab Andri.
"Begitu ya, si dingin itu benar-benar, dia bahkan dapat menyaingi ku". kata Brian sambil mengaduk minumannya.
"Joni belum menghampiri ketua kah?". tanya Andri.
"Sepertinya belum, aku belum melihat dia kesini". Jawab Brian.
"Coba, nanti aku hubungi dia". kata Andri.
"Ngomong-ngomong kalau ketua menyetujui dan memperbolehkan ku untuk bersekolah ku tak sabar untuk berteman dengan anaknya ketua itu". kata Brian.
"Dia baik ko, kalem incaran para cewek di sekolah hahaha". kata Andri sambil tertawa.
"Bagaimana ya kalau dia tahu kau dan Joni termasuk satu lagi di kelasnya adalah pengawas dia?". kata Brian.
"Mungkin dia akan kaget". jawab Andri dingin.
"Begitu ya, sepertinya akan seru ya kalau ada aku". kata Brian.
"Ya mungkin begitu, tapi lebih baik kita tidak usah mengungkapkan siapa kita sekarang? nanti saja belum saatnya, kita ikut rencana ketua dulu". kata Andri aku setuju denganmu.
Siapakah Joni dan satu orang lagi di kelas Rion yang tergabung dengan mereka?
Bersambung ~~~
...*Terimakasih sudah membaca ☺️*...