Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)

Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)
Akhir Sebuah Cerita (Final Episode)


hai-hai,assalamualaikum wr wb. teruntuk para pembaca setia novel BCB. saya hanya bisa mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas dukungan yang sudah kalian semua berikan. terimakasih yang sudah mengikuti karya amatir ini dari awal sampai akhir,selalu kasih like,meski jarang komen,atau kasih hadiah,wkkkwkw bercanda ya. tapi jujur saya senang sekali bisa menyelesaikan karya ini. mungkin endingnya nggak bisa bikin berdebar-debar atau terngiang-ngiang,tapi ya inilah yang bisa saya berikan. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. sekali lagi terimakasih semuanya. SAMPAI JUMPA DIKARYAKU YANG LAINNYA.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


Tiga hari di rumah sakit terasa sangat lama untuk Larasati. Meski kata Dokter proses pemulihannya terbilang cepat. Tak ada darah atau lendir yang keluar setelah melahirkan. Tak ada keluhan. Semua baik. Bayinya sehat dan pandai menyusu. Tapi ada satu hal yang tak bisa ditolak oleh hati para perawat dan Dokter kandungan yang menangani.


Pesona si bayi.


Bayi itu membuat para suster begitu menyayanginya. Ada sesuatu dalam dirinya yang membuat orang bisa mencintai dia tanpa perlu alasan apapun. Bukan keluarga,bukan saudara,tapi bisa memberikan kasih sayang mereka dengan tulus pada baby Krisna. Mungkin para bayi yang terbaring dalam boks-boks lain akan protes karena iri-kalau bisa.


“Aduh sayang,kamu mau pulang ya?” kata seorang perawat sambil menggantikan baju Krisna.


“Padahal setiap malam aku pengen cepat-cepat tidur dan bisa masuk kerja lebih pagi. Cuma buat ketemu kamu,” gumam-gumam sendiri.


“Suster boleh main kerumah kami Kok,kalau ada waktu,” kata Laras. Dia sudah siap untuk pulang. Tinggal menunggu pemeriksaan Dokter sekali lagi sebelum pulang.


Suster itu tersenyum malu-malu,”Maaf Bu,tapi saya sudah terlanjur sayang sama putra ibu yang ganteng ini,”


“Terimakasih Sus,karena sudah membantu merawat Krisna dengan sayang di Rumah Sakit ini,” kata Laras.


Kejadian itu berulang ketika baby Krisna akan pulang. Setiap perawat yang pernah bertemu dengannya,melambaikan tangan,seakan melepas teman atau keluarga tercinta untuk merantau jauh.


“Bye baby Krisna,,” ucap beberapa suster


“Kalau besar nanti kamu harus jadi Dokter ya,” entah siapa yang bicara.


Sakti dan Laras benar-benar merasakan keharuan sebuah perpisahan. Aneh sekali kan? Tapi kalau bisa jangan pernah kembali ketempat ini dalam keadaan yang tak diinginkan ya,meskipun di tempat ini banyak yang menyayangimu.


>>>>>>


Hari berganti hari. Bulan berganti bulan. Krisna kecil tumbuh dengan cepat. Lebih cepat dari pertumbuhan bayi pada umumnya. Krisna sudah bisa berjalan diusia 7 bulan. Giginya sudah tumbuh rapi sempurna. Tutur katanya mudah dipahami,meski ada cadel-cadel sedikit. Tapi dia bisa menyebutkan apa yang dia mau dengan runtut dan sempurna.


Tapi,dia tidak pernah mau makan daging. Dia hanya mau makan buah dan sayur. Tidak mau susu selain ASI ibunya. Rambut birunya tumbuh panjang dan sedikit kruel-kruel diujungnya. Larasati membirakan putra kecilnya berambut panjang bergelombang.


Ketakutan Sakti tak terbukti,anaknya adalah manusia. Anak itu tak memperlihatkan tanda-tanda sebagai seorang pemburu. Tapi dia memperlihatkan keistimewaannya. Bocah tampan dengan sorot mata berkilat itu,cepat sekali belajar banyak hal. Suka mengamati hal-hal kecil yang tak pernah diperhatikan orang.


“Ibu aku ingin telbang seperti bulung,” ucapnya suatu hari.


Larasati hanya tertawa,”Kalau kamu sudah besar,kamu bisa terbang seperti burung,” canda Laras. Memang banyak kan sekarang media agar orang bisa merasakan sensasi terbang.


“Kisna bisa telbang kok,” ucapnya mantab dan percaya diri.


“Coba?” goda Laras


Dan tanpa diduga perlahan tubuh bocah berambut biru sebahu itu melayang diatas tanah. Bersedekap tangan didada dan tersenyum bangga pada ibunya yang jantungnya hampir copot karena shock.


Dan begitulah hari-hari Laras bersama putranya. Selalu saja ada kejadian yang membuat Larasati tercengang. Pernah Krisna ingin makan buah mangga dikebun belakang,karena tidak ada yag bisa memanjat pohon. Buah itu jatuh sendiri hanya karena Krisna memandang dan menginginkannya.


Larasati dan Sakti sangat mencintai putranya. Bocah itu punya budi pekerti yang baik dan sopan. Krisna juga mudah bergaul,dia punya bayak teman di Taman Bermain. Dan Krisna dengan mudah mendapatkan kasih sayang semua orang karena kebaikan hatinya.


Begitulah akhir kisah cinta tak biasa ini. Perbedaan bukanlah alasan untuk menilai baik-burung seseorang. Kasih sayang Tuhan menyebar dengan cara yang berbeda dalam setiap makhluk. Semua sudah diatur dalam sebuah garis yang disebut TAKDIR.


>>>>


Di lain tempat,berbanding terbalik dengan yang dirasakan Larasati dan Suaminya. Thomas dan Emma sedang duduk berdampingan disebuah taman. Mereka diam membisu. Emma sudah tahu jika Thomas adalah klan pemburu. Tapi,dia tidak bisa membohongi perasaannya pada Pria itu. Emma mencintai Thomas.


“Hiduplah bahagia bersamanya Emma. Dia lebih pantas bersanding denganmu. Aku merelakanmu untuknya. Mungkin kita memang belum berjodoh,” tutur Thomas,tangannya meremas kertas undangan yang tadi diberikan Emma padanya. Meski hatinya sakit dia harus melepaskan Emma dengan laki-laki pilihan Ayahnya. Iqbal dan Emma akan menikah besok.


Emma tak bicara apapun,dia hanya menangis sejak mereka duduk di bangku panjang ini. Menatap hamparan bunga dan rumput hijau didepan mata. Rumput,bunga,dan semilir angin yang menerpa wajah sendu dua insan itu adalah saksi bisu dimana cinta mereka harus kandas.


“Lupakanlah aku,Cintailah dia,jadilah istri yang soleha. Aku mencintaimu Emma. Aku mencintaimu dengan seluruh kehidupanku,”Thomas bicara lagi.


Emma menangis semakin keras,mencengkeram ujung bajunya. Kenapa kamu tidak berjuang untuk memintaku jadi istrimu Kak? Kenapa kamu memilih pergi dan merelakan aku untuk pria lain gumam Emma.


“Karena aku tidak ingin merusak hidupmu yang sempurna,” kata Thomas lagi.


Andai Thomas mau berjuang mungkin mereka bisa saja bersatu. Lebih tepatnya memaksa takdir menyatukan mereka. Tapi dihari Thomas ingin menghajar Iqbal dan menyuruhnya menjauhi Emma. Thomas melihat kebaikan dalam diri pria jangkung itu. Iqbal adalah sosok pria penyayang dan rajin beribadah,suami impian semua wanita sholeha,seperti Emma.


Thomas mundur perlahan,merelakan cintanya untuk pria yang tepat dan juga mencintai Emma. Thomas tak mau jika nanti Emma hidup menderita bersamanya. Thomas adalah seorang pemburu Klan Secret,monster yang bersembunyi dalam wujud malaikat. Dia tidak bisa berhenti minum darah manusia karena tugasnya sebagai seorang penjaga klan para Raja. Sumpah setia dari leluhurnya terdahulu. Dan Thomas tak mungkin mengkhianati leluhur hanya karena keegoisannya mencintai seorang manusia.


Dan hari ini Emma ingin melakukan satu dosa dalam hidupnya,hanya sekali saja. Dia ingin memeluk laki-laki yang bukan mahramnya ini. Menangis dan menumpahkan kerinduannya dalam pelukan cinta pertama yang tak berakhir manis.


Thomas berdiri,merentangkan tangannya,”Biar aku yang menanggung dosanya,” ucapnya.


Tanpa pikir panjang Emma benar-benar lari dalam pelukan Thomas. Mendekapnya erat. Emma juga berharap Thomas menemukan kebahagiaanya yang lain. Mungkin takdir cinta mereka hanya sampai disini. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Emma tak pernah menyesal pernah mengenal dan mencintai seorang iblis penghisap darah. Baginya Thomas adalah iblis paling baik yang pernah ada.


Thomas membalas pelukan Emma. Mendongakan kepala keatas,mencoba menahan bulir bening yang keluar tanpa ijinnya. Tapi ia gagal.Cinta bisa membuat klan pemburu terkuat menangis karenanya.


Epilog:


Mencintai angin harus menjadi siut


Mencintai air harus menjadi ricik


Mencintai gunung harus menjadi terjal


Mencintai api harus menjadi jilat


Mencintai cakrawala harus menebas jarak


Mencintaimu harus menjelma aku


TAMAT