Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)

Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)
Kejadian Tak Terduga


Dirgantara’s Hospital.


Tuing tuing tuing.


Suara sirine mobil ambulance rumah sakit terdengar


disepanjang jalan. Mobil itu sedang membawa seorang pasien yang dalam keadaan


kritis. Roda-roda melaju begitu cepat membelah jalanan yang ramai. Semua pengendara


mobil yang mendengar suara itu langsung memberi jalan agar ambulance bisa


menuju rumah sakit secepatnya.


Sang sopir terlihat gugup,tangannya berkeringat saat


mencengkeram kemudi. Beberapa kali ia mengusapkan telapak tangannya ke celana


yang ia kenakan. Gila,ini adalah penyakit paling aneh yang pernah ku


temui,gumamnya.


Dua orang perawat laki-laki yang duduk dibelakang bersama


pasien,merasakan hal yang sama. Seorang perawat beberapa kali mengelap keringat


dingin di dahinya. Didalam kepala mereka memikirkan satu pertanyaan yang


sama,apa penyebab semua ini?


Ambulance itu sudah memasuki gerbang rumah sakit,langsung


menuju lobi agar pasien segera mendapat pertolongan. Dengan sigap kedua perawat


laki-laki itu membuka pintu belakang dan mendorong keluar meja dorong pasien. Sesekali


mereka melirik pasien itu,kemudian mengalihkan pandangan. Merinding.


“segera bawa pasien ini ke UGD.” Kata seorang perawat yang


tertulis ANDI di nametag nya.


“Sudah menghubungi dokter Sakti?” jawab rekannya.


“Beliau sudah siap.” Mereka berdua mempercepat langkah


menuju ruang UGD.


Tak butuh waktu lama,mereka sudah sampai di depan ruangan


besar yang selalu menjadi tempat yang menegangkan di Rumah Sakit. Dua orang


perawat wanita sudah dalam posisi siap di depan pintu. Mereka berdua saling


berpandangan,lalu bergidik ngeri. Mendorong meja itu masuk kedalam ruangan,dengan


berbagai pertanyaan yang muncul di kepala mereka.


Mereka bekerja dalam diam,memasang berbagai alat pada tubuh


pasien. Membersihkan darah yang terus keluar dari matanya yang melotot ke atas.


Memberikan transfusi darah beberapa kantong,sebagai pertolongan pertama.


Dokter sakti memasuki ruangan itu sudah dengan seragam


lengkap. Sedikit kaget saat melihat keadaan pasien yang tak wajar.


“apa yang terjadi?” tanya Sakti.


“belum diketahui Dokter. Pasien ini ditemukan tergeletak di


pinggir jalan dalam keadaan seperti ini,tidak ada luka serius yang dia


alami,hanya ada bekas luka di leher seperti bekas gigitan. Dari identitas yang


ditemukan,gadis ini berusia 19 tahun.” Kata salah satu perawat menjelaskan


kronologis penemuan pasien ini.


Sakti memandang iba pada gadis itu,keadaannya sungguh


mengenaskan. Seluruh tubuhnya keriput hanya tinggal kulit dan tulang,matanya


melotot ke atas dan terus mengeluarkan darah. Tubuhnya kaku seperti patung,sama


sekali tak bisa digerakkan. Sakti melihat jelas sorot ketakutan dimata itu.


Apa ini ulah bangsa pemburu,pikirnya. Tapi siapa,apa mereka


sudah benar-benar tidak bisa menahan diri hingga harus berburu hingga kemari. Kalau


itu benar,ber arti kota ini dalam bahaya. Bisa dipastikan akan ada korban


berikutnya.


“berikan dia transfusi darah sebanyak mungkin,hubungi


keluarganya.”


“baik Dok.” Jawab mereka kompak. Lalu melaksanakan instruksi


Sakti tanpa banyak bicara. Mereka benar-benar bekerja keras untuk menyelamatkan


pasien ini.


Selama lebih dua jam mereka melakukan perawatan. Sakti keluar


dari pintu UGD,namun langkahnya terhenti ketika melihat kedatangan pasien baru.


“kenapa?” tanya Sakti saat rombongan perawat itu datang.


“kasus yang sama dengan pasien tadi Dokter.” Jawab salah


satu perawat.


“Apa?” melihat keadaan pasien,kali ini seorang laki-laki. “berapa


umurnya?”


“dari identitas yang ditemukan,21 tahun Dok.”


“bawa masuk,berikan perawatan yang sama.”


“baik Dok.” Mendorong meja memasuki ruang UGD.


Apa yang terjadi dengan orang-orang itu? Aku harus segera


menghubungi Thomas,untuk mencari pelakunya. Aku yakin,pasti ada tersangka di


kejam. Sakti lalu masuk kedalam ruangan UGD untuk kembali melakukan


pertolongan.


***


“Berita terkini,telah terjadi kejadian misterius di kota X. Banyak


ditemukan orang-orang yang mengalami penyakit aneh,mereka ditemukan dalam


keadaaan mengenaskan di berbagai tempat. Tubuh mereka tiba-tiba mengering hanya


menyisakan tulang dan kulit. Dari data yang ditemukan rata-rata para korban


adalah anak-anak muda dan remaja. Mereka dilaporkan meninggalkan rumah dalam


keadaan sehat sehari sebelumnya. Belum diketahui pasti apa penyebab menyusutnya


tubuh mereka.”


Klik. Tiba-tiba televisi yang menyiarkan berita terheboh itu


padam. Seorang pria yang duduk menyilangkan kakinya tersenyum sinis disana. Pria


itu lalu berdiri,berjalan menuju jendela yang berada di lantai tertinggi sebuah


gedung raksasa. Pandangan matanya mengamati lalu lalang mobil di jalan raya


yang terlihat seperti mainan anak-anak yang bergerak kesana kemari dari


kejauhan.


“ini baru permulaan Calon Raja naif,akan ku buat kamu sibuk


dan lupa dengan Gadismu.” Lalu tertawa terbahak-bahak.


Di lain tempat,semua mata yang berada di kantin karyawan


Wijaya Group juga saling berbisik saat mendengar berita yang baru saja


disiarkan di televisi. Semua orang yang bertanya-tanya apa yang telah terjadi


di kota itu.


“jangan-jangan itu ulah Vampir,itu loh makhluk penghisap


darah. Ih ngeri deh.”kata seorang karyawan wanita.


“kebanyakan nonton film horor kamu,mana ada makhluk seperti


itu.” Kata temannya menimpali.


Menyeruput es teh yang hampir habis,”eh nggak percaya,apa


lagi coba yang bisa menghisap darah manusia sampai habis kalau bukan Vampir.”


“aku juga pinter menghisap loh.” Kata seorang karyawan


laki-laki.


“iya,percaya deh gue,semua-semua kan loe embat.” Lalu tertawa.


“sialan.” Tapi ikut tertawa juga.


Larasati yang juga mendengar berita itu merasa was-was. Bukankah


itu rumah sakit tempat sakti bekerja,apa yang sebenarnya terjadi? Apa benar ini


ulah para pemburu,gumamnya dalam hati. Meraih ponselnya diatas meja dan


berdiri,pergi meninggalkan meja makan dengan perasaan khawatir. Semoga Sakti


baik-baik aja,aku harus telfon dia sekarang.


Setelah sampai diruangannya,gadis itu menarik kursi dan


duduk disana. Menggeser layar dan menggulir icon-icon pada benda pipih


ditangannya. Setelah menemukan apa yang ia cari,gadis itu menempelkan ponselnya


ditelinga.


Tut tut tut. Nada tersambung,namun tidak diangkat. Memanggil


ulang sekali lagi,namun hasilnya masih tetap sama. Akhirnya Larasati hanya


mengirimkan sebuah pesan,berharap Sakti membaca dan memberinya kabar. Gadis itu


benar-benar khawatir.


(sayang, apa berita itu benar? Semoga kamu baik-baik


saja,hubungi aku kalau kamu ada waktu. Love you) send.


Larasati menyandarkan kepala di kursinya,dalam hati ia terus


berdoa untuk keselamatan kekasihnya itu. Kamu orang baik Sakti,Tuhan pasti


sayang kamu. Aku yakin itu. Lalu melanjutkan kembali pekerjaannya.


Keesokan harinya,Larasati kembali memeriksa pesan di


ponselnya. Namun lagi-lagi ia harus kecewa seperti kemarin. Pria itu sama


sekali belum memberinya kabar hingga saat ini. Dalam hati ia merasa ter abaikan,apa


kamu sesibuk itu, Sampe nggak sempet bales pesan aku? Lalu ia mendial no yang


sama untuk kesekian kalinya,tapi no Sakti malah tidak aktif sekarang.


Menghela nafas panjang,mencoba berpikiran positif untuk


menghibur diri sendiri. Dia pasti sibuk,banyak orang yang sedang butuh


bantuaannya. Tapi aku kangen,huaaaa. Lebih baik aku tidur,semoga besuk sudah


ada kabar dari kamu. Mencoba memejamkan mata,berharap rasa rindu itu ikut


terlelap juga.


 


 


(saya tidak bisa menjanjikan cerita yang menarik stiap harinya,tapi alangkah bahagia jika kalian mau klik tombol favorit,like dan vote nya. author gendheng,nggak bagus kok disuruh like..hahaha bercanda ya... terimakasih yang sudah mendukung karya ini)