Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)

Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)
Berbeda Tapi Sama


Sakti memandang lagi,perempuan berambut biru yang duduk disampingnya. Akal sehat dan hatinya terus bertanya,apa benar dia istriku Larasati? perempuan itu memandang jauh ke luar jendela,sesekali dia tersenyum entah apa penyebabnya. Sekarang ini mereka sedang duduk berdampingan di ranjang besar milik Sakti,dikamarnya.


“Apa kau meragukan aku suamiku,Muhammad Sakti Dirgantara?” perempuan itu bertanya tanpa melihat kearah Sakti.


Sakti tersentak dengan pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh perempuan berwajah mirip istrinya itu. Hanya warna rambut dan warna bola matanya saja yang berbeda. Bahkan perempuan itu bisa membaca keraguan dalam diri Sakti.


Sakti menggeleng samar,”Entahlah,aku sendiri juga bingung. Wajahmu memang seperti Larasku,tapi aku merasa kalian adalah dua orang yang berbeda,” tutur Sakti ragu. Dia berkata jujur sesuai hatinya,berbohong pun tak ada gunanya. Karena perempuan ini tau segalanya.


Perempuan itu menoleh,memandang lamat wajah Sakti. Dia tersenyum manis. Sekilas Sakti tergoyahkan karena melihat senyumnya,tapi ia segera sadar. Dalam hati ia berjanji tak akan menyentuh perempuan itu sebelum jelas kebenarannya.


Perempuan itu tertawa kecil,”Ternyata kamu suami yang setia ya?” dia tertawa lagi.


Sakti mengerutkan keningnya,lalu dia ikut tersenyum tipis. Entah mengapa dia merasa malu saat perempuan ini memuji dirinya. Sakti mengalihkan pandangan ke luar jendela. Jantungnya tiba-tiba berdebar karena perempuan ini memujinya. Andai benar dia istriku,aku pasti sudah memeluknya dan tak akan ku lepaskan,gumam-gumam lagi tanpa sadar yang disampingnya bisa mendengar.


Terdengar suara pintu diketuk pelan tiga kali,kemudian suara Thomas terdengar dibalik pintu,“Pangeran,Anda sudah bangun?” hari sudah menjelang senja. Biasanya para pemburu akan tidur dipagi hari dan terbangun di malam hari untuk pergi berburu.Mungkin Thomas lupa,kalau Tuannya itu sudah merubah kebiasaan tidurnya. Dia sekarang terbiasa tidur di malam hari dan terbangun di pagi hari.


"Aku bahkan belum terlelap walau sekejab dari kemarin,"Bergumam lirih. “Masuklah,” pinta Sakti kemudian.


Thomas masuk setelah mendorong pintu pelan. Dia berdiri tak jauh dari ranjang Tuannya,Thomas tersenyum pada perempuan berambut biru yang duduk disamping Pangeran. “Selamat datang kembali Nona. Anda adalah sebuah keajaiban,” Thomas membungkuk hormat,lalu bangun dan tersenyum.


Perempuan itu tersenyum,”Kau terlalu berlebihan Thom. Tapi,sepertinya kepulanganku ini tak membahagiakan semua orang,” melirik Sakti yang duduk disampingnya dengan wajah datar. Tapi dia tau,kalau kalimat itu ditujukan padanya.


“Mungkin anda perlu memberinya sebuah bukti Nona,” menundukkan kepala dan tersenyum penuh arti.


“Bisa kau beritahu saja Suamiku itu,katakan padanya,kalau perempuan bermata dan berambut biru itu memang istri yang dia rindukan,” tertawa kecil.


Apa-apaan kalian ini. apa kalian tidak sadar orang yang kalian bicarakan itu ada disini.


“Kenapa kau datang kemari?” tanya Sakti datar.


“Baginda Raja menunggu Anda dan Nona di ruang makan,Tuan,” tutur Thomas.


Sakti seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan Thomas. Ayahnya mengundang mereka makan bersama? Ini yang disebut keajaiban. Bahkan Sakti tak pernah sekalipun makan bersama dengan ayahnya seumur hidupnya,dan sekarang? “Kenapa tiba-tiba Thom?” tanya Sakti.


Thomas tersenyum lagi,”Baginda bilang,ini adalah makan malam untuk menyambut dan melepaskan menantu kesayangan,” melirik lagi perempuan berambut biru.


Ada apa dengan semua orang? bahkan Ayah berpikiran yang sama dengan Thomas.


Sakti mengingat kembali ketika ia baru saja membawa Perempuan itu pulang keistana. Perempuan itu memang tidak mengatakan apapun tentang siapa dirinya,dan Sakti juga tidak bertanya. Saat itu dia bingung harus bagamaina bersikap pada sosok perempuan yang berwajah mirip Larasati. sehingga mereka hanya diam membisu sepanjang perjalanan.


Tetapi anehnya,ketika Sakti sudah sampai di Istana. Semua prajurit dan bahkan Baginda Raja menyambutnya di halaman istana. Semuanya membungkuk memberi hormat pada dia dan perempuan itu. sakti masih ingat betul apa yang dikatakan Raja pagi tadi.


“Selamat datang kembali Putriku. Kau adalah anugrah terindah bagi klan pemburu,”Tutur Raja yang terdengar lembut penuh kasih.


Waktu itu Sakti terhenyak mendengar kalimat manis yang diucapkan Raja. Dia tak menyangka,ayahnya yang biasa bersikap dingin dan arogan ternyata punya sisi penyayang. Lagi-lagi Sakti masih tak percaya,jika perempuan berambut biru itu adalah Larasati istrinya. Entahlah,meski tak bisa dipungkiri,jika hatinya juga berdesir saat melihat wajah dan senyumannya.


“Ayo Thom,kita pergi lebih dulu. Mungkin kita akan kelaparan karena menunggu Pangeran yang sedang melamun itu,” perempuan itu berdiri,menoleh sekilas pada Sakti yang menatapnya dengan ekspresi yang tidak berubah sejak pertamakali melihatnya di bukit persembahan.


“Kalian duluan saja,aku belum lapar,” kata Sakti datar.


Sakti tersentak,adakah sebuah hal yang ia lewatkan kemarin? Apa dia terlalu sibuk menangis dan berduka hingga tak tahu ada sebuah peristiwa penting menyangkut istrinya? Sakti segera  bangkit,sedikit merapikan kemeja putih yang belum ia ganti sejak kemarin. “Ayo,tiba-tiba cacing diperutku berdemo minta makan,” lalu berjalan mendahului dua orang yang tersenyum tipis memandang punggungnya.


Mereka bertiga sudah sampai diruang makan. Tempat ini tak pernah terjamah sejak kepergiaan ibu Sakti. Klan Blue Fire tak pernah lagi makan bersama,sejak peristiwa itu. Terjadi kesenjangan diantara anggota saudara. Dan hari ini,tempat ini kembali pada fungsinya seperti dulu.


Raja Charles sudah duduk di kursi kebesarannya. Di hadapannya terdampar berbagai macam hidangan mewah versi para Pemburu. Laki-laki yang berusia hampir seribu tahun itu,terus tersenyum kearah tiga orang yang berjalan menujumeja makan.


“Duduklah,” Pinta Raja setelah mereka sampai.


Tanpa basa-basi mereka menarik kursi untuk duduk dengan posisi,Raja berada ditengah,Sakti disebelah kirinya,Perempuan Berambut Biru duduk diantara Sakti dan Thomas.


Raja memberi isyarat pelayan untuk masuk dengan petikan jarinya. Empat orang pelayan berseragam datang mendekati meja. Salah satunya menuangkan cairang kental berwarna merah pada setiap gelas,tapi tidak pada gelas perempuan itu. Tak lama salah satu dari pelayan datang dengan sebuah botol berisi cairan berwarna bening berkilauan,menuangkannya pada gelas perempuan itu,semerbak aroma yang khas langsung menusuk indra penciuman mereka. Sakti tak tahu minuman apa itu. Dugaan sementaranya, itu adalah sari bunga dari pohon abadi di kerajaan langit.


Raja Charles mengangkat gelas tinggi, memberi isyarat agar mereka mulai minum. Dalam diam mereka meraih gelas masing-masing dan mengikuti Raja untuk minum. Sakti terus melirik setiap gerakan perempuan itu,dalam hati dia terus bertanya siapa perempuan yang duduk disampingnya ini. Tanpa sadar ia menghabiskan minumannya tanpa sisa.


“Sepertinya Anda benar-benar haus,” perempuan itu melirik Sakti dan tersenyum.


Sakti melihat isi gelasnya yang sudah tandas,lalu dengan ekspresi datar dia meletakkan gelas itu diatas meja,”Aku memang haus,” jujur saja dari pada malu.


“Putraku Dominic Robert,” Panggil Raja tiba-tiba.


“Iya Ayah?” Jawab Sakti


“Masihkah kau meragukan siapa Perempuan yang duduk disampingmu itu?” tanya Raja datar.


“Aku,,” sakti tak tahu harus menjawab apa.


“Dengarkan aku Putraku,Perempuan itu memang istrimu,Stela Larasati Wijaya. Manusia yang kau nikahi beberapa minggu yang lalu,”menatap tajam,bicara dengan nada serius pada Putranya.


Sakti tersentak,”Tapi Ayah,Dia,,” melirik lagi Perempuan disamingnya.


“Wujudnya memang berbeda dari istrimu yang sebelumnya. Siapapun yang bisa bertahan dalam kobaran Api Suci akan menjadi makhluk paling kuat di dunia. Banyak sekali klan Pemburu yang mencoba uji nyali dengan membakar diri mereka dalam Api Suci. Tapi semua gagal,mereka semua mati terbakar menjadi abu. Dan kau lihat,” menunjuk Perempuan Berambut Biru,”Dia adalah satu-satunya yang bisa selamat,tidak kah Kau merasa bahagia karenanya?”


“Jadi Ayah,Dia benar Larasku? Kenapa bisa begitu?” maksud pertanyaan Sakti adalah,kenapa seorang manusia bisa selamat dari kobaran Api Suci.


“Karena ada malaikat penjaga disekelilingnya. Malaikat dari Surga datang untuk membawanya kembali. Sekarang dia bukan manusia biasa. Larasati adalah Manusia setengah Dewa,” Jelas Raja Charles.


Sakti tersentak,ini adalah sebuah keajaiban. Ternyata Tuhan mendengar do’anya. Sakti menggigit bibirnya,mencoba menahan rasa bahagia yang membuncah didadanya. Kalau tidak malu,mungkin dia akan menangis juga.”Kau benar Larasati istriku?” suaranya bergetar.


Perempuan itu mengangguk,sorot mata birunya berbinar bahagia. Sakti merentangkan tangan,meminta Larasati yang baru,datang kedalam pelukannya. Tanpa ragu mereka berpelukan melepas rindu. “Aku kangen kamu sayang,Jangan pernah tinggalin aku lagi,Aku nggak bisa hidup tanpa kamu Laras,” Sakti membenamkan kepala dibahu istrinya.


Larasati tersenyum,dia juga merasakan kebahagiaan yang sama,tangannya mengusap lembut punggung suaminya yang berguncang.”Aku akan tetap bersamamu hingga maut memisahkan,” ucapnya lirih,karena menahan tangis.