Bimbing Aku Istriku

Bimbing Aku Istriku
Aku akan mati!


Hari sudah malam, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Mata Zahra masih saja lebar menatap layar ponselnya.


"Cantik sekali," gumam Zahra ketika melihat sebuah kalung yang sangat elegan. Zahra pun mencoba mengecek harganya dan matanya terbelalak kaget melihat nominal harga sebuah kalung itu.


"Mahal sekali," ucap Zahra. Impiannya membelikan kalung untuk ibunya sirna karena harga kalung-kalung itu sangat mahal.


"Sekarang aku tidak punya kerja, berarti aku tidak punya sumber uang. Aku harus minta izin dengan Daniel agar bisa bekerja. Aku kan ingin membeli kalung yang baru untuk ibu," ujarnya sembari turun dari ranjang.


"Aku ingin makan buah," ucap Zahra memakai jilbabnya lalu berjalan keluar dari kamar. Ia berjalan menuju dapur untuk mengambil buah. Tidak terlalu banyak penghuni rumah yang masih terjaga, sebagian sudah tertidur dan sebagian nya masih terjaga.


Zahra masuk ke dalam dapur membuka lemari pendingin lalu membawa buah apel hijau. Saat ia menutup lemari pendingin tiba-tiba lampu dapur mati dan suara pintu tertutup.


"Siapa?" tanya Zahra berdiri di posisi nya tampak berniat bergerak.


Sreettttt


"Hah! Siapa?" tanya Zahra sedikit mengeraskan suaranya, tapi percuma saja karena dapur itu kedap suara jika pintunya tertutup.


"Hmmmmm....Hmmm...hmmm..."


Suara seperti sebuah nyanyian terdengar di telinga Zahra membuat gadis itu merinding. Tiba-tiba saja ada angin di dapur membuat ia kedinginan.


"Kau tahu, aku tidak takut!" tekan Zahra dengan tubuh gemetar.


"Kau akan mati," bisik seseorang membuat Zahra menempelkan punggungnya di pintu lemari pendingin.


"Kau bukan Tuhan yang bisa seenaknya mencabut nyawa orang lain!" bentak Zahra.


"Kau akan mati! Hihihihi.."


"Kau pikir dengan kau melakukan ini aku akan takut. Aku tahu kau itu manusia! Kau hanya ingin menakut-nakuti ku!" tekan Zahra.


Tok..Tok...Tok...


Suara meja di ketok membuat Zahra ingin muntah.


"Aku akan membuat mu merasakan sakit di dalam dada. Kepala mu akan terasa seperti di tusuk-tusuk, perut mu akan membuncit. Hahahaha," tawa orang itu sembari mengancam.


"Allah bersama ku. Allah akan melindungi ku dari gangguan syetan seperti mu dan juga teman-teman mu!"


Wushhhhh....


"Ha!"


Mata Zahra terbelalak dan juga tubuhnya yang kaku. Buah apel yang ia genggam terjatuh ketika melihat sebuah kepala tetap di hadapan nya.


Mata yang lebar, mulut yang berdarah dan juga luka-luka mengerikan.


"Kau akan mati!"


Semburan darah dari mulut mahluk itu mengenai wajah Zahra baunya sangat busuk.


Bruuukkkkkk


Tubuh Zahra terjatuh kaku, karena benturan yang keras keningnya menjadi terluka dan hidungnya juga mengeluarkan darah.


Klik


Lampu menyala kembali dan semua terlihat baik-baik saja. Hanya ada tubuh Zahra yang terkapar di lantai. Pintu dapur juga terbuka.


Di dalam kamar Daniel baru saja keluar dari sebuah ruangan tepatnya ruangan yang biasa ia gunakan untuk bekerja. Ia masuk ke kamar tidur dan menatap ranjang yang kosong.


Dimana istrinya.


Mungkin di kamar mandi, pikir Daniel. Laki-laki itu pun mencoba mengetuk pintu kamar mandi. Namun, tidak ada jawaban di sana. Tidak ada juga pergerakan seperti orang yang sedang ada di kamar mandi.


Ceklek.


Daniel membuka pintu kamar mandi dan memeriksa kamar mandi yang ternyata kosong.


"Dimana, bunny ku?"


Daniel pun berjalan keluar dari kamar menuju dapur. Biasanya istrinya itu akan di dapur jika tidak ada di kamar.


"Bunny," panggil Daniel menuruni anak tangga dengan cepat.


"Tuan," sapa pak Lim.


"Dimana bunny ku? Eh maksudnya dimana istriku?" tanya Daniel.


"Saya tidak melihat nona keluar dari kamar, tuan. Saya tadi sedang mengontrol di belakang."


Daniel langsung berjalan menuju dapur. Perasaan nya tiba-tiba saja tidak enak.


"Zahra!" teriak Daniel langsung berlari mendekati istrinya yang terkapar kaku di lantai dengan kening dan juga hidung yang berdarah.


"Pak Lim, panggil dokter!"


"Baik tuan."


Daniel langsung menggendong istrinya menuju kamar.


"Daniel ada apa?" tanya Aisyah yang terkejut mendengar putranya berteriak.


Daniel tidak menjawab, pikirannya terlalu kacau melihat kepala Zahra yang berdarah. Bukankah darah Zahra itu sangat menggiurkan untuk di peras habis.


Tidak! Jangan pikirkan hal buruk itu, Daniel! Dia istrimu! Ya Allah, tolonglah hamba.


Daniel membaringkan tubuh Zahra di atas ranjang. Aisyah dan Malik pun ikut masuk ke dalam kamar. Dengan telaten Daniel membersihkan luka Zahra sembari menahan hasrat biadab nya itu.


"Ada apa ini, Daniel? Mengapa istri mu terluka?" tanya Malik.


"Daniel tidak tahu. Ketika Daniel ke dapur Zahra sudah seperti ini."


"Tuan, dokter sudah datang." Pak Lim masuk sembari membawa seorang dokter wanita. Dokter kepercayaan yang selalu menangani Aisyah dan juga pekerja wanita lainnya.


"Cepat periksa istriku!"


Dokter wanita itu pun langsung memeriksa zahra dengan telaten. Daniel menatap wajah pucat Zahra, ia sangat khawatir dengan keadaan istrinya itu.


"Nona hanya kelelahan dan juga depresi....


"Depresi? Apa yang membuat istriku depresi?" tanya Daniel.


"Sepertinya ada sesuatu yang membuat nona terkejut ataupun membuat nona berpikir terlalu keras...


"Apa? Berpikir keras? Terkejut? Bagaimana bisa?" tanya Daniel frustasi.


"Daniel sudahlah. Kita akan menanyakan nya pada istrimu setelah sadar. Pasti terjadi sesuatu yang membuat batinnya terkejut," ucap Malik.


Daniel pun mengangguk dan meminta pak Lim untuk menghantarkan dokter itu ke kamar tamu. Ia masih membutuhkan dokter itu karena jika nanti Zahra pingsan lagi ia tak perlu menunggu lama lagi.


Tinggallah Aisyah, Malik dan juga Daniel di kamar menunggu Zahra sadar.


"Abi, apakah ada penjahat di rumah kita?" tanya Aisyah tampak khawatir. Belakangan ini terlalu banyak kejadian yang tak pernah terjadi di mansion Raymond.


"Abi akan mencari orang itu, Umi. Abi tidak akan membiarkan orang itu menjangkau kita."


"Tapi bagaimana kalau orang itu dekat dengan kita?" tanya Aisyah.


"Pastinya, Umi. Orang itu memang dekat dengan kita. Maksudnya dia tinggal di sini. Sebab dia tahu seluk beluk rumah dan juga bisa meretas cctv kita. Jadi, kita harus waspada dengan para pekerja di sini."


"Abi, ganti saja pekerjanya. Umi takut."


Malik tersenyum sembari memeluk istrinya itu. Sudah bertahun-tahun ia menikah dengan wanita yang mau menerima masa lalunya itu.


"Abi janji akan menyelesaikannya dengan cepat."


Daniel tersenyum melihat Abi dan Umi-nya terlihat mesra. Ia pun kembali menatap Zahra yang masih belum sadar.


"Jangan! Jangan!!" teriak Zahra membuat Daniel terkejut dan langsung memeluk istrinya yang masih berteriak.


"Zahra bangun. Ini aku, bangunlah!"


"Jangan! Menjauhlah! Menjauhlah!" teriak Zahra sembari menangis. Matanya masih tertutup rapat. Gadis itu pasti sedang bermimpi buruk.


"Zahra, nak bangunlah." Aisyah mencoba menepuk-nepuk pipi Zahra. Gadis itu langsung membuka matanya. Dia terdiam menatap kosong ke depan.


"Minumlah, nak." Malik memberikan air pada Aisyah dan langsung di berikan pada Zahra. Gadis itu meneguk rakus air minum sampai gelas kosong.


"Honey, apa apa?" tanya Daniel memekuk Zahra dengan erat.


"Aku akan mati. Dia akan membunuh ku! Dia akan membunuh....


"Apa maksud mu, honey. Tidak akan ada yang membunuhmu. Aku akan melindungi mu," potong Daniel mengecup kening Zahra.


"Dia akan membuat dada ku sakit, kepala ku akan di tusuk-tusuk, perut ku akan membuncit. Dia akan menghantuiku. Dia akan membunuhku, aku akan mati!" tangis Zahra histeris membuat Daniel kewalahan.


"Tenanglah sayang, aku akan melindungi mu." Daniel mencoba membujuk Zahra agar tidak menangis lagi.


"Aku akan mati," lirih Zahra memegang kepalanya.


"Tidak, kau tidak akan mati. Aku akan membunuh siapapun yang akan menyakitimu!" tekan Daniel semakin membuat Zahra berteriak histeris.


"Bunuh! Bunuh! Jangan bunuh aku!" teriak Zahra.


"Tolong! Tolong!" teriak Zahra histeris.


"Abi akan memanggil dokter Setya." Malik meraih ponselnya lalu mencoba menghubungi dokter pribadi Daniel. Sepertinya keadaan Zahra sangat buruk. Entah apa yang di lihatnya tadi hingga ia seperti itu sekarang.


_


_


_


_


_


Maaf yah kalau kurang seruπŸ˜₯


Berdasarkan komentar para Readers berikut list tersangka:



Daniel


Malik


Pak Lim


Dion


Rianthy


Ruby


Tunangan Hana


Aisyah.


9 Silvi.



Ada lagi?πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Ini lah ke sembilan tersangka πŸ˜‚πŸ˜‚ untung gak ada author di dalam.πŸ˜‚


Selamat berpikir kawan-kawan πŸ˜‚πŸ˜‚


Jangan lupa like komen dan juga vote yah biar author makin semangat up nya..


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah


tbc.