Bimbing Aku Istriku

Bimbing Aku Istriku
Apakah Daniel pelakunya?


Author POV


Daniel segera turun dari mobil dan berlari masuk ke mansion. Dengan cepat ia berlari menuju kamar dan benar saja sudah ada Umi-nya di sana dan juga Zahra yang tampak terbaring di atas ranjang.


"Assalamu'alaikum, Umi. Ada apa?" tanya Daniel sembari mengatur nafasnya.


"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh. Istrimu hanya kelelahan saja. Sedikit dehidrasi dan juga kurang istirahat." Daniel mengangguk mengerti mendengarkan penjelasan dari Umi nya. Ia pun naik ke ranjang duduk di samping Zahra yang masih berbaring.


"Kapan dia akan bangun?" tanya Daniel memandangi wajah pucat Zahra.


"Mungkin sebentar lagi, dokter sudah memberikan vitamin untuknya. Umi akan ke dapur untuk meminta para pelayan membuatkan sup. Kau tetap di sini yah, temani istrimu." Aisyah berdiri berjalan meninggalkan Daniel yang masih fokus menatap wajah Zahra.


Ia membaringkan tubuhnya memeluk istrinya.


"Maafkan aku."


"Kau pasti berpikir aku menjauhi mu karena aku tidak menyukai mu. Aku menyukai mu, kau itu manis dan juga menggemaskan dan karena itulah aku tak ingin kalau sampai aku melukai mu nanti. Maafkan aku."


Daniel menatap langit-langit kamar menghela nafas berat. Ia bangun dari baring nya lalu pergi ke kamar mandi. Ia butuh sesuatu untuk menyegarkan otaknya.


Beberapa menit kemudian.


Daniel sudah keluar dari kamar mandi. Ia langsung masuk ke ruang ganti dan memakai pakaiannya. Setelah selesai berpakaian ia melihat ke arah ranjang. Tampak istrinya menggeliat sembari bergumam tidak jelas.


"Sweetie, kau sudah bangun?" tanya Daniel mendekat membantu Zahra untuk duduk.


"Minumlah ini," ucap Daniel memberikan gelas berisi air putih pada Zahra. Gadis itu hanya diam menerima air lalu meneguknya.


"Kau baik-baik saja, sweetie?" tanya Daniel sembari merapikan rambut Zahra yang berantakan.


"Iya, aku baik-baik saja."


Daniel menghela nafas berat, nada suara istrinya begitu dingin. "Baiklah kalau kau baik-baik saja aku akan memanggil pak Lim untuk membawakan makanan kemari. Kata dokter kau butuh asupan."


Zahra hanya mengangguk tak berniat untuk menjawab atau membuka suaranya.


"Maafkan aku," ucap Daniel menggenggam tangan Zahra. Gadis itu langsung menatap suaminya yang tiba-tiba saja minta maaf.


"Apa kesalahan yang sudah hubby perbuat hingga harus meminta maaf?" tanya Zahra. Memang mudah mengucapkan kata maaf, tapi sebelum itu lebih baik tanyakan pada orang itu apa kesalahan nya hingga ia meminta maaf. Jangan sampai orang itu mengucapkan kata maaf tapi tidak tahu apa kesalahannya hingga di masa depan kesalahan yang sama akan terulang lagi.


"Aku bersalah. Aku menjauhi mu. Kau pasti berpikir keras alasan aku menjauhi mu, makanya kau jadi sakit."


"Aku tidak mengharapkan kau mendekatiku atau menjauhiku. Aku hanya merasa bahwa kau membenciku karena kau tiba-tiba saja berubah, Hubby. Bukankah kau berjanji ingin berubah menjadi lebih baik bersama ku. Bukankah kita berjanji menjalaninya bersama, tapi mengapa kau sekarang menjauh? Apa kau membenci ku?" lirih Zahra. Perlakuan lembut Daniel membuat ia merasakan sebuah arti perlindungan dari orang terdekat. Jadi, ketika Daniel menjauhinya ia merasa hampa.


"Bukan begitu, sweetie. Aku tidak membenci mu, sama sekali tidak membencimu. Aku hanya tak ingin melukai mu. Setiap kali aku mencoba menyentuhmu ingatan masa lalu itu akan menghantuiku dan pada saat itu aku ingin membunuh mu."


Deg


"Kau dengar, aku ingin membunuhmu! Makanya aku menjauh."


Zahra terdiam membeku mendengar penjelasan dari Daniel. Jadi, selama ini laki-laki itu menjauhinya karena ingin melindunginya.


"Jangan jauhi aku! Kalau kau ingin berubah jangan jauhi aku! Kita lewati bersama. Kau memilihku sebagai istrimu maka kau juga harus bisa menahan diri dari bisikan syetan itu."


"Tapi bagaimana kalau aku tiba-tiba melukai mu?" tanya Daniel membuat Zahra kembali terdiam.


Melukaiku? Apa yang harus aku lakukan? Di satu sisi aku kasihan padanya yang terlihat tersiksa tapi di sisi lain aku juga tidak ingin terluka. Ya Allah, berilah jalan yang terbaik untuk kami berdua.


"Aku akan menghentikan mu. Aku tidak akan membiarkan mu melukai ku, aku akan menghentikan mu jika kau berani melukaiku." Daniel menatap lekat mata istrinya. Apa yang di pikirkan gadis itu hingga mau menantang maut.


"Tapi aku tidak bisa."


"Kau harus bisa! Harus bisa!" tekan Zahra menyakinkan Daniel. Jika ada keinginan makan semua akan berjalan dengan semestinya.


"Aku akan membantumu. Aku janji."


"Terimakasih." Daniel memeluk Zahra dengan erat, ada rasa hangat yang kembali menyelimuti jiwanya. Rasa nyaman dan juga sebuah ketenangan.


*******


Hari sudah berganti malam tepatnya jam 12 malam. Zahra sudah tertidur dengan pulas nya namun di sisinya tidak ada Daniel yang berbaring. Dimanakah laki-laki itu?


Zahra menggeliat, ia duduk dari baringnya karena tiba-tiba ingin buang air kecil. Zahra pun langsung ke kamar mandi untuk segera buang air kecil.


Setelah dari kamar mandi Zahra kembali berjalan ke ranjang. Matanya mencari Daniel kesana-kemari. Laki-laki itu tidak ada di kamar.


Zahra berpikir mungkin saja Daniel punya pekerjaan lain. Kantuknya terlalu berat hingga ia memilih untuk tidur lagi.


Keesokan harinya.


Zahra sudah selesai shalat subuh dan kini tengah berada di dapur untuk memasak sarapan sedangkan Daniel masih belum pulang dari masjid.


Ketika Zahra membuka mata, Daniel sudah ada di sampingnya. Entah darimana laki-laki itu, dia tidur dengan nafas yang tidak teratur. Seperti kelelahan.


"Akhhhhh!!!"


Suara teriakan berasal dari belakang mansion membuat Zahra penasaran. Para pelayan berbondong-bondong berlari ke belakang rumah begitu juga dengan Aisyah.


"Ada apa?" tanya Aisyah.


"A-ada mayat! Ada mayat tergantung di pohon sana!" teriak pelayan itu dengan nada gemetar membuat Zahra terkejut sekaligus takut.


Mayat? Daniel menghilang tadi malam. Apa mungkin?


"Ada apa, Umi?" tanya Malik yang baru saja pulang dari masjid bersama dengan Daniel dan pak Lim.


Zahra melirik ke arah suaminya yang terlihat biasa-biasa saja.


"Ada mayat," ucap Zahra membuat Daniel menoleh ke arahnya.


"Mayat?" tanya Malik.


Malik pun berjalan mendekati pohon yang daunnya rimbun itu dan benar saja. Ada mayat perempuan dengan keadaan mengenaskan dan posisi di gantung di pohon itu. Dari kejauhan tidak bisa di lihat namun jika sudah dekat kita akan di buat terkejut.


Zahra terus saja menatap kearah Daniel tepatnya luka yang ada di lengan laki-laki itu.


Seperti luka goresan.


Apa Daniel yang melakukan nya?


"Bagaimana, Bi?" tanya Daniel.


"Benar. Ada mayat di sini. Pak Lim perintah kan pada seluruh pelayan untuk berkumpul di ruang kerja saya dan juga para penjaga!" titah Malik.


"Baik tuan."


"Daniel bawa istrimu naik ke atas. Biar Abi yang mengurus hal ini."


"Baik."


Daniel pun melirik kembali istrinya yang tampak pucat, ia menggenggam tangan Zahra membuat gadis itu terlonjak kaget.


"Ayo kita ke atas."


Zahra hanya mengangguk lalu berjalan mengikuti Daniel pergi ke kamar.


_


_


_


_


_


_


yoo guys mungkin nanti author akan cuti selama 3 hari tapi harinya itu entah hari apa karena author akan melakukan perjalanan laut.


Oleh karena itu, baiknya teman-teman join ke GC untuk mengetahui info selanjutnya 🥰


Kata kunci GC: Assalamu'alaikum dede Author.


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah


jangan lupa like komen dan juga vote dong😭


tbc