
Sebelum tidur seperti biasa, Nadifa pasti sedang sibuk berkirim puisi pengantar malam dengan Malik, saat ini ia berfikir pasti Galih sudah tertidur duluan seperti biasa disampingnya, nyatanya tidak seperti itu dimulai malam ini.
"Kamu sedang WA an sama siapa malam-malam begini?"
Suatu kalimat pertanyaan yang membuat ia kaget bukan main, ia faham betul itu suara suaminya yang belum tidur semenjak tadi atau sudah tidur namun bangun kembali.
Dengan cepat meng end chat pesan WA Malik dan langsung beralih membuka WA Group panitia yang memang masih ramai sejak tadi.
Nadifa pun memiring kan tubuhnya untuk bisa melihat Galih dengan jelas.
Galih pun mulai menempelkan kepalanya didekat kepala Nadifa untuk melihat aktivitas Nadifa di HP itu.
"Aku sedang mengikuti obrolan di WA group sayang, panitia Fam Gath," Nadifa dengan mantap memperlihatkan percakapan di grup WA tersebut karena ia sudah merasa aman bahwa Malik tidak akan membalas pesannya lagi.
"Ingat, jangan sampai bohongi aku ya," ucap Galih.
Nadifa kembali kaget tapi ia sangat pintar untuk tetap bersikap santai," Iya dong sayang" Nadifa pun mencium pipi Galih.
"Kan, Aneh banget! apa Galih sedang memata-matai hubungan ku dengan Malik ya, apa dia sudah tahu tapi masih berpura-pura tidak tahu, jadi secara tidak langsung memberiku kode-kode untuk secepatnya berhenti!" Kata Nadifa dalam fikirannya.
Tentu* saja..posisi Nadifa dan Malik untuk saat ini masih aman, karena masih belum diketahui..ini adalah sikap Galih yang muncul untuk lebih posesif, menjaga Nadifa agar tidak terjatuh seperti kesalahan yang telah ia buat..walau tanpa kesengajaannya*.
******
"Kaos ini masih ada stok sampai 1000 pacs Pak ?" tanya Nadifa yang tengah berdiri ditemani Fajar di pusat toko grosiran khusus kaos polos.
Sesuai janji mereka kemarin, pagi ini akan pergi berbelanja kaos untuk kostum peserta Fam Gath
"Iya Pak, biru muda ukurannya All size saja untuk anak-anak ukuran S nya 20 ukuran M nya 30 saja disesuaikan dengan ukuran anak-anak ya Pak," balas Nadifa sambil memegang buku notes nya.
"Berapa harga nya 1 pcs ?" Fajar menimpali.
"Jika membeli diatas 500 pcs harga baju turun 5000 per buah," jawab penjual.
Nadifa dan Fajar senyum setuju, mereka tidak salah memasuki kakinya ke toko ini, harga nya lebih murah dibanding dengan rencana kisaran harga yang telah mereka buat kemarin pada saat rapat.
Nadifa dan Fajar masih terlihat sibuk sedang merundingkan apa lagi yang harus mereka beli dan siapkan untuk keperluan Acara Fam Gath nanti.
Sungguh kesibukan itu tidak ikut dirasakan oleh Malik yang masih berdiam tidak semangat menatapi komputernya karena belum mendapat kabar semenjak pagi dari Nadifa, ia sudah mengirimi pesan WA tetapi Nadifa belum kunjung membalas.
Seperti biasa ia mulai bermain dengan bisikan-bisikan yang ada dikepalanya.
"Terlalu sibuk apa sih, sampai melihat HP saja tidak bisa, tau begini aku tidak mengizinkan mu pergi hari ini!" gerutu Malik kesal terus melihati meja kerja Nadifa yang kini masih kosong.
Hari sudah semakin siang, tidak waktu sudah menunjukan jam 11.00 Wib.
"Alhamdulillah sudah kelar semua ya, Dif," Ujar Fajar.
"Iya Mas, Alhamdulillah," Nadifa masih sibuk membereskan sisa uang yang dimasukan kembali kedalam amplop kantor.
"Apa sebaiknya kita makan siang saja dijalan, kasian sama Pak Somad ( driver kantor ) dia sudah menunggui kita dari pagi," Ajak Fajar.
"Oh iya baik Mas, nanti kita berhenti saja ditempat makan." Nadifa menyetujui permintaan Fajar.