Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Teman SMP


Hari ini telah tiba, acara Family Gathering untuk seluruh karyawan DARMA GROUP pun dimulai.


Terlihat para karyawan dengan keluarga masing-masing, sedang berkumpul diperkarangan kantor menunggu aba-aba keberangkatan menuju Taman Safari.


Nadifa dan Fajar masih menjadi MC acara tersebut, mereka berjalan kesana-kemari untuk mengatur segala sesuatu nya sambil terus memegangi Mic dan kertas berisi rundown acara Fam Gath ini.


Disisi kanan, terlihat beberapa karyawan tengah berfoto-foto dengan Kinanti, istri Malik yang mereka ketahui adalah pembawa berita di Stasiun TV.


Malik pun tengah sibuk memegangi putri-putrinya yang ingin berlari kesana-kemari dan tetap melihati Nadifa dengan senyuman menyemangatinya.


Galih yang ikut dalam acara tersebut, masih melihati Malik yang sedang memandangi istrinya itu. Ia yakin Malik menyukai nya, entah insting dari mana.


"Hey, Galih bukan ya?" tanya Fajar menyapa sambil menepuk pundak Galih yang masih melihati Malik dari jauh.


Galih menoleh untuk mencari siapa yang menepuk pundaknya dan ia pun kaget bukan kepalang," Fajar!" teriak Galih saling merangkul, ia senang bertemu teman SMP nya dulu.


apa ?? teman SMP ...Wah sungguh menakjubkan!!...


"Gimana kabarnya bro ?" tanya Fajar sambil tertawa sumringah.


"Baik bro, oh iya enggak nyangka ya loe temen kerja bini gue juga ternyata," ucap Galih.


"Yang mana istri loe ?" tanya Fajar lagi.


Galih menunjuk ke arah wanita yang masih berdiri ditengah-tengah kerumunan karyawan yang sedang mengarahkan memberi aba-aba.


"Nadifa?" Fajar menekan suaranya agak meninggi.


Galih mengangguk diiringi tanda bangga bisa menikahi wanita secantik Nadifa.


Fajar pun meredupkan wajahnya sebentar, dan tersenyum tipis akan hal yang baru ia dengar.


"Mana bini loe ?" Galih hanya melihat seorang Anak lelaki yang sedang ia genggam tangannya.


"Sudah enggak ada Lih, meninggal dua tahun yang lalu," jawab Fajar sambil mengelus-elus rambut putranya.


"Oh oke baik sini Nak, sama Om," Galih menggenggam tangan Anak kecil itu.


Perbincangan sebentar antara Galih dan Fajar itu tertangkap dalam pandangan mata Malik dan Nadifa.


Mereka pasti mengucapkan hal yang sama dalam hatinya , mengapa bisa saling mengenal??


Karena Bis Pariwisata telah datang semua, maka seluruh karyawan di persilahkan masuk sesuai nomor bis yang mereka akan tumpangi.


Nomor Bis Malik dan Nadifa kebetulan berbeda, Nadifa, Galih dan Fajar di Bis nomor 2 dan Malik di Bis nomor 5.


Semua karyawan dan keluarga memberikan wajah sorak gembira, bertamasya dengan keluarga tercinta adalah hal yang selalu dinantikan oleh mereka.


Nadifa duduk disamping Galih dan didepannya ada Fajar beserta Putranya, mereka sudah duduk bersiap untuk menikmati perjalanan untuk bertamasya.


Nadifa mencolek Galih yang tengah sibuk bermaim Game di Ipadanya," Kamu kenal sama Mas Fajar, dia yang waktu makan soto sama aku setelah dari toko grosir kaos yang waktu kamu curigai itu," tanya Nadifa pelan agar suaranya tidak terlalu didengar oleh Fajar.


Galih mengangkat wajahnya," Oh yang itu! Fajar itu teman SMP aku, dulu kita satu eskul bareng, Anak Badminton"


"Oooohhhh," Nadifa mengangguk.


Mungkin ini adalah berita yang bagus untuk Malik setelah ini, bahwa ia tidak perlu mencumburui Fajar lagi, karena Fajar tidak mungkin merebut dirinya dari Galih.


"Aku perhatikan, Atasanmu seperti melihatimu terus dari jauh,"


"Siapa ?" Nadifa kaget.


"Lelaki yang pernah berdua denganmu diruangan kerja kalian,"


Nadifa tidak suka dengan perkataan itu," Bukan berduaan Mas,"


"Ya apalah itu, yang jelas memang kalian sedang berdua saat itu!"


Nadifa hanya diam tidak mau membahas masalah itu lagi, ia tidak mau mengubah Mood nya menjadi jelek.