
Malam yang dingin karena diiringi hujan deras mengguyur bumi, kini telah tergantikan dengan kilaunya cahaya Matahari pagi. Ada sebuah pelangi muncul dilangit memberi kesejukan dan keindahan bagi setiap mata yang memandang.
Bepp..bepp..bepp
Suara notifikasi WA Nadifa berbunyi.
Malik :
*** Selamat pagi wahai penghuni bumi, lihatlah pelangi pagi ini, cantiknya seperti dirimu yang sangat ku rindu***
Nadifa tersenyum kegirangan tiada tara, pagi-pagi sudah mendapat pesan pujian dan semangat untuknya kini.
Nadifa :
***Selamat pagi cintaku, telah ku titip kan salam balik rindu lewat merpati pagi ini,ku bilang cepat lah datang kekantor..aku ingin memeluknya***
Nadifa dengan cepat menyimpan HP nya kedalam saku celana, ia kembali membereskan piring-piring bekas sarapan yang masin ada di meja bersama Galih yang sudah berlalu 15 menit lalu, karna Galih sudah berangkat telerbih dahulu.
Setelah dirasa selesai, Nadifa pun meninggali rumah dengan mengunci rapat pintu utama dan gerbang. Ia pun memesan gojeg untuk mengantarkannya ke kantor.
Malik seperti biasa sudah datang lebih awal dari pada anak-anak buah nya yang lain, ia meletakan sebuah kotak susu kemasan rasa cokelat dimeja kerja Nadifa.
Kembali meneruskan langkah menuju ruangan kaca kerjanya.
30 menit kemudian, sampai lah Nadifa di perkarangan kantor dan memasuki Lobby.
"Nadif !" panggil seseorang dibelakangnya.
Nadifa menoleh ke belakang dan menghentikan langkahnya," Oh Mas Fajar,"
"Nanti ada rapat lagi bersama semua panitia Fam Gath dif, ada di grup,"
"Oh ya maaf Mas, Nadif belum buka HP lagi,"
Lalu mereka mengayunkan langkah bersama menaiki lift menuju ruang kerja masing-masing, ruangan Divisi Marketindan Keuangan memang tidak begitu jauh.
"Duluan ya, sampai ketemu diruang rapat," ucap Fajar sebelum memasuki ruanganya.
Nadifa hanya mengangguk dan memberi senyum, lalu ia melangkah lebih cepat lagi untuk menemui sang kekasih hati, ia yakin Malik sudah datang.
Betul...sekali ! Malik sudah datang sedang menatap serius ke layar komputernya, ia pun melihat ada sekotak susu di meja kerjanya dan kembali menoleh ke arah Malik.
Ketika mau memutar langkah menuju Malik, belum ada satu langkah sudah terlebih dahulu terhenti karena Dania sudah muncul memegang pundaknya dari belakang.
"Pagi Dif," Dania duduk dikursinya dan meletakan tas nya.
"Iya Mba pagi juga," ucap Nadifa yang hampir saja ketahuan akan menghampiri Malik pagi-pagi seperti ini.
Cekrek..Cekrekk..Cekrekk !!
Ia pun mengirimi foto tersebut ke WA Malik
Nadifa :
***Cintaku, aku sudah sampai. Makasi ya***
send....
Malik pun menoleh ke arah Nadifa membenarkan WA tersebut bahwa Nadifa memang sudah datang, ia pun menoleh ke arah Malik sambil menyedot kotak susu yang diberikan untuknya, Mereka pun saling berpandangan sambil tersenyum.
**Malik :
***Sama-sama sayang, semangat kerjanya ya***
Nadifa :
***Aku ijin hari ini ya, ada rapat panita Fam Gath lagi jam 11 siang, boleh tidak?***
Malik :
***Boleh..yang penting jangan terlalu dekat dengan Fajar***
Nadifa :
*** Makasi sayang, muaach***
Malik :
*** Nanti pulang bersama ku ya, temani aku beli kue ultah untuk Letta***
Nadifa :
***Wah, letta ultah hari ini ?***
Malik :
***Ultahnya besok sayang***
Nadifa :
***Siap sayang, aku mau temani*****
Percakapan mereka pun akhirnya berhenti, kembali bekerja menyelesaikan beberapa laporan yang harus segera dikumpulkan.