Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Petaka Malam 2


Selamat baca🤗


***


Jdrrrrrrr


Pelatuk pistol sudah ditekan, selancar peluru sudah menukik tajam ke arah yang wanita yang tengah meringis dirangkul kuat oleh Malik.


"Sayang...awas!" teriakan Galih dari arah lain menerjang badai melindungi tubuh luar Nadifa dari peluru. Seketika darah segar mengalir dari balik punggung lelaki yang sudah limat tahun ini menikahi Nadifa.


"Mas?" kelakar Nadifa histeris


"Lih?" Malik tercengang lalu mendelik tajam ke arah Fajar, dihentakkan kakinya untuk menerjang Fajar.


Dan


Jdrrrrr!!


Darah segara mengalir kembali di pertengahan dada Malik. Dua lelaki itu terjatuh bersimbah darah diantara Nadifa dan Fajar.


"Lihat kan mereka bisa mati dalam sekejap?"


"..Itu semua karena aku hebat sayang, hahahaha!" tawa Fajar terbelalak kencang.


Raut wajah Galih dan Malik sudah pucat pasih, darah terus mengalir dan Nadifa tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya menangis dan mematung.


Nadifa hanya bisa menunduk melihati mereka berdua, melihati suaminya yang sudah tengkurap dengan punggung penuh darah serta Malik yang sedang terlentang penuh darah merah didada.


Mereka semua sudah tidak bernyawa. Tinggalah Fajar yang sedang tertawa lebar penuh kemenangan dalam peperangan ini.


Nadifa pun berteriak histeris meminta tolong dan ampunan.


"DIAM NADIFA!!" kini Fajar tengah mengarahkan pelatuk pistol itu ke arah wajah Nadifa.


"Aku ingin kamu mati!"


Jdrrrrr


Peluru mencuat gesit menembus dahi wanita ini..


Dan


Drrrr


"Astagfirullohaladzim, mimpi apa itu?" akhirnya Nadifa bisa menghela nafasnya dengan lega. Lalu bangkit dari ranjang untuk menenggak air digelas yang ada di nakas. Mengusap-usap wajahnya, mengerjipkan kedua matanya bahwa ini memanglah mimpi. Menghentak-hentakan kedua kaki nya ke lantai, untuk lebih meyakinkan.


"Oh sayang, kamu haus ya Nak?" Nadifa menggendong Gifali, anak ini terus menangis sudah diberikan satu susu botol nyatanya masih merengek. Ini menandakan bahwa sang Mama memang harus pergi menuju dapur.


Gelak hatinya masih bercaku padu tentang mimpi seram yang barusan ia rasakan. Hati nya mundur maju untuk melangkah keluar kamar, tapi untuk membuat Gifali diam dirinya tidak punya pilihan.


Ia terus melihati sisi sekelilingnya dengan takut-takut, sampailah kakinya menuruni satu anak tangga, tangannya terus bergetar memegangi pegangan tangga. Nafasnya tersengal kasar, ingin ia berlari kembali ke kamar namun ini semua sudah dipertengahan. Sesekali menutup matanya agar tidak melihat pemandangan yang menyeramkan.


Ini seperti dejavu baginya.


Jag.


Langkah kaki sudah mendarat anak tangga terakhir dan mendarat tepat dilantai, ia menunggu apakah betul akan ada Fajar yang menyergapnya dari belakang.


Nyatanya tidak, itu memang hanya mimpi seram ulah kejadian tadi siang. Lalu ia bersikap normal kembali menuju dapur, mengambil kotak susu dan membuatnya di beberapa botol untuk Gifali.


Srekkkkk.


Suara yang tidak diharapkan muncul kembali, sepertinya adrenalin Nadifa tengah memuncak dalam ketakutan yang amat sangat.


Ia membeku dalam posisinya, terus menatap pintu kamar mandi dapur yang gelap namun memercikan suara krasak krusuk.


Ingin ia berlari, namun merasa kakinya sudah tidak sanggup untuk melangkah. Lama kelamaan kepalanya terasa berat dan terlihat kunang-kunang sudah menjalar...tubuhnya pun terayun akan mendarat ke lantai..


Drrrrrr


****


Part selanjutnya nggak sengaja kehapuss guyss😭😭😭


segini dulu yaa..bbye❤️


Like, vote, rate dan tinggalkan komen yaa..thankyouu❤️