
"Dan ibumu menuruti kakekmu?,. " Tanya Lily penasaran.
"Tentu tidak.. Ibuku marah dan pergi dari rumah selama beberapa hari. " Ujar Lena sedih.
"Lalu bagaimana dengan ayahmu saat itu?,. " Tanya Lily kembali pada Lena.
"Ayah pergi bersama ibu, tapi tanpa sengaja ayah membaca pesan dihandphone ibuku dari kakekku yang isinya mengancam ibuku jika tidak segera membunuhku, maka akan membunuh ayahku. " Jawab Lena kembali sembari terisak.
"Yang sabar ya Lena, aku tahu kok apa yang kamu rasakan. " Ujar Lily sembari berusaha menghibur Lena.
"Dan ibuku marah sama ayahku karena membaca semua pesan tanpa sepengetahuan ibuku. " Ujar Lena kembali.
"Lalu.. Tiba tiba hubungan ayah dan ibuku menjadi renggang.. sering bertengkar tanpa alasan yang jelas, dan akhirnya ibuku pulang kerumah kakek tanpa sepengetahuan ayahku. " Ujar Lena sedih.
"Lalu ayahmu mencari ibumu kembali?,. " Tanya Lily kembali pada Lena.
"Tidak, ayahku justru memblokir semua nomer handphone ibuku.. dan akhirnya ibuku meminum obat pembunuh itu untuk membunuhku.. " Ujar Lena kembali.
"Lalu apa hubungannya dengan jimat dan mantra yang mengikatmu itu?,. " Tanya Lily pada Lena.
"Setelah aku terbunuh, mereka memanggil seorang dukun untuk menguburkan ku didalam taman dirumah kakekku.. Tetapi karena aku matinya tidak tenang, maka akupun selalu mengikuti ibuku, dan aku selalu duduk dipundak ibuku.. mengikuti kemanapun ibuku pergi.. dan itu yang menyebabkan ibuku semakin kurus sampai sampai kakekku mengantarkan ibuku berobat ke berbagai tempat tapi tidak manjur. " Ucap Lena kembali.
"Iyah, tetapi lama lama kakekku curiga, karena saat itu ibuku mau dijodohkan dengan anak client nya, dan kakekku pun mengundang orang pintar untuk mengetahui apa penyakit ibuku yang membuatnya menjadi kurus. " Jawab Lena kembali.
"Dan setelah si dukun itu datang, dia lalu menceritakan semua penyebab ibuku menjadi kurus dan layu badannya, seolah seperti kekurangan daya hidup. " Ujar Lena kembali.
"Jadi si dukun itulah yang mengikatmu dengan mantra dan kertas jimat itu?,. " Tanya Lily kembali pada Lena.
"Iyah betul, dan dia juga yang membuang jasadku di perkebunan kopi ini sebelum cafe ini dibangun.. " Ucap Lena kembali.
"Itu berarti kamu sudah ada sebelum cafe ini dibangun? ,. " Tanya Lily kembali.
"Iyah, dan di jasadku itulah kertas jimat itu berada.. dia yang mengikatku, sehingga aku tidak bisa pergi kemana mana. Bisa pergi pun jangkauanku hanya disekitar cafe itu berada. " Ucap Lena sedih.
"Lalu kamu berharap aku bisa menemukan jasadmu dan melepas jimat dan memecahkan mantra itu?,. " Tanya Lily pada Lena kembali.
"Iya, karena aku sudah pernah diberitahu, bahwa yang bisa melepaskanku adalah seorang gadis muda yang memiliki mata ketiga dan aroma yang menggoda para hantu. " Jawab Lena kembali pada Lily.
"Kenapa kamu begitu yakin Lena bahwa gadis itu adalah aku?,. " Tanya Lily sekali lagi pada Lena untuk meyakinkan Lena.
"Karena aku belum pernah menemukan seorang gadis yang seperti ciri ciri itu selain kamu, dan aku berharap kamu bisa membantuku.. aku akan membalas semua kebaikanmu nanti, apapun yang kamu minta selama aku masih bisa memenuhin aku akan usahakan. Tolong ya kak.. aku tahu kakak baik orangnya.. " Ujar Lena sembari memohon kepada Lily untuk mencoba menolongnya.