Aku berbeda

Aku berbeda
Hantu Wanita Tua Jahat


"Enggak lah buk, masak aku nyolong, dosa ih.. ini murni uang hasil laba dari jualan aku. " Kata Lily pada Ibunya.


"Lah kamu jualan apa Li, bisa dapat begini banyak, ibuk juga mau dong.. gimana caranya jualan, kan lumayan bisa buat beli kulkas baru. " Tanya Ibu pada Lily.


"Sebenarnya gini loh buk, aku awalnya kan disuruh jualin mobilnya Om Didi, terus aku foto ulang deh mobilnya dirumahnya beliau, eh terus aku posting di lapak jual beli, eh gak tahunya beneran laku, dan tahu gak buk.. aku berhasil jualin dua mobil loh.. ibuk pasti terkejut. " Ujar Lily sembari tertawa kecil.


"Dua mobil cuma dapat segini.. lahh kukira ini satu aja,. " Ujar Ibu dengan nada lirih sedikit kecewa.


"Lahh ibuk tidak bersyukur inih, aslinya aku malahan tidak terpikir dapat segini banyak loh buk, eh ditambahin terus sama Om Didi, akhirnya dapat segini,. Ih ibuk ini nyebelin ah, ini untuk Ibuk lima ratus ribu ajah karena udah nyebelin. Aku mau mandi terus siap siap solat. " Ujar Lily sembari nyelonong masuk ke kamar tidurnya.


"Iya iya deh Li, maaf ibuk dah berkata tadi, ibuk cuma bercanda kok, jangan marah ya, oh ya terimakasih ini yakin semuanya buat ibuk?, gak kebanyakan inih. " Jawab Ibu sembari bertanya pada Lily kembali.


"Gak buk, buat ibuk semua ituh. Iyah udah aku maafin, bikinin teh hangat bukk, aku mandi dulu ya, terimakasih ibuku sayang. " Ujar Lily sembari membawa handuk masuk ke kamar mandi.


"Siap anak ibuk paling cantik dan baik. " Jawab Ibu kembali pada Lily.


***


Saat itu minggu pagi, tiba tiba Lily mendapat pesan dari teman temannya.


"Lily.. ayuk ngumpul di coffe baru tengah hutan itu lo yang lagi Hits. Cowok cowok juga ikut kok Li, mau yah, kalau mau nanti aku jemput deh. "


Kata Sinta dalam pesan whatsapp nya pada Lily.


"Oke Sin, nanti jemput aku yah dirumah, kamu sama siapa ajah nanti. "


Balas Lily pada Sinta.


"Banyak pokoknya, Yul yul, Nana, sama Ayu juga ikut. "


"Oke siap aku tunggu ya. "


Balas Lily pada Sinta.


**


Dan sesampainya di Coffe baru itu, Lily segera berkumpul dengan bersama dengan teman temannya.


"Ternyata tempatnya asik ya, buat nongkrong sama ngopi. " Ujar Ryan sambil mengunyah roti di mulutnya.


"Pelan pelan, nanti tersedak loh, kalau mati karena roti kan gak lucu. " Kata Ayu sembari tertawa.


"Iyah Ryan, gak lucu tahu. Eh denger denger Coffe ini juga horor loh katanya. " Kata Nana.


"Masak sih, gimana ceritanya, gak usah nakut nakutin deh, tempatnya asri dan sejuk gini masak horor, gak percaya aku. " Balas Yul Yul.


"Kalau gak percaya tanya aja sama Aris. Tuh bapaknya Aris kan yang ngelola tempat ini. " Balas Nana.


"Ris, bener ayahmu yang ngelola Coffe ini?,. " Tanya Lily pada Aris.


"Iyah bener, kata bapakku pas Coffe ini dibangun banyak kejadian aneh. " Jawab Aris pelan, karena takut si barista dengar.


"Nah kan aku gak boong. Ada penampakan ya Ris?,. " Sambung Nana.


"Hushh, jangan keras keras suaranya, nanti ada yang dengar bisa dimarahin kita. " Ujar Lily.


"Iya memang benar ada penampakan, seringnya sih dikamar mandi, ada yang pernah diketuk ketuk kok pas lagi buang air kecil, padahal disebelahnya sepi gak ada siapa siapa. " Ujar Aris kembali.