Aku berbeda

Aku berbeda
Perempuan penunggu sendang


"Maksudnya satu kerajaan?,. " Tanya Lily pada Om Didi dengan muka serius.


"Tetapi tidak semuanya bisa diceritakan nduk, ada beberapa misteri yang memang tidak boleh diceritakan. " Kata Om Didi menjawab pertanyaan dari Lily yang masih penasaran.


"Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi. " Ujar Lily sedih karena merasa tidak mendapatkan jawaban yang pas.


Tiba tiba Lily mendengar suara.. seperti ada yang memanggilnya dari kejauhan..


"Nak, Lily.. "


"Nak, Lily.. " Ujar suara itu pelan sayup sayup dari kejauhan.


"Bentar Om sepertinya ada yang memanggilnya saya. " Ujar Lily keceplosan pada Om Didi.


"Iya saya tahu, itu suara wanita penunggu sendang belakang rumah ini nduk, sudah jangan digagas, dia memang suka usil suka menganggu tamu tamuku. " Ujar Om Didi pada Lily.


"Tapi.. sepertinya wanita ini baik Om. " Jawab Lily kembali.


"Tidak semua mahluk seperti mereka baik nduk, kamu masih polos masih bisa terperdaya oleh mereka.. suatu saat akan saya kenalkan dengan teman saya, supaya kamu tidak mudah terperdaya oleh mereka lagi. " Jawab Om Didi kembali pada Lily.


"Baiklah, teman Om itu orang hebat ya, bisa membedakan mereka yang jahat dan baik gitu Om?,. " Tanya Lily kembali pada Om Didi dengan penuh penasaran.


"Sebenarnya dia orang biasa, cuma mempunyai kelebihan bisa membantu menetralisir hawa ditubuhmu, supaya kamu tidak gampangan interaksi dengan semua mahluk seperti mereka. Jadi kamu nanti interaksinya hanya dengan mahluk mahluk tingkat tinggi bukan rendah sembarang mahluk. Supaya kamu juga nyaman. " Ujar Om Didi seraya menjelaskan pada Lily.


"Jadi, maksud Om Didi aku nanti sudah gak bisa berteman dengan sembarang mahluk.. " Tanya Lily kembali.


"Iya tepatnya begitu. " Jawab Om Didi kembali.


"Ya sudah aku tidak akan memaksa Nduk, tapi ada baiknya hawa ditubuhmu dinetralisir kan, untuk menjaga tubuhmu, supaya jika ada yang berniat jahat nanti kamu akan lebih waspada dan hati hati. " Ujar Om Didi kembali.


"Baiklah, saya nurut asal saya masih bisa berteman dengan mereka, karena mereka juga tidak semuanya jahat Om. " Kata Lily kembali pada Om Didi.


"Oh, ya gimana kalau besok ada waktu luang tak ajak ke perumahanku Nduk, siapa tahu rejekimu bisa jualin perumahanku. " Ujar Om Didi kembali pada Lily.


"Siap Om, saya akan berusaha, semoga bisa menjadi rejeki saya ya Om, dan syukur syukur bisa bantuin bisnis Om Didi. " Jawab Lily dengan semangat.


"Nah gitu dong, semangat. Nah karena udah sore nanti kamu biar dianter pulang sama Agus ya Nduk. " Kata Om Didi kembali pada Lily.


"Baik Om, terimakasih, maaf sudah banyak merepotkan. " Kata Lily sembari berpamitan kepada Om Didi.


***


Sesampainya dirumah, Lily pun segera memberitahukan berita gembira hasil penjualan mobil hari itu pada ibunya dan ayahnya.


"Buk.. buk.. aku punya kabar gembira.. " Teriak Lily memanggil Ibunya.


"Darimana kamu Ly, sudah hampir magrib lo baru pulang. " Jawab Ibuk Lily.


"Dari habis jualan buk, lumayan ini loh, dapat laba segini banyak. " Ujar Lily sambil memamerkan uangnya pada Ibunya.


"Ya allah.. banyak banget ini, darimana kamu dapat uang segitu banyak, kamu gak nyolong kan Ly?,. " Tanya Ibu pada Lily.