Aku berbeda

Aku berbeda
Dejavu


Setelah meminta saran dari Trey, Lily pun akhirnya menyanggupi permintaan Om Didi untuk membantunya dalam menjual mobilnya.


"Baik Om, saya akan mencoba membantu Om menjual mobil Om. " Tulis Lily di Whatsapp membalas pesannya Om Didi.


"Terimakasih nak Lily. Oh iya foto foto mobilnya sudah saya kirimkan ya, segera diproses supaya cepat terjual. " Balas Om Didi pada Whatsapp Lily.


"Baik Om, nanti kalau sudah ada pembeli saya kabari lagi, terimakasih. " Balas Lily kembali.


"Sama sama, sudah larut malam segera tidur, temanmu juga disuruh pulang supaya kamu bisa tidur kembali, maaf sudah mengganggu waktu tidurmu tadi. " Balas Om Didi.


Deg..


Seketika hati Lily langsung tertegun kaget,


"Apakah Om Didi tahu aku sedang bersama dengan Trey?,. " Tanya Lily kepada dirinya sendiri.


"Hey.. jangan melamun dong.. " Ujar Trey sembari menanggapi sikap Lily yang mendadak bengong.


"Trey, menurutmu Om Didi orangnya bagimana Trey, kok dia bisa tahu aku sedang sama kamu.. aneh kan?,. " Tanya Lily panik.


"Hahhh.. dia tahu aku sama kamu gitu.. kok bisa. " Jawab Trey pada Lily.


"Nihh.. coba kamu baca Whatsapp nya dia. " Ujar Lily kembali.


"Iya ya, aneh, eh tapi aku ingat.. bentar. " Kata Trey kembali.


" Ingat apa, ishh.. selalu lama deh kalau mau bicara.. bikin orang penasaran. " Ujar Lily kembali.


"Iya maaf, aku kan lagi mikir, lupa udah lama soalnya. Nah, sekarang baru keingat, guruku dulu pernah cerita ada beberapa manusia pilihan yang mempunyai hawa aneh. " Jawab Trey pada Lily.


"Hawa aneh maksudnya?,. " Tanya Lily kembali penasaran dengan jawaban Trey.


"Hawa aneh manusia itu yang membuat mereka peka dengan segala hal ghaib, hampir sama dengan yang kamu alamin Lily, cuma bedanya kemampuan setiap orangnya berbeda beda. Bahkan kalau mereka sudah ditingkat tinggi mereka bahkan bisa memanggil hantu hantu tingkat tinggi untuk dimintai kerjasama. " Ujar Trey kembali pada Lily sembari menjelaskan panjang lebar.


"Jadi tidak menutup kemungkinan kalau Om Didi salah satunya gitu ya, jangan jangan beliau memintaku untuk membantu menjual mobilnya juga karena beliau tahu aku orangnya aneh ya Trey. " Jawab Lily kembali pada Trey.


"Bisa jadi sih, ya udah Lily, kamu lanjut tidur sudah larut malam, aku pamit dulu ya, kalau perlu bantuan panggil aja namaku, oke. " Ujar Trey sembari menghilang perlahan di depan Lily.


***


Esok harinya Lily berencana untuk memfoto mobilnya Om Didi kembali, hal ini dikarenakan Lily merasa foto yang dikirimkan oleh Om Didi kurang jelas.


"Assalamu'alaikum Om, saya minta izin mau memfoto ulang mobilnya baru saya upload nanti boleh tidak om?,. " Tanya Lily di Whatsapp pada Om Didi.


"Boleh nduk, sini saya dirumah. Kamu langsung saja ke Jalan Mawar no 19. Tanya saja rumah Om Didi. " Balas Om Didi pada Lily.


"Baik Om. " Balas Lily.


"Lebih baik aku pesan ojek online saja supaya lebih cepat. " Ujar Lily dalam hati sembari memencet Handphone nya untuk memesan ojek online.


***


Sesampainya di Jalan Mawar no 19. Lily merasakan perasaan akrab dan nyaman, seperti pernah mengunjungi tempat tersebut. Dan anehnya Lily merasa setiap rumah yang ada disana seolah mengingat kan memory yang telah hilang..


"Mbak sebenarnya mau kerumah siapa mbak di Jalan Mawar no 19 ini. " Tanya tukang ojek pada Lily.


"Mau kerumah Om Didi Pak, Bapak tahu?,. " Jawab Lily kembali sembari bertanya ke tukang ojek


"Oh Pak Didi, tahu, tahu mbak, itu rumah besar yang gerbangnya putih. bentar lagi sampai. " Ujar tukang ojek pada Lily.


"Nah sudah sampai mbak. " Ujar tukang ojek itu kembali.


"Iya terimakasih pak. " Jawab Lily sembari menyodorkan uang tip.


"Gak usah mbak,. " Jawab Pak ojek.


"Gak papa pak, buat makan siang bapak nanti. " Jawab Lily.


"Saya terima mbak, terimakasih banyak ya mbak, semoga kebaikan mbak dibalas Tuhan. " Ujar Pak ojek sembari pergi.


"Halo, nduk Lily ya?,. " Sapa seorang Pria paruh baya didepan sebuah gerbang tinggi berwarna putih.