Aku berbeda

Aku berbeda
Orang tua Lena


Karena mendengar suara gaduh yang ditimbulkan Lily dan teman temannya, Mas Adit selaku barista di Coffe tersebut lantas menanyai Lily.


"Kenapa dek, kok lari lari. " Tanya Mas Adit pada Lily dan teman teman Lily.


"Iiiitu mas.. ada hantu.. " Kata Yul Yul.


"Iiiya mas ada suara ngeri.. ihh.. " Sambung Sinta.


"Sssttt.. gak mas, cuma suara angin palingan. " Sambung Aris.


"Iya iya betul mas.. palingan angin.. pohon disini kan banyak mas palingan kena angin ada buah yang jatuh atau ranting gitu. " Sambung Lily sembari mengajak Yul Yul dan Sinta pergi.


"Ihh.. Lily mah gitu, jelas jelas suara hantu itu.. jangan jangan hantunya pengen kita segera pergi. " Ujar Yul Yul kembali pada Lily.


"Nahh makanya ayok segera pergi.. aku takut ih.. " Ujar Nana.


"Aku juga mau pulang ah.. takut. " Balas Ayu.


"Aris kamu yang bayar yah.. nanti totalnya berapa kamu whatsapp aja, besok biar pada iuran semuanya. " Kata Lily pada Aris.


"Siap.. ini Ryan katanya mau traktir kita semua jadinya dia yang bayar. " Jawab Aris.


"Hahh.. ya udah deh gak papa, aku aja yang bayarin, tenang aku habis dapat rejeki kok. " Balas Ryan.


"Oke, makasih Ryan, lain kali lagi ya.. bye. " Ujar Nana.


"Dah Ryan, makasih ya. " Sambung Ayu.


"Makasih Ryan. " Sambung Sinta, Yul Yul dan Lily kompak.


"Sama sama. " Jawab Ryan sembari menuju meja kasir.


***


Sesampainya di rumah, Lily pun masih kepikiran dengan cerita Lena si hantu kecil. Lalu dia teringat dengan bunga kopi pemberian dari Lena, dan ia pun mulai memanggil nama Lena..


"Lena.. ini aku.. Lily.. " Kata Lily pelan sembari menatap bunga kopi diatas meja belajarnya.


"Kamu beneran tidak bisa pergi dari coffe itu?,. " Tanya Lily kembali pada Lena.


"Iya kak, ada kertas mantra dan jimat yang mengikat ku.. " Balas Lena pelan.


"Kamu pasti sedih sekali, ngomong ngomong katanya kamu mau ceritain gimana kejadian awalnya.. " Tanya Lily kembali pada Lena.


"Iya kak, aku kan udah janji sama kakak mau ceritain kisahku, karena aku percaya kakak dapat menolongku suatu saat nanti. " Ujar Lena kembali pada Lily.


"Yakin aku bisa menolong mu Lena?,. " Tanya Lily kembali pada Lena.


"Iya semoga gadis muda yang dikatakan bisa menolong ku itu beneran kakak. " Jawab Lena kembali.


"Orang tuamu dimana Lena, kenapa dia tega membuangmu disana. " Tanya Lily kembali pada Lena.


"Ibuku adalah seorang gadis yang sangat cantik, dan juga anak orang berada. Sedangkan ayahku hanya anak petani biasa. Ayah dan ibuku sudah lama sekali menjalin cinta, bahkan berencana menikah setelah lulus kuliah nanti. " Ujar Lena.


"Terus.. " Kata Lily penasaran.


"Namun usaha ayahku untuk mendekati kakek nenekku ternyata sia sia.. " Ujar Lena kembali.


"Lalu.. " Kata Lily penasaran.


"Lalu, hingga suatu saat ibuku kecelakaan bersama dengan ayahku saat naik motor. " Ujar Lena kembali.


"Disaat kecelakaan itulah, ibuku ternyata sedang mengandungku tiga bulan.. " Ujar Lena kembali.


"Lalu kamu gugur?,. " Tanya Lily penasaran.


"Bukan, aku masih bisa diselamatkan.. tetapi ketahuan oleh kakek nenekku.. " Ujar Lena sedih.


"Lalu?.. " Tanya Lily penasaran.


"Setelah tahu ibuku hamil dan bisa diselamatkan aku, kakek dan nenekku malah menyuruh dokter untuk meminumkan ibukku suatu obat yang bisa membuatku terbunuh.. " Ujar Lena sedih..