
Sejak kecil Lily mempunyai insting kuat terutama soal hal hal yang berkaitan dengan ghaib. sebenarnya orang tua Lily sudah mengetahui hal tersebut, tetapi mereka tidak terlalu yakin dengan apa yang Lily sampaikan setiap kali Lily merasa ada hal yang aneh.
Malam itu seperti biasa Ibu Lily selalu meninggalkan Lily untuk pergi menengok ayam ayam yang ada dikandang. karena sudah biasa ditinggal setiap malam, Lily pun menonton televisi seperti biasa di ruang tengah.
"Li, Ibuk mau nengok ayam dikandang ya, kamu berani kan ibuk tinggal, nonton televisi saja, jangan kemana mana ya, " kata Ibu Lily.
"Iya, tapi jangan lama lama ya mak,. " ujar Lily, sembari mulutnya mengunyah roti.
"Iya, pintunya dikunci. " Kata Ibuk Lily kembali.
"Tuh kan, kalian mulai muncul sembarangan setelah Ibuk aku pergi, huh! menyebalkan! " ujar Lily kesal sambil memonyongkan mulutnya.
Tak berapa lama berselang satu menit, mulai terdengar suara, "kreetttt, kreetttt, kreetttt.. " dan semakin lama suaranya semakin jelas, seperti jari jari kuku yang sangat panjang yang sedang mencakar tembok diruang tamu depan.
Lily pun dengan ketakutan mulai memejamkan matanya dan melihat apa yang ada didepan. tampak mahluk berwarna hitam berambut sebahu dan keriting sedang mencakar mencakar temboknya berusaha masuk rumah Lily, tetapi tidak bisa karena terhalang sesuatu.