
Sontak Lily kaget mendengar ada suara yang memanggilnya tiba tiba. Tetapi mata dan wajah pria baruh baya itu nampak sangat akrab dan tidak asing. Padahal ini pertama kalinya Lily bertemu dengannya.
"Ehh, halo juga Om, Didi ya?,. " Jawab Lily sembari terbata bata karena kaget ada yang memanggilnya tiba tiba.
"Iya, yuk silahkan masuk. Ini rumah sederhana saya, ngobrolnya didalam saja. " Jawab Om Didi seraya mempersilahkan Lily untuk masuk ke dalam rumah.
Begitu masuk ke dalam rumah, Lily merasa sangat akrab dengan hawa dirumah tersebut, seakan akan Lily pernah berkunjung dan tinggal lama di rumah tersebut. Rumah yang diluarnya tampak bergaya modern, tetapi didalamnya ternyata sangat kental dengan aksen jawa, bahkan kursinya dan ruangannya menggunakan kayu jati yang diukir tokoh pewayangan. Yups, tidak sampai situ, didinding ada banyak lukisan perempuan cantik dan muda memakai kemben berwarna hijau, juga ada kolam ikan koi yang menghiasi ruangan nampak di pojokan.
"Ruangan ini aneh, aku merasa akrab. " Batin Lily dalam hatinya.
"Silahkan duduk nduk, jangan melamun, tidak baik kebanyakan melamun nanti bisa kesambet lo. " Kata Om Didi pada Lily.
"Iiiya, Om. " Jawab Lily sambil terbata bata karena kaget.
"Mbok, tolong bikinkan teh untuk nduk Lily, saya Kopi seperti biasa. " Kata Om Didi menyuruh seorang wanita tua.
"Baik den. " Jawab wanita tua itu dengan suara lemah lembut.
Sesaat kemudian wanita tua itu kembali dengan membawakan secangkir teh dan segelas kopi hitam serta beberapa cemilan kue.
"Silahkan nak, ini tehnya, den ini kopinya, juga tak bawakan cemilan kue kesukaan den dan non. " Kata Mbok itu sembari meletakkannya dimeja.
"Hustt.. Mbok.. jangan diceritakan. " Jawab Om Didi.
"Eh keceplosan maaf ya den, maklum sudah tua saya. " Jawab si Mbok seraya pergi.
"Kok si embah tahu saya suka kue manis, aneh. " Ujar Lily dalam hati.
"Silahkan diminum dulu nduk pumpung masih hangat.. ini teh bukan sembarang teh lo, ini teh bukan dari sini jadi cara minumnya selagi hangat supaya khasiatnya dapat dirasakan. Nanti setelah kamu minum teh ini pasti hatimu tenang dan rileks. Coba saja deh. " Ujar Om Didi pada Lily.
"Hahh.. sangat lega dan nyaman.. " Ucap Lily spontan.
"Nah bener kan. " Jawab Om Didi.
"Eh maaf Om, saya keceplosan. Soalnya belum pernah minum teh seenak ini. " Ujar Lily.
"Gak apa apa dinikmati dulu teh dan kuenya, nanti baru memfoto mobilnya. " Ujar Om Didi pada Lily.
Setelah beberapa saat menghabiskan teh dan kue, Lily pun meminta Om Didi untuk mengantar ke tempat mobil yang akan dijual. Lalu sesampainya di garasi nampak mobil tersebut sedang dibersihkan oleh seorang anak muda berambut keriting.
"Tolong ya gus, yang bersih mau difoto nduk Lily soalnya. " Kata Om Didi pada pemuda itu.
"Siappp juragan. " Jawab pemuda tersebut sembari mengelap kaca mobil.
Beberapa saat kemudian..
"Nah sudah kinclong juragan. Siap difoto. " Ujar pemuda itu pada Om Didi.
"Sini nduk sudah siap. " Kata Om Didi pada Lily.
"Iya Om. " Jawab Lily pelan sembari mulai bersiap untuk memfoto mobilnya.
"Mas kamu ikut foto gak apa apa. " Kata Lily pada pemuda tersebut.
"Lah, gak usah mbak nanti dikira saya yang punya.. padahal kan punya juragan. " Jawab pemuda itu.
"Gak papa gus, turutin saja kata nduk Lily. " Jawab Om Didi pada pemuda itu.