
Saat semua orang masih diam karena kaget, mereka di sadarkan dengan suara Yang Zhu,
"Baiklah, aku serahkan mereka kepada kalian paman Su." Sambil menunjuk ke arah 9 orang berjubah yang tersisah
Kemudian Yang Zhu menunjuk tetua Ma lalu lanjut berkata, "biarkan aku yang akan mengurusnya."
Setelah mengatakan itu, Yang Zhu segera menghilang kembali, lalu muncul kembali di depan tetua Ma yang saat itu sedang berada di bagian belakang dan langsung memukulnya.
Boomm.
Tapi karena tetua Ma yang kekuatannya lebih tinggi dari orang berjubah sebelumnya, juga memiliki pengalaman bertarung yang lebih baik, tetua Ma berhasil menangkis pukulan Yang Zhu dengan menyilangkan kedua tangan di depannya.
Tetua Ma terdorong mundur sekitar 50 meter jauhnya, kemudian dia meresakan jika tangannya mati rasa karena menerima pukulan dari Yang Zhu yang juga tidak menggunakan energi sama sekali.
'apa-apaan bocah ini, pukulan basanya saja sudah sangat kuat, bagaimana jika menggunakan energi, bahkan dia hanya berada di ranah kaisar*1 atau apakah dia menyembunyikan kekuatannya? Tapi dengan cara bagaimana?.' batin tetua Ma.
"Hahaha, sepertinya kau cukup hebat juga, baiklah kalau begitu." Lalu Yang Zhu kembali menghilang lagi.
Whusss.
Karena belum siap dengan kemunculan Yang Zhu yang tiba - tiba sudah berada di sampingnya, Tetua Ma terkena tendangan Yang Zhu di bagian pundaknya.
baammmm.
Dan Tetua Ma kembali terlempar sejauh 100 meter lalu berhenti setelah tubuhnya berputar - putar sambil terbentur dengan tanah.
Sedangkan di tempat Su bersaudara, mereka yang melihat Yang Zhu yang sudah mulai menyerang, mereka juga ikut menyerang tapi bukan membantu Yang Zhu, melainkan melawan 9 orang berjubah.
"Su Gom, aku akan melawan 5 orang dari mereka dan kau sisanya." Ucap Su Bom kepada Su Gom.
"Baik kak." Balas Su Gom lalu mereka berdua juga menghilang dan mulai menyerang.
Kembali ke tempat Yang Zhu dan tetua Ma.
"Sial, sial, sial." Teriak Geram Tetua Ma.
Yang Zhu yang mendengar teriakan itu tersenyum tipis, kemudian berkata, "Hahaha, apakah hanya begini saja kekuatan dari seorang tetua sekte Seribu Pedang?"
"hah, Sangat lemah, bahkan aku belum menggunakan energi sedikit pun, sangat tidak pantas di sebut sekte terkuat di benua Utara, jika kekuatan dari seorang tetuanya hanya begini." Lanjutnya.
Tetua Ma menjadi marah mendengar itu, "Dasar kau bocah ingusan, kau telah membunuh putraku, bahkan menolak tawaranku tadi, lalu sekarang kau menghinaku dan sekte kami? Apakah kau sudah bosan hidup? Jika begitu maka aku akan membunuhmu." Ucap Tetua Ma sambil matanya menatap tajam ke arah Yang Zhu.
"Menolak tawaranmu itu adalah hakku sendiri, jikapun aku tidak memiliki hak, aku tetap tidak akan bergabung dengan sekte busuk seperti sekte kalian, dan aku juga tidak menghina sekte busuk kalian, tapi itu adalah kenyataanya, bukan?" Yang Zhu membalas perkataan Tetua Ma dengan tenang dan sangat santai.
"Juga aku membunuh anakmu karena salahnya sendiri yang mengganggu ketenanganku." lanjutnya.
Tetua Ma yang mendengar itu menjadi semakin marah, dia Menatap Yang Zhu dengan lebih tajam lagi, lalu berkata, "bocah Sialan, katakan kematian seperti apa yang kau inginkan?!!."
Yang Zhu yang mendengar pertanyaan dari tetua Ma hanya tersenyum, kemudian Menjawab dengan balik bertanya, "kau menanyakan aku ingin mati dengan cara seperti apa? Apakah kau bodoh? Mana ada orang yang ingin mati, dan juga kau menanyakan hal itu secara langsung? Hahaha sangat lucu."
Tetua Ma semakin di tambah marah dibuat Yang Zhu, "Sialan Kau, aku akan membunuhmu." Teriaknya.
Kemudian Tetua Ma menghilang dan muncul di belakang Yang Zhu, tapi ketika dia hendak memukul Yang Zhu, dia tidak dapat melihat keberadaan Yang Zhu di tempat itu.
Mengalihkan pandangannya ke sekitar, Tetua Ma dapat melihat jika Yang Zhu sudah berdiri di tempatnya sebelumnya.
"Sialan, jika kau berani, tahan seranganku, jangan hanya menghindarinya dan bertarunglah denganku." Geram tetua Ma.
"kau ingin aku bertarung denganmu? Dengan kekuatan lemah seperti itu? Hahaha, apakah kau pikir dengan kekuatan seperti itu kau bisa mengalahkan ku? Jangankan mengalahkan ku membuatku mendapatkan luka gores saja pasti tidak bisa." Ledek Yang Zhu.
'Bermain mulut aku memang hebat, tapi jika lawannya adalah kedua istriku, bahkan lidahku sampai bisa menerobos masuk.' Batin Yang Zhu.
"Baiklah kalau begitu, jika kau menginginkannya maka aku akan melayanimu, semoga saja kau bisa membuat goresan kecil di tubuhku." Kemudian Yang Zhu menghilang.
Whusssss.
Di bagian Su bersaudara.
Terlihat jika Su bersaudara masih melawan 9 orang berjubah, dengan Su Bom melawan 5 orang dan Su Gom melawan 4 orang.
Walaupun kekuatan mereka lebih unggul dari 9 orang berjubah itu, yang mana Su Bom berada di ranah Saint*6 dan Su Gom berada di ranah Saint*5, sedangkan 9 orang berjubah hanya berada di nirwana*9, mereka tetap kewalahan karena kecepatan dari 9 orang itu lebih unggul dari kecepatan mereka.
"Kak, kecepatan mereka sulit aku baca." Ucap Su Gom sambil terus menghindari serangan - serangan 4 orang berjubah yang di lawannya.
"Sama aku juga begitu, mereka begitu terlatih dalam kecepatan dan juga dalam kombinasi menyerang." Balas Su Gom yang juga terus menghindari serangan dari 5 orang yang di lawannya.
Dan ketika mereka memiliki kesempatan, mereka langsung melompat mundur dan mendarat di tempat yang bersampingan.
"Su Gom apakah kau masih ingat dengan latihan yang pernah aku berikan dulu?" Tanya Si Gom sambil menatap 9 orang yang kini sudah berbaris rapi di hadapan mereka.
"Maksud kakak yang waktu kita latihan di hutan waktu itu?" balas Su Gom Yang juga menatap ke arah sembilan 9 berjubah itu.
"Iya, kau masih ingat kan? Jika masih kita akan melakukan serangan itu."
"Iya kak aku masih ingat, ayo kita lakukan."
"Baiklah, ayo."
Kemudian mereka berdua mengeluarkan pedang mereka masing - masing, dan mengatur posisi, dimana Su Bom berada di depan dan Su Gom berada di belakang dengan menghunuskan pedang mereka ke depan dan tangan yang juga terulur ke depan tapi di bawah pedang mereka.
Setelah itu mereka mulai menyerang ke arah sembilan orang itu dengan kecepatan Yang sangat cepat tapi teratur.
Melihat kecepatan Su bersaudara sudah neaneda dari sebelumnya, 9 orang itu mengerutkan kening.
Tiba - tiba saja Su bersaudara sudah berada di dekat orang yang berada di bagian paling kiri dan langsung menebas kepalanya.
Slasshhh.
Buk.
8 orang lainnya kaget dengan kecepatan yang dari awalnya masih bisa mereka lihat, tiba - tiba saja hilang dari pandangan mereka.
Mereka tersadar ketika mendengar suara jatuh benda, dan menjadi lebih kaget ketika melihat jika itu adalah kepala dari rekan mereka Yang telah di tebas oleh Su bersaudara.
"Hati - hati kecepatan mereka sudah lebih meningkat, kita harus menyerang mereka bersama." Ucap salah satu dari 9 orang berjubah itu dan mendapatkan anggukan dari rekannya yang lain.
Setelah itu mereka langsung saja menyerang Si bersaudara bersama - sama.
Sedangkan Su bersaudara juga tidak tinggal diam, mereka juga membalas menyerang dengan gerakan yang sangat cepat tapi kompak.
Su bersaudara mengayunkan pedang secara bergantian dan juga berputar - putar menghindari serangan lawan dengan kecepatan yang sangat cepat dan teratur.
_____
Makasih yang udah baca, mohon dukungannya:)