
Yang Zhu mulai menyerap energi yang di dalam pedang.
***
Setelah tiga hari kemudian, di kediaman keluarga Mo.
''Apakah kalian sudah menemukan dimana orang yang membunuh anakku.'' tanya seorang pria paruh baya.
''Sudah patriak, dia berada di sebuah penginapan di kota, kami masih terus mengawasinya.'' ucap seorang pengawal kepada pria paruh baya yang merupakan patriak keluarga Mo.
''Baiklah, Terus awasi dan cepat katakan padaku jika dia sudah keluar dari penginapan, biar aku sendiri yang pergi menghabisinya. agar dia tau apa akibat dari menyinggung keluargaku.''ucap atriak keluarga Mo.
***
Hari terus terlewatkan, dan tak terasa sudah seminggu ketika Yang Zhu mulai menyerap energi yang ada di pedang es.
Perlahan Yang Zhu membuka mata. dan menghembuskan nafasnya.
Hahhhh.
Boomm.
Boomm.
Boomm.
Boomm.
Boomm.
...
Ledakan Terus terjadi dari dalam tubuh Yang Zhu, yang menandakan dia baru saja menerobos dan berhenti ketika Yang Zhu sudah berada di Ranah jendral*1
[Selamat, tuan telah berhasil menerobos ke ranah Jendral*1, mendapatkan 1 kotak perunggu.]
[Selamat, Tuan telah berhasil menyerap semua energi di pedang Es, Mendapatkan 1 kotak misteri.]
Yang Zhu tersenyum ketika telah menerobos, tapi dia tambah tersenyum ketika mendapatkan hadiah dari sistem.
'sistem, buka Semua Kotak hadiah.'
[Membuka kotak perunggu, mendapatkan,...]
[Selamat. Tuan mendapatkan, Pil penyembuhan Tingkat Dewa.]
[Membuka kotak misteri, mendapatkan,...]
[Selamat. Tuan Mendapatkan, Job Master array tingkat Surgawi.]
walaupun Yang Zhu sudah tau bahwa Hadiah dari sistem pasti bagus-bagus semua, tapi dia tidak menyangka hadiah yang dia dapatkan akan sebagus ini, Apalagi Job master array tingkat Surgawi yang bahkan sangat jarang di alam Surgawi.
'Hahaha. hebat, sangat hebat. terimakasih sistem.'
Setelah itu, Yang Zhu membangunkan kedua adiknya.
Setelah selesai membangunkan kedua adiknya, Lalu Yang Zhu berkata,''Ayo kakak akan membawa kalian ke suatu tempat yang sangat indah.''
''Tempat Yang indah? ayo kak cepet.'' sahut Mei yang imut.
''Baiklah ayo.'' ucap Yang Zhu tersenyum melihat tingka adiknya itu.
Whoosss.
Seketika mereka langsung berada di halaman sebuah istana.
''Waaa, sangat indah. kakak istana siapa itu.'' ucap Mei.
''Itu istana kakak. dan juga akan menjadi istananya Mei.'' Kata Yang Zhu sambil tersenyum.
''Benarkah kak, itu akan menjadi istananya Mei? Terus istananya kak Rei dimana kak?.'' tanya Mei.
''istana itu juga akan menjadi istana Rei.'' balas yang Zhu.
''Ayo kita berkeliling istana.'' lanjutnya.
''Baik kakak.'' ucap Rei dan Mei.
setelah 30 menit berkeliling, Yang Zhu membawa mereka ke tempat pelatihan pasukannya.
Dia akan menyuruh Rei untuk ikut berlatih, karena umur Rei sudah cukup untuk menjadi seorang Kultivator.
Sedangkan Mei yang masih berumur 5 tahun masih belum bisa, karena seseorang yang ingin berkultivitas harus menginjak umur 6 tahun.
''Salam Tuan.'' ucap semua pasukan Agung yang melihat kehadiran Yang Zhu.
Yang Zhu hanya mengangguk dan pergi ke arah Zhu Zen dan Cheng Xui.
''Tuan.'' ucap mereka berdua sedikit membungkuk, saat Yang Zhu sudah di hadapan mereka.
''Baiklah, dimana Yi'er?.'' tanya Yang Zhu.
''ada apa Geg-.'' ucap Feng Yi yang baru datang. Tetapi terhenti ketika melihat Mei yang sangat imut berada di gendongan Yang Zhu.
Seketika dia langsung menghampiri Yang Zhu dan langsung merebut Mei.
Lalu berkata,'' Wahh, imutnya siapa nama adik ini?.''tanya Feng Yi sambil mengendong Mei.
''Aku Mei kakak cantik, adiknya Kak Yang Zhu.'' ucap Mei dengan suara imutnya.
''Adik nya Gege?.'' tanya Feng Yi yang melihat kearah Yang Zhu.
Yang Zhu mengangguk, lalu berkata,''mereka adalah adik angkatku, aku melihat mereka di pukuli di restoran jadi aku menolong mereka dan menjadikan adikku.''
Kemudian Yang Zhu mengeluarkan Pedang Es, dan memberikannya kepada Feng Yi.
''Pedang apa itu Gege?.'' tanya Feng Yi bersemangat karena ini hadiah pertama dari Yang Zhu.
''Itu adalah Pedang Es, dan sangat cocok di gunakan olehmu Yi'er. pedangmu sudah patah waktu itu bukan? ini ambilah.'' ucap Yang Zhu, sambil memberikan pedang es kepada Feng Yi.
Feng Yi mengambil pedang itu kemudian berkata,''Terimakasih Gege.'' lalu Feng Yi mencium Yang Zhu.
setelah itu,Feng Yi berjalan pergi bersama Mei yang masih digendongannya dengan bahagia.
sedangkan Rei, masih tetap bersama Yang Zhu.
''Kakak Cantik, siapanya kak Yang Zhu?.'' tanya Mei.
''nama kakak Feng Yi. istri kak Yang Zhu.'' jawab Feng Yi sambil tersenyum.
Sedangkan di tempat Yang Zhu, dia berkata,''Zen, tambahkan adikku kedalam pelatihan, agar dia bisa bertambah kuat nanti.'' ucapnya kepada Zen.
''Pelatihan? Apakah aku akan berlatih dan menjadi kuat kak?.'' tanya Rei dengan semangat karena dia ingin menjadi kuat.
''Hmm, jika kau rajin berlatih tentu saja kau akan menjadi kuat, bahkan sangat kuat.'' jawab Yang Zhu sambil tersenyum dan mengelus kepala Rei.
mendengar itu, Rei menjadi lebih bersemangat untuk berlatih.
''Baik Tuan.'' ucap Zen.
''Baiklah, mulai lah berlatih agar bisa cepat menjadi kuat.'' ucapn Yang Zhu kepada Rei.
''Baik kak.''
''Aku akan pergi dulu, nanti aku kembali lagi.'' ucapnya lalu berbalik pergi.
***
Di sebuah hutan di dunia jiwa, Yang Zhu duduk di bawah pohon lalu berkata,''Sistem Pasang Job Master arraynya.''
[Memasang Job Master array,...10%...30%...70...100%.]
[Berhasil memasang Job Master array tingkat Surgawi.]
Kepala Yang Zhu langsung di banjiri dengan banyaknya segel formasi,
''hahaha, hebat'' tawanya.
''lebih baik aku keluar dulu, sepertinya mereka sudah menunggu.''
Setelah itu Yang Zhu menghilang, dan kembali muncul di kamar penginapan sebelumnya.
lalu dia turun dan membayar biaya kamar sebesar 5 Koin Emas, kemudian berjalan ke arah pintu gerbang kota.
Setibanya di pintu gerbang dia melihat ada 4 orang yang dikenal sedang menunggu dirinya di sebelah kereta kuda.
''Maaf aku terlambat, tadi ada sedikit urusan.'' ucap Yang Zhu.
''tidak apa-apa nak, kami juga baru sampai.'' ucap Han Qiao.
''Silakan masuk.''lanjutnya.
''baik''
Lalu mereka pun masuk ke kereta kuda. setelah itu kereta Mulai berjalan.
di dalam kereta kuda.
''Siapa namamu?.'' tanya Han Fei, yang duduk tepat di sebelah Yang Zhu.
Memang dari awal Yang Zhu belum memperkenalkan diri, jadi mereka belum mengetahui namanya.
''Namaku Yang Zhu, hanya seorang pengelana.'' jawab Yang Zhu.
Han Fei hanya mengangguk, dan kembali berkata,'' dimana 2 adikmu, padahal aku berharap kau membawa mereka, terutama si perempuan yang imut itu.'' ucapnya sedikit kecewa karena Yang Zhu tidak membawa Mei.
''Aku sudah mengantar mereka pulang ke tempat tinggalku. jika kau ingin bertemu dengan mereka, nanti aku akan menjemput mereka kembali.'' ucap Yang Zhu sambil tersenyum.
Dan senyuman itu membuat wajah Han Fei memerah dan dia hanya menganggukkan kepalanya.
dan mereka berdua terus berbincang sampai menjadi sangat akrab bahkan tertawa dan juga Yang Zhu sesekali akan menggoda Han Fei, tanpa memperdulikan orang lain.
Bahkan Han Qiao sendiri bingung melihat tingkah cucunya itu, karena baru kali ini dia melihat cucunya yang dingin kepada kebanyakan pria, sedang berbicara dengan seorang pria sampai seakrab ini.
kemudian Han Qiao sedikit tersenyum dan berkata dalam hati,'Sepertinya aku akan memiliki cucu menantu, dan bahkan tidak lama lagi aku akan memiliki cicit hahaha.' Han Qiao tertawa lebar di dalam hati.
Setelah berbicara cukup lama Han Fei tertidur dengan kepala bersandar di pundak Yang Zhu.
***
Kediaman keluarga Mo.
''Patriak, Orang itu sudah keluar dari penginapan, sekarang dia sedang bersama beberapa orang berada di kereta kuda dan mulai meninggalkan kota.''
''baiklah ayo kalian semua ikut aku, aku akan membuat dia membayar telah berurusan dengan keluargaku.''
''Baik patriak.''
_____
Maaf cuman segini dulu karena aku lagi di perjalanan, nanti sbntar aku tambah 1 lagi jika gak capek, heheh.
Makasih yang udah baca, mohon dukungannya:)