World Top System

World Top System
Dihadang di Tengah Hutan


Keesokan paginya.


Setelah Yang Zhu selesai membersikan diri, dia segera turun ke lantai 1 Penginapan.


Setibanya di lantai bawah, terlihat Su Bom dan Su Gom yang ternyata sudah menunggunya di dekat meja resepsionis.


Mereka berdua tidak akan sulit jika ingin mencari di mana Yang Zhu menginap di dalam kota giok ini, karena paviliun giok memiliki banyak sumber informasi.


"Tuan Yang anda sudah bangun." Sapa mereka berdua dengan sopan.


"Ah iya, apakah kalian sudah menungguku dari tadi?" jawab Yang Zhu kemudian bertanya.


"Tidak Tuan Yang, kami juga belum lama tiba dan menunggu anda di sini." Ucap Su Bom berbohong, nyatanya mereka menunggu Yang Zhu turun sudah sekitar 1 jam lebih.


Yang Zhu tau kalau mereka berbohong, tapi dia tidak mempermasalahkannya, lagi pula dialah yang terlambat bangun karena kelelahan.


"Baiklah, tunggu sebentar aku akan menyerahkan kunci kamar dulu." Setelah itu Yang Zhu meninggalkan mereka berdua dan pergi ke arah wanita resepsionis yang melayaninya sebelumnya.


"Tuan, apakah anda akan segera pergi?" Tanya wanita resepsionis itu.


Pasalnya dia dapat mendengar percakapan dari Yang Zhu dan Su bersaudara itu, jadi dia mengambil kesimpulan jika Yang Zhu akan pergi.


"Iya nona, aku memiliki sesuatu yang harus aku urus, jadi aku harus segera pergi." Jawab Yang Zhu.


"Baiklah tuan, jika begitu karena anda hanya tinggal selama 2 malam saja dan makan 3 kali, maka kami akan meng-"


"tidak usah nona, anda bisa menyimpannya." Potong Yang Zhu sebelum wanita resepsionis itu menyelesaikan perkataannya.


Mendengar perkataan Yang Zhu, tentu saja wanita resepsionis itu sangat senang karena dia bisa mendapatkan 31 koin emas, karena gajinya sebulan bekerja di penginapan ini hanya 1 koin emas saja.


Jadi jika 31 koin emas, maka itu adalah gajinya selama 31 bulan atau gajinya sekitar 2 tahun 7 bulan bekerja di penginapan ini.


Tapi karena dia rasa jumlahnya terlalu banyak, dia segera berkata, "Tuan, itu terlalu banyak untuk saya terima, anda bi-" lagi-lagi terpotong dengan ucapan Yang Zhu.


"Anda bisa menerimanya Nona, tidak perlu dipikirkan terlalu jauh, kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Yang Zhu kemudian langsung berbalik pergi bersama dengan Su bersaudara tanpa menunggu jawaban wanita resepsionis itu.


"Ayo kita pergi."


Sedangkan wanita resepsionis itu dia menatap Yang Zhu yang sedang menuju pintu keluar penginapan, kemudian membungkuk dan berkata, "Terima kasih tuan, terima kasih, dengan ini aku bisa membeli Pil penyembuhan untuk ibu."


***


Sekarang Yang Zhu dan Su bersaudara itu sudah keluar dan meninggalkan kota giok 30 menit yang lalu dengan kecepatan seorang ranah kaisar, dan sekarang mereka telah berada di tengah hutan.


Tapi langkah mereka terhenti ketika 11 orang yang tiba - tiba saja muncul di depan dan menghadang mereka.


"Hahaha, Su Bom kita bertemu lagi." Ucap pria yang sudah lumayan Tua dengan kekuatan yang berada di ranah Saint*6.


"K-kau Ma Xo, apa yang ingin kalian lakukan." Ucap Su Bom yang mengenal orang itu.


Yang Zhu melihat Su Bom dan pria yang lumayan Tua itu saling mengenal, bertanya kepada Su Bom, "Tuan Su, apakah anda mengenalnya."


Su Bom segera menjawab, "Dia adalah salah satu tetua dari sekte Seribu Pedang, Tetua ketiga Ma Xo, dan seperti yang sudah saya katakan sebelumnya Tuan Yang, sepertinya mereka akan melakukannya lagi."


Yang Zhu hanya mengangguk mengerti mendengar jika pria yang sudah lumayan Tua itu adalah tetua ketiga dari Sekte Seribu Pedang, dan dia langsung tau jika pria itu juga adalah ayah dari Ma Xi karena nama keluarga mereka yang sama.


"Hahaha, benar aku adalah tetua ketiga dari sekte seribu pedang, jadi tuan Yang, aku datang kesini karena ingin menawarkan sesuatu kepada anda yang pasti akan sangat menguntungkan bagi anda." Ucap tetua Ma mencoba untuk menarik Yang Zhu.


"Ohh, sesuatu yang menguntungkan bagiku, apa itu?" Ucap Yang Zhu yang ingin mengikuti permainan dari tetua Ma sendiri.


"Hahaha, Tuan Yang, aku ingin menawarkan anda untuk bergabung dengan sekte Seribu Pedang kami, tenang saja itu tidak secara cuma - cuma, anda juga akan mendapatkan kekayaan yang melimpah dan juga banyak wanita cantik di sekte kami tuan Yang." Tawar Tetua Ma.


Melihat itu, Tetua Ma tertawa dalam hati, 'hahaha, lagi dan lagi berhasil.'


Sedangkan Su bersaudara terlihat cemas, mereka juga berpikir jika Yang Zhu tertarik dengan tawaran tetua Ma.


"Anda bisa yakin Tuan Yang, kami sekte Seribu Pedang yang adalah sekte terhormat di benua Utara ini, tidak pernah berbohong dan ingkar janji kepada siapapun itu, terutama penduduk benua Utara." Ucap Tetua Ma dengan sombong.


Tapi mendengar itu, tiba - tiba saja Yang Zhu tidak bisa menahan tawanya, "hahahaha, sekte terhormat? Hahahaha, dasar omong kosong, apakah kau pikir aku bisa tertipu dan tertarik dengan tawaranmu itu orang tua bodoh."


"Hahaha, kau sama bodohnya dengan anakmu." Lanjut Yang Zhu.


"K-kau mengenal anakku?" Tanya Tetua Ma,


Sebenarnya dia kaget dengan Willy yang ternyata hanya berpura - pura termakan tawarannya, tapi dia seketika sadar ketika Yang Zhu menyebut tentang anaknya.


"Memang aku mengenal orang gendut itu, dan aku juga orang yang sedang kau cari, orang yang membunuhnya." Jawab Yang Zhu.


Seketika Tetua Ma menjadi marah, "kau, beraninya kau membunuh anakku, dasar bocah ingusan."


"Kalian serang dia, dan cukup membuatnya lumpuh jngan membunuhnya, biarkan aku yang akan membunuhnya nanti setelah aku menyiksanya." Perintah tetua Ma kepada 10 orang berjubah yang datang bersama dengannya.


Merasakan Aura Yang Zhu yang hanya berasal di ranah kaisar*1, mereka berpikir jika hanya memerlukan 1 orang dari mereka saja yang sudah berada di nirwana*9 untuk menghadapi Yang Zhu.


whusss.


Salah satu orang dari 10 pria berjubah itu langsung saja menghilang, dan kembali muncul di belakang Yang Zhu yang saat itu berada di antara Su Bersaudara, dan mencoba untuk memberikan sebuah pukulan kepada Yang Zhu


Su bersaudara yang melihat kecepatan orang itu kaget, memang gerakannya terlihat sangat cepat, karena mereka adalah kelompok yang dilatih oleh tetua Ma sendiri dengan kekuatan utama kecepatan.


Tapi tidak dengan Yang Zhu, kecepatan dari orang itu hanya terlihat seperti seekor siput yang sedang berjalan di matanya.


Ketika pukulan orang itu sudah hampir mengenai tubuhnya, Yang Zhu tiba - tiba saja menghilang, dan muncul kembali di belakang orang itu.


Whusss.


"Apa yang sedang kau lakukan? Apakah kau ingin memukul angin? Aku berada di sini." Ucap Yang Zhu sambil menepuk pundak orang itu.


Orang berjubah itu seketika mematung kaget, 'bagaimana bisa dia bergerak secepat itu?' ucapnya dalam hati.


Dan ketika dia hendak membalikan badannya, langsung saja sebuah pukulan dengan tidak menggunakan energi sedikit pun dari Yang Zhu menghantam pipinya


Bommmm.


Orang itu terlempar menghantam sebuah batu yang cukup besar, dan terlihat sebuah retakan berbentuk manusia dengan berpusat kepada orang itu.


Terlihat juga kondisi dari orang berjubah itu sangat mengerikan, dengan kepala di bagian pipi yang sudah penyok dan tubuh yang penuh dengan darah karena bertabrakan dengan batu itu, lalu dia langsung saja menghembuskan nafas terakhirnya.


Semua orang yang melihat itu kaget, termasuk Su bersaudara dan juga Tetua Ketiga, dan juga termasuk Yang Zhu sendiri.


Mereka kaget dengan kecepatan Yang Zhu yang tidak bisa mereka lihat itu, dan juga dengan kekuatan dari pukulan Yang Zhu yang tidak menggunakan energi sama sekali.


Sedangkan Yang Zhu, Dia tidak menyangka jika pukulan biasanya yang tidak menggunakan energi akan langsung membunuh orang berjubah itu.


'Mati?'


_____


Makasih yang udah baca, mohon dukungannya:)