
Yang Zhu yang sudah terbang hampir 1 Minggu, melintasi panjangnya lautan antar benua sekarang sudah bisa melihat sebuah daratan yang besar.
Jika itu adalah orang normal Yang berada di ranah Saint*9, maka akan memakan waktu sekitar 1 bulan untuk melintasi lautan antar benua ini.
Tapi tidak dengan Yang Zhu, karena Yang Zhu berbeda dari orang biasa dan ranah yang sudah melebihi aturan dunia, di tambah juga dengan Yang Zhu yang memiliki Teknik langkah Cahaya yang membuat kecepatannya semakin bertambah cepat.
(Teknik Langkah cahaya juga bisa digunakan untuk terbang lebih cepat ya.)
Setelah Yang Zhu memasuki daratan itu, dia langsung saja mencari sebuah desa atau kota terdekat dari tepi pantai.
Sekitar 30 menit terbang dan mencari desa atau kota terdekat, akhirnya Yang Zhu menemukan ada sebuah desa yang lumayan besar.
''Akhirnya ketemu juga, desa Giok? Hmm, nama desa yang cukup menarik.'' Gumam Yang Zhu setelah mendarat di depan pintu masuk desa dan membaca sebuah papan yang tertulis 'Desa Giok'.
Karena tidak terlihat penjaga yang menjaga pintu masuk desa, Yang Zhu langsung saja masuk begitu saja.
Baru saja Yang Zhu berjalan sekitar 1 menit, dia melihat kerumunan orang yang sepertinya warga desa, dan juga terlihat ada 4 orang menggunakan pakaian bagus yang terlihat sama seperti dari suatu kelompok atau perkumpulan.
Salah satu dari 4 orang itu sedang mencoba untuk merebut seorang anak kecil yang terlihat dalam kondisi lemah dari orang tuanya.
''T-tuan Muda, k-kami mohon lepaskanlah anak kami, kami mohon.'' mohon kedua orang tua anak itu sambil berlutut di depan seorang pemuda berusia sekitar 20-an.
''singkirkan 2 orang busuk ini.'' ucap pemuda itu dengan menatap jijik ke arah orang tua anak itu.
''Baik Tuan Muda.'' ucap ketiga orang di belakang Pemuda itu, lalu mereka mencoba mengangkat kedua orang tua anak itu.
Tapi kedua orang Tua anak itu langsung saja melompat dan memeluk kaki dari pemuda yang dipanggil Tuan Muda, dan berkata memohon kembali, ''Tuan Muda, Ka-.'' Tapi terpotong dengan tendangan dan perkataan pemuda itu.
''Jangan menyentuhku dengan tangan kotor kalian dasar orang miskin.'' ucap pemuda itu kemudian menendang kedua orang tua anak kecil itu.
Bug.
Bug.
Lalu pemuda itu mengeluarkan pedang yang di sarungkan di sebelah tubuhnya, dan ingin menebas kedua orang tua anak itu.
Sriingg.
''matilah sampah busuk.'' lalu pemuda itu mengayunkan pedangnya ke arah kedua orang tua dari anak itu.
Tapi sebelum pedangnya berhasil menyentuh dan membelah tubuh kedua orang itu, Sebuah Suara menghentikannya.
''Apa yang kau lakukan? kenapa kau mencoba mengambil anak itu dan membunuh kedua orang tuanya?.''
Yang Zhu yang awalnya hanya melihat, merasa geram dengan sikap pemuda itu, dan ketika dia melihat pemuda itu ingin membunuh kedua orang tua itu, Yang Zhu langsung bersuara.
Mendengar Sebuah suara, semua orang mengalihkan pandangan ke arah suara itu, dan mereka melihat seorang Pria Muda tampan, Yang Tak lain adalah Yang Zhu.
Pemuda itu juga melihat Yang Zhu dia menghentikan tindakannya dan melepaskan anak kecil itu, lalu berkata dengan nada sombong, ''siapa kau? jangan mencampuri urusan sekte Seribu Pedang atau kau akan menyesalinya.''
'Sekte seribu pedang? Bukankah itu sekte terkuat di Benua Utara ini.?' kata Yang Zhu di dalam hati.
Yang Zhu mengetahuinya, karena Yang Zhu pernah meminum Pil pengetahuan dasar alam fana.
''Kenapa Sekte terkuat di benua utara, mencoba mengambil Anak kecil yang lemah di desa kecil seperti ini?.'' ucap Yang Zhu dengan santai.
Mendengar kata Yang Zhu, pemuda itu mengira Yang Zhu takut setelah dia mengatakan nama sektenya.
''Hahaha, sepertinya kau mengetahui kehebatan sekte kami, jadi jangan ikut campur dengan urusan sekte Seribu pedang, atau kau akan mati.'' ucapnya yang masih dengan nada sombong.
''walaupun kalian sekte terkuat di benua Utara ini, tapi melihat tindakan kalian yang ingin mencuri anak orang lain, sepertinya kalian lebih rendah dari seorang pengemis di jalanan.'' ucap Yang Zhu dengan nada yang sudah datar karena dia merasa jijik dengan sikap sombong pemuda itu.
''K-kau,... beraninya kau menghina sekte terhormat di benua ini, sepertinya kau sudah bosan hidup.'' ucapnya dengan berteriak karena marah.
''Hahaha, Sekte terhormat? apakah seperti ini yang dilakukan sekte terhormat itu? kalian lebih cocok di sebut sekte pencuri, ahh tidak, mungkin lebih cocok sekte sampah dari pada sekte terhomat.'' ucap Yang Zhu dengan tertawa dan memandang jijik ke arah pemuda sombong itu.
''K-Kau,... beraninya kau menghina sekte kami, kami akan membunuhmu.'' ucap orang-orang yang menggunakan pakaian sama dengan pemuda itu.
lalu mereka mengeluarkan pedang mereka masingmasing masing.
melihat itu, pemuda sombong hanya berkata sambil tertawa,''hahaha, ini lah akibat dari orang yang menghina sekte kami, kalian bunuh dia.'' ucapnya lalu berbalik kembali ke arah kedua orang tua yang sudah memeluk kembali anaknya.
karena sudah di perintahkan oleh pemuda sombong itu, 3 orang yang mengikutinya berlari kearah Yang Zhu dan mencoba menebasnya.
''beraninya kau menghina sekte kami.''
''matilah kau.''
''hiyaaa, mati.''
Whussss.
Slassshh.
Slassshh.
Slahhhhh.
Buk.
Buk.
Buk.
...
[Selamat, Tuan berhasil membunuh 3 orang ranah prajurit*7-8-9, mendapatkan,...]
Suara jatuh dari potongan tubuh dan darah dari ketiga orang itu berserakan dimana-mana.
orang-orang yang melihat kejadian itu segera bubar meninggalkan Yang Zhu, pemuda sombong dan 3 orang sekeluarga itu, karena merasa jijik melihat potongan tubuh dan takut terlibat dengan kejadian ini.
Pemuda sombong yang merasa aneh, membalikan badannya dan kembali melihat arah Yang Zhu, seketika matanya terbuka lebar tapi tetap berkata,
''sepertinya kau cukup hebat juga bisa membunuh mereka dengan tangan kosong.'' ucap pemuda sombong itu yang sepertinya tidak merasa kasihan kepada orang-orangnya.
''Tapi karena kau sudah berani membunuh murid dari sekte Seribu pedang, maka aku akan membunuhmu, dasar orang lemah, terimalah kemat-.'' lanjutnya, dan terpotong karena tindakan Yang Zhu.
Seperti biasanya, Yang Zhu yang mendengar kata 'lemah' dari pemuda sombong itu, seketika marah, dan wajahnya berubah menjadi semakin dingin.
sebelum ucapan pemuda sombong itu selesai, Yang Zhu langsung saja menggunakan langkah bayangannya mendekati pemuda itu dan memotong kaki dan tangannya menggunakan elemen angin yang dipadatkan di ujung tangannya.
Slashhh.
slashhh.
slashhh.
Slashhh.
''Arhghhg.'' teriak kesakitan pemuda sombong itu.
''Lemah? Bukannya kau Yang lemah dasar sampah.'' ucap Yang Zhu sambil berjongkok dan menatap pemuda sombong itu yang sedang meringis kesakitan.
''A-ampuni aku tuan, k-kumohon j-jngan bunuh aku, aku hanya mengikuti perintah Patriark sekte untuk mengambil anak kecil itu.'' ucapnya memohon.
''perintah Patriark sekte kalian? kenapa Patriark sekte Seribu pedang ingin mengambil anak itu.?'' tanya Yang Zhu dengan nada datar.
''A-aku tidak tau t-tuan, a-aku hanya diperintahkan untuk membawanya saja.'' jawab pemudah sombong itu.
(yang bener Patriak atau Patriark sih? soalnya yang aku baca di novel kebanyakan patriak, tapi di google patriark.)
''hah Baiklah, aku akan melepaskanmu.'' ucap Yang Zhu.
''B-benarkah T-tuan.?'' ucapnya senang.
Dia pernah melihat patriak sektenya meminum sebuah obat yang langsung saja menyembuhkan lengannya yang terpotong, jadi dia berpikir untuk meminta obat itu kepada Patriak yang sudah seperti ayahnya sendiri, lalu membalaskan dendamnya kepada Yang Zhu.
''Hmm, aku akan melepaskanmu. ahh, bukan hanya tubuhmu yang akan aku lepaskan, tapi juga nyawamu akan aku lepaskan dari dunia ini.'' ucap Yang Zhu dan langsung saja menebas kepala pemuda sombong itu.
Slahhhh.
Bukkkk.
Kepala pemuda itu langsung saja terpisah dari tubuhnya dengan keadaan mata yang masih terbelalak.
[Selamat, Tuan berhasil membunuh 1 orang ranah jendral*1, mendapatkan,...]
Setelah menebas kepala pemuda sombong itu, Yang Zhu perlahan berdiri dan bergumam,
''Sekte Seribu pedang ya, Sepertinya aku akan berkunjung nanti.''
_____
Makasih yang udah baca, mohon dukungannya:)