
Setelah beberapa jam perjalanan, tiba-tiba kereta kuda mereka terhenti karena dihadang oleh beberapa orang.
''Hah, kalian tetap di dalam saja biar aku yang mengurusnya, sepertinya incaran mereka adalah aku.'' ucap Yang Zhu.
''Tapi mereka sepertinya kuat apa kau serius?.'' tanya Han Fei yang kawatir.
''Benar nak, kau hanya berada di ranah jendral*1 sedangkan mereka yang terkuat adalah ranah jendral*6 apakah kau yakin? biarkan ke 2 pengawal kami saja yang mengurusnya.'' ucap Han Qiao yang berniat menyuruh 2 pengawaln mereka itu yang berada di ranah jendral*9.
Han Fei yang mendengar itu kaget, karena dia tidak menyangka Yang Zhu yang sepertinya lebih muda darinya sudah berada di Ranah jendral sedangkan dia berada di ranah Prajurit*7.
Han Fei adalah jenius di kekaisaran Han tapi di hadapan Yang Zhu dia merasa seperti orang biasa.
''Kalian tenang saja aku bisa mengurus mereka.'' ucap Yang Zhu.
kemudian Yang Zhu keluar dari kereta kuda, dan menatap orang-orang yang menghadang mereka, lalu berkata,
''Apa urusan kalian? sepertinya kalian mengincarku.''
''Hahaha, dasar bocah, apakah kau tidak mengenalku?.'' ucap orang paling depan.
''Mengenalmu? buat apa aku mengenalmu, pasti kalian ini hanyalah sekelompok bandit.'' jawab Yang Zhu walaupun sudah tau siapa mereka dengan menggunakan Analisis sistem.
''Dasar bocah breng*ek, beraninya kau menghina keluarga Mo, akan aku tunjukan apa akibat dari menghina keluargaku.'' ucap orang paling depan yang tidak lain adalah Patriak keluarga Mo.
Hiyaaaa.
Patriak keluarga no langsung menyerang Yang Zhu menggunakan tinjunya yang dilapisi sedikit energi seorang di ranah jendral, yang dia yakin Bisa langsung membunuh Yang Zhu.
Melihat Itu Yang Zhu tentu tidak diam, dia menangkis serangan patriak Mo.
Bumm.
tentu saja itu membuat Patriak mo kaget, karena yang Zhu bisa menangkis serangan yang menggunakan setengah kekuatannya.
''Kau hebat juga bocah, bisa menahan serangan ku tapi tidak dengan selanjutnya.''
setelah mengatakan itu Patriak mo kembali menyerang, dan tentu saja Yang Zhu membuat perlawanan.
Mereka terus bertukar pukulan.
Saat Patriak mo yakin pukulan yang dia arahkan akan mengenai perut Yang Zhu, tiba-tiba saja yang Zhu menghilang.
Yang Zhu menghilang menggunakan teknik langkah cahayanya dan kembali muncul di belakang Patriak Mo, lalu memberikan sebuah
pukulan yang dilapisi energi.
Boommm.
Argggghh.
Patriak mo terlempar dan menabrak sebuah pohon.
Tapi Patriak Mo langsung bangkit berdiri lagi dan terlihat ada darah menetes dari sudut mulutnya.
''Bereng*ek kau bocah. aku akan membunuhmu.''
Whoos.
Patriak mo langsung menghilang dan muncul di hadapan Yang Zhu dengan pukulan yang menggunakan seluruh kekuatannya.
Melihat itu Yang Zhu sekali lagi menangkis serangan itu dan membalas.
Patriak mo mengarahkan tendangan ke arah kepala Yang Zhu, tapi di hentikan oleh Yang Zhu menggunakan tangannya.
Yang Zhu membalas Pukulan patriak Mo, dengan sebuah pukulan, tapi juga masih bisa di tangkis oleh patriak Mo.
Setelah menangkis Patriak Mo melesatkan tinjunya kepada perut Yang Zhu, dan tentu saja Yang Zhu menghindar, dan kembali menyerang.
Mereka terus bertukar Pukulan Dan tendangan sampai terlihat Patriak Mo yang sudah babak belur.
''Arrrhhhh. dasar bocah breng*ek.''
patriak Mo mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya,
''Teknik pedang kilat: tebasan melengkung.''teriak patriak mo dan langsung menyerang Yang Zhu menggunakan pedangnya.
melihat patriak mo mengeluarkan pedang, Yang Zhu juga ikut mengeluarkan pedang Hitam dari penyimpanan sistem.
patriak mo yang sedang melakukan serangan merasakan bahaya ketika melihat pedang itu.
'pasti hanya perasaanku saja, sepertinya pedang itu pedang tingkat tinggi, aku bisa membunuhnya dan mengambil pedang itu.' ucapnya dalam hati.
Hiyaaaa.
Wheeesss.
sebuah tebasan melengkung keluar dari pedang patriak mo dan menuju kearah Yang Zhu.
Yang Su yang melihat itu menghindar dan langsung menyerang patriak mo
Tringgg.
Tringgg.
Tringgg.
Tringgg.
Tringgg.
Suara dentingan pedang terus terdengar.
Patriak mo mengarahkan tebasan pedangnya ke arah leher Yang Zhu, dan ditahan oleh Yang Zhu.
Lalu Yang Zhu kembali melakukan serangan kearah patriak mo menggunakan pedang Hitam.
Slassshh.
Argggghh.
melihat ada kesempatan Yang Zhu kembali lagi melakukan serangan.
Whoosss.
Slashhh.
Argghhhh.
Patriak Mo kembali berteriak saat tangan kirinya terpisah dari tubuhnya, karena tebasan Yang Zhu.
''huhh, dasar orang tua yang lemah, sebaiknya kau hanya duduk saja di rumah.'' ucap Yang Zhu.
''Kauuu, breng*eeekk.''
Patriak mo Kembali lagi menyerang walau tangan kirinya sudah tidak ada, dia mengalirkan energi ke kanan kirinya supaya pendarahannya bisa terhenti.
10 menit kemudian terlihat Patriak Mo yang sudah kelelahan, dan wajah memucat karena kelelahan.
''Hah, hah, hah, sialan kau dasar bocah lemah, yang hanya bisa terus menghindar dari serangan ku.'' ucap patriak Mo.
Patriak Mo tidak tau kalau dia sudah mengatakan sesuatu yang salah, dan kata itu adalah kunci untuknya berpindah alam.
''Lemah? Baiklah akan ku tunjukan siapa yang lemah kepadamu.'' ucap Yang Zhu lalu menghilang.
Whoosss.
Slashhh.
Arggghhh.
Tangan kanan Patriak Mo langsung terpisah.
Yang Zhu tidak berhenti di situ, Yang Zhu juga langsung memotong kedua kaki patriak Mo.
Slasshh.
Slasshh.
Arggghhh.
''To-tolong Jangan B-bunuh aku, aku akan melakukan semua yang K-kau katakan.'' mohon patriak Mo.
''Benarkah kau akan melakukan apa pun?.'' tanya Yang Zhu.
''B-benar Tuan, A-aku akan melakukan semua yang tuan perintahkan.'' ucap patriak mo yang senang karena akan di biarkan hidup, tapi di dalam hatinya dia berpikir cara untuk membalas semua ini nanti.
''Baiklah, kalau begitu maka matilah.'' ucap Yang Zhu yang langsung menebas kepala Dari patriak Mo.
Slashhh.
Buk.
Kepala Patriak mo terlepas dari tubuhnya.
[Selamat, Tuan berhasil membunuh seseorang ranah Jendral*6, mendapatkan 60.000 exp Dan 30.000 PS.]
Para pasukan keluarga Mo yang melihat semua pertarungan itu menjadi ketakutan apalagi saat kepala Patriak mereka terpisah dari tubuhnya.
Mereka berlari kesana kemari untuk mencoba melarikan diri.
Tentu saja Yang Zhu tidak akan membiarkan mereka melarikan diri, karena mereka sudah datang untuk membunuhnya maka dia juga akan melakukan yang sebaliknya.
Dia menggunakan api abadinya untuk membakar tubuh dari mereka yang memiliki niat jahat kepadanya, dan menyisakan sekitar 5 orang yang dari awal memang tidak memiliki niat jahat.
[Selamat, Tuan membunuh 45 orang berada di ranah prajurit, mendapatkan 140.000 exp dan 70.000 PS.]
Ketika Yang Zhu akan menyerap semua energi kematian, suara sistem kembali terdengar,
[Tuan, semua energi kematian dari orang yang tuan bunuh akan terhisap dengan sendirinya ke dalam Tubuh Tuan.]
'Benarkah sistem? baiklah kalau begitu.' balas Yang Zhu lalu mengalihkan pandangnya ke arah 5 orang yang Tersisa.
''Pergilah dan jalani hidup dengan baik, tapi sebelum itu aku ingin kalian menghancurkan keluarga Mo.'' ucap Yang Zhu kepada 5 orang yang berada di ranah jendral dan tidak memiliki niat jahat dari awal kepadanya.
''Dengan tidak adanya patriak Mo kalian Bisa melakukan itu dengan mudah bukan?.'' lanjutnya.
''Bisa Tuan, Terimah kasih. kami hanya bekerja pada keluarga busuk itu, Karena keluarga dan anak kami ditahan oleh mereka tuan.'' ucap salah 1 dari 5 orang itu.
''Baiklah pergi selamatkan keluarga kalian dan hancurkan keluarga mo, setelah itu kalian bisa hidup sebebas kalian.'' ucap Yang Zhu.
''Baik Tuan, Terimah Kasih.'' Ucap mereka bersama lalu berbalik ke arah kota.
Yang Zhu kembali Ke dalam kereta kuda, ketika dia masuk Han Fei langsung memeriksa keadaannya,
''apakah kau baik-baik saja? apakah kau terluka?.'' Tanya Han Fei dengan kawatir sambil membalik-balikan badan Yang Zhu.
''Aku baik-baik saja, tidak ada luka.'' ucap Yang Zhu.
''hah syukurlah.''
''heyy nak, kemarin aku melihat kekuatanmu berada di ranah Prajurit*2 dan tadi pagi kau sudah berada di ranah Jendral*1, lalu sekarang kau bisa mengalahkan orang itu yang berada di jendral*6. sebenarnya berada di tingkat apa kekuatanmu?.'' tanya Han Qiao yang bingung.
''Aku hanya berada di ranah Jendral*1, dan aku bisa mengalahkannya karena menggunakan beberapa trik, hehe.'' jawab Yang Zhu lalu kembali duduk.
''Hebat Juga kau. Haha, sepertinya aku akan mendapatkan seorang cucu menantu yang jenius. hahaha.'' tawa Han Qiao.
Mendengar itu membuat wajah Han Fei memerah lalu dia menundukkan kepalanya.
Sedangkan Yang Zhu hanya tersenyum, karena dia juga sepertinya menyukai Han Fei.
Lalu mereka melanjutkan kembali perjalanan menuju ke ibu kota.
_____
Makasih yang udah baca, mohon dukungannya:)