The End Of Revenge

The End Of Revenge
Bab 14: Kebohongan Zara


Shane mengajak Eve makan siang di luar. Seperti biasa, mereka makan di Cafe kecil yang tak jauh dari tempat kerja Eve. Shane menatap kekasihnya yang lebih banyak diam akhir-akhir ini. Shane menyentuh tangan Eve.


"Sayang... Apa ada masalah? Aku lihat beberapa hari ini kamu banyak diam," kata Shane mengusap punggung tangan Eve. Wanita itu mengangkat kepalanya, menatap Shane sejenak. Ia lalu menggeleng.


"Shane.. Kamu mencintaiku kan?" tanya Eve membuat Shane mengerutkan alisnya.


"Sayang, apa maksudmu. Aku pikir kamu meragukan cintaku," jawab Shane sedikit kecewa.


"A..aku tidak bermaksud__"


"Tentu saja aku mencintaimu," kata Shane memotong perkataan Eve.


"Eve percayalah padaku. Aku benar-benar mencintaimu," ujar Shane. Eve menatap pria itu, tidak ada kebohongan di sana.


"Aku juga mencintaimu Shane," balas Eve tersenyum.


"Kau tau Shane, beberapa hari ini seorang wanita menghubungiku. Aku tidak mengenalnya. Dia selalu mengatakan padaku untuk meninggalkanmu. Dia bilang kalau kamu hanya miliknya," kata Eve pada akhirnya jujur dengan Shane.


"Sayang.. Percayalah, aku hanya mencintaimu. Wanita itu hanya sebagian kecil dari orang-orang yang tidak menyukai hubungan kita. Lain kali kamu tidak perlu meladeni orang-orang seperti mereka. Aku benar-benar tulus padamu Eve," kata Shane menggenggam jemari Eve. Wanita itu lalu mengangguk.


"Ada yang sedang pacaran ternyata," timpal Zara membuat Shane dan Eve terkejut. Keduanya menoleh ke arah Zara. Eve terlihat bertanya-tanya siapa wanita yang tiba-tiba datang ke meja mereka. Seperti biasa, Zara selalu tampil dengan pakaian seksinya. Wanita itu memakai dress satin merah yang ketat dengan bagian belakang yang terbuka. Hanya dihiasi oleh tali setipis spaghetti. Dan jangan lupa, jika wanita itu sepertinya tidak memakai bra. Terlihat sesuatu yang menonjol dibalik bajunya.


Eve menatap Shane seolah bertanya siapa gerangan wanita yang berdiri di dekat mereka itu. Apakah Shane juga tidak mengenalnya? Pasalnya pria itu tidak menggubris Zara.


"Sepertinya akan menyenangkan jika kita duduk di meja yang sama. Benar bukan Shane?" ujar Zara dengan santainya menarik kursi lalu duduk.


"Tunggu dulu, kenapa cepat sekali. Kehadiranku mengganggu kalian ya," ujar Zara memasang wajah bersalahnya saat menatap Eve.


"Shane.." ujar Eve menatap pria itu seolah memintanya untuk tetap di sana.


"Lihat kekasihmu saja tidak keberatan. Apa kamu masih marah padaku karena aku menolak cintamu?" kata Zara membuat Shane tersentak. Bukan hanya Shane, Eve juga terkejut mendengar perkataan Zara. Zara berbohong. Jelas-jelas Shane tidak pernah menembaknya.


"Zara.. jangan mengatakan sesuatu yang tidak pernah terjadi," Shane bersuara.


"Oh ayolah Shane. Aku tau kamu malu untuk mengakuinya. Tapi itu sudah lama. Apa kita tidak bisa berteman seperti dulu lagi," kata Zara. Shane menghela nafasnya. Jika ia diminta untuk memilih wanita paling bermuka dua di dunia ini, maka Shane akan memilih Zara.


"Kamu belum mengenalkannya padaku," tukas Zara menatap remeh Eve.


"Hai.. Aku Eve," kata Eve mengulurkan tangannya. Tentu saja Zara tidak membalasnya.


"Aku meminta Shane untuk mengenalkan mu. Bukan kamu," ujar Zara sarkas. Eve mencoba tersenyum atas apa yang Zara katakan.


"Jangan melewati batasanmu Zara," hardik Shane marah. Tidak terima kekasihnya diperlakukan seperti itu. Shane mendekati Eve, menarik tangan Eve dan membawanya keluar dari restoran.


Zara menyeringai saat melihat sepasang kekasih itu pergi.


"Ini terlihat menyenangkan," gumamnya.