The End Of Revenge

The End Of Revenge
Bab 12: Dosaku Terlalu Banyak


Baru saja Shane menyelesaikan rapat pemegang saham perusahaan dan berencana untuk beristirahat namun sekretarisnya melaporkan jika seorang wanita sedang membuat keributan di kantornya.


"Tidak bisakah aku beristirahat sebentar saja," batin Shane geram.


"Siapa wanita itu?" tanya Shane bangkit dari kursinya.


"Saya tidak tahu Pak, tapi dia bersikeras untuk bertemu dengan anda. Dia bilang anda akan marah jika kami mengusirnya," ucap sekretaris Shane.


Shane yang penasaran akhirnya memilih untuk melihat wanita yang dimaksud sekretarisnya.


Sementara itu di lobby, Zara berlagak seperti tidak terjadi apa-apa setelah mengacak-acak meja resepsionis. Zara melipat kedua tangannya dan bersandar di meja resepsionis dengan wajah angkuhnya.


"Pak.. tolong usir wanita ini karena sudah membuat keributan," ucap resepsionis setelah dua orang sekuriti datang.


"Hei.. apa-apaan kalian... " tukas Zara marah saat petugas keamanan menariknya.


"Lepaskan aku. Aku akan melaporkan kalian pada paman Axton," kata Zara mencoba melawan.


"Laporkan saja kalau berani. Memangnya anda siapa? Kami bahkan mengenal semua keluarga Halburt. Tidak perlu berbohong nona," ucap sekuriti itu.


"Ah Shane..." panggil Zara saat melihat sosok pria itu keluar dari lift membuat fokus kedua sekuriti itu teralihkan.


Betapa terkejutnya Shane saat melihat Zara berada di kantornya. Ini adalah pertemuan pertama mereka setelah 6 tahun. Tidak ada yang berbeda dari wanita itu. Hanya saja gaya berpakaiannya semakin berani. Atasan crop tanpa lengan dan rok dengan belahan tinggi.


"Pak, wanita ini yang sudah membuat keributan," ucap sekretaris Shane. Shane tidak bergeming. Pria itu masih menatap Zara dengan tatapan yang sulit diartikan. Entah apa yang ada di dalam pikirannya.


"Hei.. katakan pada mereka untuk melepaskan ku. Kenapa kamu hanya diam saja," ucap Zara dengan nada angkuhnya.


Shane menghela nafasnya," usir wanita itu. Aku tidak mengenalnya. Jangan pernah membiarkannya masuk ke perusahaan ini," kata Shane memutar tubuhnya dan pergi.


"Sial.. apa katamu. Jadi sekarang kamu sudah berani. Lihat saja, aku akan melaporkanmu pada kakak," pekik Zara. Shane sepertinya tidak peduli. Dan itu membuat Zara semakin marah.


"Jangan melawan Nona atau kami akan bersikap lebih kasar lagi," ancam sekuriti.


"Lepaskan dia," kata Shane. Zara menyeringai. Kedua sekuriti itu lalu melepaskan Zara.


"Ternyata jurus andalanku masih manjur," ujar Zara menatap kedua sekuriti itu dengan tatapan mengejeknya.


"Hei tunggu.. " pekik Zara berlari mengikuti Shane.


"Apa kamu tidak bisa berjalan dengan pelan," kata Zara mengikuti Shane. Sepatunya terllau tinggi. Dan itu membuatnya berjalan lebih lambat. Zara lalu melepas sepatunya.


Basement. Itu adalah tujuan Shane. Pria itu mengeluarkan kunci mobilnya. Menekan remote kecil pada kunci mobilnya hingga terdengar suara bip. Shane masuk ke dalam mobilnya. Hampir saja ia menginjak pedal gasnya dan hendak pergi, dan tiba-tiba Zara membuka pintu mobilnya.


"Jadi kamu ingin mengajakku bertemu di luar," ujar Zara dengan percaya dirinya yang tinggi sembari memasang seatbelt di tubuhnya. Shane hanya diam saja. Tidak ingin berbicara dengan Zara. Harusnya ia tadi berlari saja agar Zara tidak bisa mengejarnya.


***


"Shane ... aku tidak ingin mati dengan cepat. Dosaku terlalu banyak. Shane hentikan..." teriak Zara saat Shane mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi. Shane tidak peduli, ia hanya fokus ke jalan.


"Ya Tuhan... Pria ini sudah gila..." kata Zara mulai mual.


"Shane.. Berhenti... Aww..!!" pekik Zara saat kepalanya terbentur, mobil tiba-tiba berhenti. Shane melirik Zara sebelum ia kembali menginjak pedal gas mobilnya dan mengemudi dengan kecepatan tinggi.


Shane menepikan mobilnya, di tempat yang tidak terlalu ramai. Zara yang tidak tahan lagi, melepas sabuk pengaman dengan buru-buru lalu keluar dari mobil.


"Huek... Huek..." Zara muntah, wajahnya terlihat pucat.


Shane mengambil tas Zara lalu melemparnya ke luar dan pergi meninggalkan Zara.


"Sial.. Beraninya kamu Shane... Huek... Huek.." kata Zara memuntahkan cairan dari mulutnya.