
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, sudah berminggu-minggu, Diana tinggal bersama Papanya. Dan kini, usia Diana sudah genap sepuluh bulan. Dua bulan lagi, Diana akan berumur satu tahun.
Dan tadi pagi, saat Diana bangun tidur, tiba-tiba dia nyari Mamanya dan menangis. Biasanya Diana tidak seperti ini, mungkin karena Diana sudah seminggu lebih tidak datang dan Diana merindukan sosok Ibunya.
Ariel pun segera memandikan Diana, dan memberikan susu yang baru ia buat. Diana sudah bisa megang susu sendiri, jadi ia megang dotnya sambil main mainan yang di berikan oleh Ariel. Ariel sendiri, ia mandi sambil sesekali melihat ke arah Diana. Senga pintu kamar mandinya di tutup sedikit, agar ia bisa fokus mandi dan menjaga Diana dalam waktu bersamaan.
Tak lama, hanya sepuluh menit, Ariel sudah selesai mandi. Lalu ia segera pakai baju dan sholat dhuha. Selesai sholat, barulah Ariel membuatkan MPASI untuk Diana.
Sambil membuat MPASI, Ariel akan menoleh ke arah Diana, Ariel benar-benar tidak bisa untuk mengabaikan Diana begitu saja, kecuali saat sedang sholat. Saat sholat, barulah Ariel fokus dengan sholatnya, tapi selain itu, Ariel benar-benar menjaga Diana dengan sangat ekstra.
Setelah MPASI selesai, barulah Ariel mulai menyuapi Diana makan, rencananya jika sudah umur satu tahun, Ariel akan mengajari Diana untuk makan sendiri. Untuk saat ini, Diana masih belum faham dan yang ada malah di buat mainan.
Diana sangat lahap sekali makan, dia selalu menyukai apa yang di buat oleh Ariel. Mungkin juga karena teksturnya lembut sehingga mudah untuk di cerna.
Setelah selesai menyuapi Diana, Ariel akan mencuci mangkok, piring, dot dan yang lainnya.
"Akhirnya selesai juga, tinggal pesen makanan." tutur Ariel. Ariel mengambil Hp dan memesan makan, lalu setelah selesai memesan, barulah ia menaruh hpnya kembali dan main bersama dengan Diana.
Setengah jam kemudian, makanan dan minuman yang ia pesan pun datang.
Ariel segera menerimanya dan mulai menyantap makanannya sambil melihat ke arah Diana yang tengah sibuk main sendirian.
Sedangkan untuk baju kotor, ia tinggal loundry, di kawasan apartemen ini, juga ada tempat loundry, dan nanti mereka yang akan datang setiap dua hari sekali untuk mengambil baju kotor di pagi hari dan akan di antar kembali sore harinya atau paling lama dua hari, baru di antar.
Setelah apartemen bersih dan mainan sudah di masukkan ke tempatnya, barulah Ariel mengajak Diana untuk pergi ke rumah Mamanya. Yah, untuk pertama kali, ia akan datang ke rumah Luna. Rumah yang dulu ia bangun dengan susah payah.
Awalnya, Ariel ingin Luna lah yang datang ke apartemennya, tapi ia gak enak sendiri jika harus menyuruh Luna yang datang terus menerus. Jadi, ia berfikir, kenapa gak dirinya aja yang datang ke sana.
Ariel pergi dengan memesan mobil online, bukannya dia gak mau menyetir sendiri, kadang Diana gak mau diam, ia takut tidak fokus menyetir dan membuat putrinya celaka. Jadi lebih aman, ia memilih untuk memesan mobil online aja, jadi ia cukup duduk diam di belakang sambil menemani putrinya yang selalu bawa mainannya kemana-mana, terutama boneka berbie dengan rambu panjangnya yang sampai pinggang.
Setengah jam kemudian, Ariel sudah sampai di depan rumah Luna. Namun ia tidak langsung turun, karena ia melihat Luna bersama Dion di depan rumahnya.
Melihat mereka tertawa bersama, membuat hati Ariel berdenyut sakit.
"Aku fikir, kamu tidak datang karena kesibukan lain. Ternyata .... " karena tak ingin menganggu kebersamaan Luna dan Dion. Akhirnya Ariel meminta sang sopir untuk pergi ke Mall.
Yah, Ariel akan mengajak Diana untuk bermain di permainan yang ada di Mall. Biarlah Luna bahagia dengan kehidupannya yang sekarang. Ariel tak ingin menganggu kebahagiaan.
Luna pantas bahagia dengan orang lain, setelah apa yang dirinya lakukan di masa lalu.