
Luna memasuki kamar rawat inap suaminya, dan ia melihat Noah yang ketiduran di sofa panjang. Mungkin ia lelah menjaga Ariel sendirian selama ini. Luna pun tak membangunkannya, ia memilih duduk di sana dan menata barang-barangnya. Ia bahkan membersihkan ruangan itu hingga tertata rapi, dan menyemprotkan sedikit parfum agar ruangan ini segar dan tidak bau.
Luna juga membuang banyak sampah, yang sebagian besar berisi bungkus makanan. Bisa di pastikan ini, pasti bungkus makanan milik NOah. Yah, siapa lagi yang makan di ruangan ini jika bukan Noah. Lalu Luna juga mengepel ruangan itu, biar semakin bersih dan kinclong. Setelah hampir setengah jam ia bersih-bersih kini ia mulai merasa nyaman di ruangan ini, dan tidak seperti tadi yang baunya sangat aneh dan apek.
Entahlah, padahal ini rumah sakit, tapi baunya bikin Luna ingin mual saja. Tapi kini, Luna sudah bisa duduk santai menikmati hidup dan memainkan hpnya.
Saat Luna asyik main HP, Noah bangun. Ia kaget melihat ruangan ini sudah bersih dan semuanya tertata rapi, ada wangi segar suja. Dan saat ia mengucek matanya dan menguap, ia semakin di buat kaget melihat Luna yang kini tengah menatapnya.
"Lu ... Luna?" ucap Noah tergagap, sangking kagetnya.
"Hmm, sudah bangun?" tanyanya santai.
"I ... iya. Kamu sejak kapan datang?" tanyanya mencoba menghilangkan rasa gugup dan rasa kagetnya.
Luna melihat jam yang ada di hpnya. Lalu menatap Noah lagi.
"Sejam yang lalu."
"Ah, apa ini kamu yang membersihkannya?" tanyanya tersenyum canggung.
"Hmm ... aku gak suka ruangan kotor dan bau aneh. Jadi, aku datang langsung membersihkannya," jawabnya.
"Hehe maaf ya. Sebenarnya aku mau membersihkan nanti saat bangun tidur, tapi kamu keburu datang."
"Its okay, gak papa. Santai aja."
Lalu Noah tanpa sengaja melihat ada beberapa barang yang bukan miliknya berada di sana. Lalu ia menoleh ke Luna, seakan ingin menanyakan, itu barang milik siapa. Luna yang mengerti pun, langsung buka suara lagi.
"Itu barangku. Aku akan menginap di sini untuk beberapa Minggu ke depan, sampai Mas Ariel sadar."
Mendengar hal itu, Noah menganggukkan kepalanya. Noah berfikir jika Luna sudah memaafkan Ariel dan mau memberikan kesempatan padanya. Padahal tanpa Noah ketahui, Luna mau menjaga Ariel, karena Luna ingin mengabdikan dirinya sebelum akhirnya Hakim mengetuk palu dan dirinya resmi berpisah dengan Ariel.
Proses perceraian tetap berjalan dan Luna tidak akan pernah menariknya kembali.
Ada juga dua lemari di sana, jadi lemari itu bisa di paaki buat menaruh barang milik Luna dan Noah.
Luna melihat Hpnya lagi dan membaca novel kesukaanya di aplikasi Mangatoon.
Tak lama kemudian, Noah sudah keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar. Ia juga sudah mengganti bajunya dengan baju yang bersih, yang ia ambil dari lemari tadi. Noah menggangtungkan handuknya ke tempatnya dan baju kotornya ia bungkus ke plastik hitam.
"Aku mau ke laundry, di lantai bawah. Kamu mau nitip sesuatu?" tanya Noah yang sudah menenteng kresek hitam.
"Aku pengen makan soto ayam ya, sama es teh dan sekalian aku nitip beliin es krim rasa coklat dan melon. Ah ya, satu lagi, aku juga nitip rujak, buahnya kedondong, mangga manalagi yang setengah matang, pepaya setengah matang, semangka, melon madu sama bengkoang. Bumbu rujaknya pisah aja, jangan di satukan. Sama kerupuk lagi. Udah itu aja. Oh ya kalau bisa juga belikan aku terang bulan isi kacang coklat," ucapnya membuat Noah melongo. Ia bahkan sudah lupa apa aja yang di pesan oleh Luna. Entah kenapa, ia sedikit menyesal menanyakan Luna mau nitip apa.
Tapi mengingat Luna yang tengah hamil, bisa jadi permintaannya itu karena Luna mengidam. Dan selama Luna hamil, Ariel juga bahkan belum pernah menuruti ngidam Luna. Memikirkan hal itu, Noah jadi merasa sedih. Akhirnya, ia mengambil hpnya dan meminta Luna mengulang kembali pesanannya itu. Luna pun dengan senang hati mengulang dan bahkan menambahkan beberapa camilan yang dia inginkan.
"Ini uangnya?" Luna mengambil uang dari dompetnya dan memberikannya kepada Noah.
"Enggak perlu. Aku ada uang kok," tolak Noah.
"Yakin?" tanya Luna memastikan.
"Yakin sekali."
"Iya sudah." Luna pun menaruh kembali uangnya. Dan setelah itu, Noah pun segera pergi dari sana untuk pergi ke tempat laundry dan membeli pesanan Luna.
Saat Noah pergi, Luna menaruh hpnya. Lalu ia pergi ke kamar mandi untuk ambil wudhu. Lalu setelah itu, ia mengambil mukenah dan sejadahnya.
Luna sholat dhuhur di samping brankar. Selesai sholat, Luna juga wiridan sebentar dan mendoakan Ariel agar segera sadar dan diberikan kekuatan dan kesabaran agar bisa melalui masalahnya. Tak lupa Luna juga mendoakan Papa mertuanya itu agar juga diberikan ketabahan. Luna tau, jika saat ini Papa mertuanya pasti masih sedih karena di tinggal istrinya. Jadi setiap Luna selesai doa, tak lupa Luna mendoakan Papa mertuanya dan mendoakan Mama mertuanya yang sudah tiada.
Selesai berdoa, Luna mengambil Al Quran, lalu ia duduk di kursi di samping brankar. Ia mengaji sambil sesekali menatap ke arah Ariel.
Luna ingin Ariel mendengar ayat-ayat suci Al Qur'an, agar jiwanya semakin tenang. Ia yakin, walaupun Ariel tidak membuka mata, namun Ariel pasti mendengar suara-suara di sampignnya. Jadi Luna mengaji agar Ariel pun bisa meraskan ketenangan batin.
Luna juga kalau lagi galau, cemas, sedih. Kadang Luna membaca Al Qur'an atau mendengarkan ayat-ayat suci Al Qur'an dengan begitu, hatinya bisa kembali tenang.