Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Menantang Ucapan


"Ya terus aku pikirin gitu. Suka - suka ku mau berkata apa sama janda kaya kamu" kata laki - laki itu makin membuat ku emosi.


"Bisa nggak setiap bicara atau mengeluarkan suara. Kata janda itu tak perlu di ucapkan. Aku memang sadar bahkan sangat sadar bahwa aku memang janda. Tapi aku punya nama, bukan janda. Yah walaupun status ku janda. Apa aku juga harus ubah panggilan ku jadi janda. Gitu hah..." kata ku menjawab ucapan laki - laki itu dengan sedikit mengeraskan suara ku agar laki - laki itu mendengarnya dengan jelas.


"Hahahaha... sudah ku bilangkan tadi. Suka - suka ku lah panggil kamu apa. Nggak ada larangannya pun." kata laki - laki itu menjawab ucapan ku sambil tertawa mengejek.


"Iya memang nggak ada, tapi setidaknya tak perlu lah panggil aku janda. Atau memang Anda sengaja ingin kasih tau ke orang - orang yang ada di sekitar sini kalau aku ini janda. Kalau memang seperti itu, kenapa nggak Anda bawa pengeras suara biar sekalian dari ujung kiri, kanan, depan, belakang tau kalau aku ini janda. Dan parahnya lagi status ku bisa janda itu salah satunya karena Anda penyebab aku jadi janda. Sangat menarik bukan." kata ku yang malah menantang ucapan laki - laki itu bahkan memberikan saran untuk laki - laki itu bisa menghinaku sekaligus bisa mempermalukan laki - laki itu juga.


"Hem... ide mu bisa aku pertimbangkan kalau nanti aku ketemu lagi dengan mu" kata laki - laki itu malah menanggapi ucapan ku dengan yakin ingin melakukan apa yang aku saran kan pada nya itu.


"Tapi aku harap tak akan pernah ketemu dengan Anda lagi. Dan cukup hari ini aku melihat Anda ada di hadapan ku" kata ku menjawab ucapan laki - laki itu.


"Sombong seperti apa yang Anda maksud. Apa sombong karena saya tak ingin bertemu Anda lagi. Kalau memang itu, siapa pun yang bertemu Anda pasti tak ingin bertemu Anda lagi. Setelah mendengar hinaan demi hinaan dan cacian yang keluar dari bibir Anda telah menyakiti hati seseorang. Termasuk hati kami yang memiliki status janda. Kami memang tak berkeinginan untuk memiliki status ini. Tapi karena keadaan yang memaksa kami untuk mendapatkan status ini. Bahkan kami sempat ingin mengakhiri hidup jika saja tak ada orang yang selalu menyemangati kami dan mendukung setiap langkah kami. Walau terkadang ada saja orang - orang seperti Anda ini yang dengan tak berperasaan nya menghina kami dan merendahkan kami. Memangnya apa salah kami. Kami tak merugikan kalian bukan, lalu kenapa kalian selalu merendahkan kami." kata ku pada laki - laki itu.


"Kau pengen tau apa penyebabnya aku tak suka sama kamu. Itu karena kamu telah menjebak ku untuk menghamili mu waktu itu. Hingga akhirnya di usia ku yang masih muda aku sudah berstatus suami. Bahkan harus berstatus duda juga lagi." kata laki - laki itu menjawab ucapan ku.


"Bukannya ke balik ya. Anda yang udah menjebak aku dengan hubungan pacaran itu dengan Anda. Bahkan aku telah tertipu dengan kesetiaan yang katanya cuman aku seorang wanita yang di cintai. Kata Anda waktu itu. Tapi nyatanya setelah sekian tahun aku baru tau bahwa Anda telah membohongi ku kalau aku wanita satu - satunya." kata ku menjawab ucapan laki - laki itu.


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸