
Hingga tak terasa air mata pun keluar dengan sendirinya dari kedua mata ku. Saat aku mendengar semua kenangan yang telah ku lalui di kamar ini.
Hingga tak terasa, mungkin karena terlalu banyak nya mengeluarkan air mata. Dan lelahnya mengeluarkan air mata ini.
Akhirnya tanpa bisa di cegah lagi aku tertidur di kamar ku ini. Namun sayang baru saja aku memejamkan mataku di kamar ini. Aku mendengar suara tangisan anak kecil lagi.
Dan ini membuat aku terasa tersentuh untuk menghampiri sumber suara tangis itu. Dalam mimpi ku aku terus mencari suara tangis itu, yang setelah ku dengarkan dan ku ikutin suara hati ku dimana sebenarnya sumber suara itu.
Aku lalu menghampiri sebuah ruangan di sebuah rumah yang indah dan besar. Terlihatlah seorang bayi yang sedang menangis dan seperti ia yakini bahwa bagi itu adalah putra yang direbut dari ku saat aku melahirkannya.
Ku hampiri lah bayi itu. Namun, saat akan melihat wajahnya seseorang menarik tangan ku dan membawaku ke luar dari ruangan itu.
Saat ku lihat siapa orang yang telah menarik ku. Aku pun, kaget dibuatnya. Karena ia adalah wanita dan laki - laki itu lagi. Yang selalu saja menggagalkan aku melihat putra ku walau dalam mimpi tapi ini akan membuat aku bahagia.
Tapi itu sepertinya mustahil karena benteng wanita dan laki - laki ini lah yang selalu menghalangi ku melihat putra ku.
Dan saat itu pun aku mulai terbangun dari tidurku karena ada seseorang yang menarik ku untuk bangun dari tidurku.
Yang tak lain itu adalah Puti kecil ku. Yang ingin aku menemani nya bermain, bercanda dan tertawa bersamanya.
Ku peluk lah putri kecil ku saat aku kembali sadar sepenuhnya dari tidur ku ini. Dan aku pun mulai bertanya tentang hari - hari yang di lewati putri ku selama aku tak berada di sampingnya.
Saat ku dengar beberapa cerita dari putri ku. Aku seperti orang yang sedang mengiris bawang dan tanpa sengaja mengenai mata dan akhirnya mengeluarkan air matanya.
Bagaikan hati yang teriris dan akhirnya naluri pun menyalurkannya dengan air mata yang keluar dengan sendirinya tanpa di minta oleh ku.
Air mata ini pun tak henti - hentinya keluar saat putri ku menyelesaikan ucapannya. Air mata ini masih menetes.
Ketika putri ku melihatku yang sudah terlihat sembab dan banyaknya air mata yang keluar. Ia pun bertanya pada ku.
"Mama, kenapa nangis?" kata Putri kecil ku.
"Hem... mama nggak kenapa - kenapa. ini hanya tadi terkena debu terus mama kucek mata mama lalu karena perihnya saat di kucek akhirnya mamah nangis" kata ku yang berbohong kenapa aku menangis pada putri ku.
"Oh gitu. Tapi mata mama baik - baik aja kan" Kata Putri kecilku bertanya kembali padaku.
"Hem" kata ku sambil menganggukan kepala yang menandakan bahwa aku baik - baik aja.
Lalu Putri kecilku tanpa ku sadari bahwa ia tiba - tiba memeluk ku sangat erat dan berkata jangan pernah tinggalkan aku sendiri lagi disini.
Karena putriku takut kalau aku akan meninggalkannya lagi. Hingga ia akhirnya mengungkapkan keinginannya itu pada ku.
Next Episode...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸