Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Dalam Mimpi Ku


Saat aku telah di temukan dan aku lalu di bawa oleh mereka kembali ke rumah sakit. Awalnya aku berontak tak ingin di bawa oleh mereka.


Hingga mereka tak punya pilihan lain, langsung menyuntikan aku obat, yang kemudian detik berikutnya aku tak sadarkan diri. Itu akhirnya memudahkan mereka untuk membawaku dari sana menuju rumah sakit.


Sekitar beberapa jam akhirnya mobil pun berhenti di halaman rumah sakit. Lalu mereka membawaku kembali ke ruangan ku dan menguncinya lagi.


Dan di sinilah aku tertidur karena pengaruh obat yang di suntikan kepada ku. Ketika dalam tidur ku itu, aku bermimpi melihat kejadian demi kejadian dimana aku melihat bayi kecil yang menangis tak henti - henti.


Yang akhirnya membuat aku ingin menghampiri bayi itu, tapi saat aku ingin menghampirinya ada seseorang yang menghalangi ku untuk menemui bayi itu.


Di sana aku melihat seseorang itu, ternyata orang yang telah membuat aku jauh dari putra ke dua ku yang tak pernah aku lihat dari saat ia ada di dunia dan di saat aku melahirkannya.


Ya wanita itu yang ku lihat dalam mimpi ku. Ia tak mengizinkan aku untuk mendekati putra ku. Hingga itu membuat aku berontak ingin menghampirinya.


Dan tak hanya itu kami bertengkar saling memberikan amarah satu sama lain. Hingga itu membuat putra ku semakin keras menangisnya.


Kami saling menjambak rambut, memukul, mencakar sampai kami tak mempedulikan sekitar kami. Dan yang kami fokuskan hanya siapa yang harus menang dan bisa mendekati putraku terlebih dahulu.


Hingga saat aku ingin menendang kaki wanita itu. Aku malah terbangun dari tidurku dan sasaran tendangan itu malah mengenai perawat yang ingin melihat kondisiku.


Sampai perawat itu terjatuh karena tak sempat untuk menghindari tendangan ku itu. Dan akhirnya perawat itu terduduk di lantai dan mencoba menormalkan kembali rasa terkejutnya itu.


Perawat itu telah menyuntikkan aku obat kembali. Namun obat ini tak membuat aku tertidur lagi. Tetapi obat ini membuat aku bisa mengendalikan amarah ku.


Aku kemudian melihat perawat itu. Setelah itu, aku lalu melihat ke langit - langit ruangan ku dan merenungkan serta mengingat kembali mimpi itu.


Mimpi yang hampir mempertemukan aku dengan putra kedua ku. Namun sayang wanita itu telah menggagalkan nya.


Wanita yang telah tega merebut putranya darinya dan wanita yang telah menyebabkan ia harus mengalami gangguan kejiwaan.


Perawat itu kemudian mencoba untuk mengajak ku bercerita kepadanya tentang apa yang aku alami dalam mimpi ku.


Tapi aku tak ingin memberitahukannya apa yang ku alami dalam mimpi ku. Karena itu adalah suatu hal yang harus aku simpan biar aku bisa membalaskan perbuatannya pada ku, yang telah memisahkan aku dengan putra ku itu.


Aku seperti tak ingin orang tau apa masalah yang ku hadapi dan aku ingin menyelesaikannya sendiri. Hingga karena terlalu di pikirkan yang membuat aku akhirnya mengalami depresi berat.


Dan sering berbicara sendiri layaknya aku sedang memarahi wanita itu dan laki - laki itu. Yang telah mengambil putra ku dari ku. Rasa ingin membunuh mereka pun pernah aku pikirkan saat aku memukuli pasien di rumah sakit ini tempo hari yang ku bayangkan adalah wajah mereka.


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸