
Ketika aku sudah mengutarakan permintaan maaf dan rasa bersalah ku terhadap orang yang ku pukuli itu. Aku pun kemudian pergi meninggalkan nya.
Tetapi saat aku melangkahkan kaki keluar dari pintu ruangan, orang yang ku pukuli mengeluarkan suaranya. Ia mengigau dalam tidurnya yang berteriak meminta ampun, terhadap seseorang dan raut wajah tertidurnya pun menunjukan raut ketakutan. Yang mana ini membuat aku merasa sangat bersalah.
Trauma dan bertambahnya terganggu kejiwaan orang itu. Membuat aku sedih dan tanpa bisa ditahan air mata keluar dari mata ku dengan sendirinya.
Lalu rasa bersalah dan penyesalan pun. Aku rasakan saat ini. Hingga tanpa ku sadari menit berikutnya kejiwaan ku mulai terguncang lagi dan tak bisa ku kendalikan.
Aku mulai histeris karena banyaknya pikiran yang tak seharusnya ku pikirkan itu. Aku pergi dari ruangan orang itu dengan berlari sangat kencang tanpa arah dan tujuan akan kemana.
Dan entah kenapa pintu gerbang rumah sakit ini terbuka tanpa ada yang menjaga di sana. Dan aku lalu berlari keluar rumah sakit ini. Pergi tanpa ada yang melihat satu orang pun bahwa aku sudah pergi dari rumah sakit.
Saat aku berada di luar rumah sakit aku mulai berlari ke sana kemari tanpa merasa lelah sedikit pun. Walau dari saat aku keluar rumah sakit aku berteriak - teriak dan tak menggunakan alas kaki di jalan aspal yang kala itu sangat panas jika tak menggunakan alas kaki bahkan ketika menggunakan alas kaki pun masih merasakan panas. Jadi bisa di simpulkan bagaimana rasanya aku berlari tanpa arah tak menggunakan alas kaki.
Orang - orang yang tak sengaja bertemu dengan ku di jalan. Mereka semua menghindari ku karena mereka merasa takut terhadap ku. Dengan penampilanku yang berantakan, seperti rambut yang mulai tak terlihat rapi, berbicara sendiri, pakaian yang digunakan tak rapi dan masih banyak lagi.
Di saat aku mulai merasakan haus dan lapar aku melihat ada anak kecil yang sedang memakan dan meminum minuman yang ia bawa itu. Aku lalu menghampirinya dan merebut paksa makanan dan minuman itu darinya.
Dan aku langsung memeluk anak itu yang aku bayangkan dia adalah putri kecil ku yang ku rindukan selama Aku berada di rumah sakit itu.
Di peluknya anak itu dalam pelukanku. Hingga anak itu pun mencoba menghindari pelukan dari ku ini. Karena aku merasa pelukan ku terusik dan membuat aku merasa tak nyaman saat memeluknya aku langsung membentak anak itu yang ku peluk dengan suara yang sangat membuat anak itu ketakutan.
Dan detik berikutnya menangis sangat kencang di pelukanku. Yang mana tangisan itu bukan membuat aku merasa kasihan melihatnya. Malah itu membuat aku semakin menjadi marahnya terhadap anak itu.
Hingga orang - orang pun mulai mendengar suara anak yang menangis kencang dan mereka lalu mulai mencari sumber suara tangisan anak itu.
Yang akhirnya mereka melihat aku memeluk anak itu sangat erat dan hampir saja anak itu merenggangkan nyawa karena terlalu eratnya aku memeluknya.
Namun hal itu akhirnya tak terjadi karena orang - orang sudah mengetahui sumber suara tangisan itu. Dan langsung memisahkan aku dari anak yang ku peluk erat itu.
Next Episode...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸