
Tak berapa lama kemudian ayah ku datang bersama dengan dokter dan beberapa perawat.
"Lihat dok putri saya jadi seperti ini. Saya nggak atau dia kenapa? karena tiba - tiba jadi seperti ini dok keadaannya." kata ayahku memberitahukan pada dokter.
"Biar saya periksa dulu pak, bapak dan ibu diam dulu di sini. Kalau nggak salah tadi bapak bilang putri bapak berteriak saat ibu dan bapak ingin mendekatinya. Maka dari itu alangkah baiknya ibu dan bapak diam dulu disini. Biar saya dan rekan saya yang mengekati putri bapak." kata dokter pada ayah ku dan ibu ku.
"Iya dok silahkan" kata ayah menjawab ucapan dokter.
"Iya dok" kata ibu juga sama menjawab ucapan dokter.
Ya, sebelum ayah datang ke ruangan ku ia menberitahukan semua yang terjadi pada dokter. Hingga dokter berucap seperti itu pada ayah ku dan ibu ku.
Setelah menyetujui perkataan dokter ibu ku dan ayah ku kini terdiam di depan pintu ruangan ku. Sambil melihat aku yang akan di periksa oleh dokter.
Belum setengah jarak antara dokter dan aku yang duduk saat ini. Aku malah berdiri lalu berteriak pada dokter dan perawat itu.
"Jangan mendekat, jangan mendekat aku bilang jangan mendekat. Argh... Argh..." kata ku pada dokter dan perawat sambil menarik - narik rambut ku.
"Tenang jangan berteriak, saya hanya akan memeriksa bukan untuk menyakiti." kata dokter mencoba menenangkan aku.
"Argh... kalian pasti akan mengambil bayi ku. Argh... bayi ku, bayi ku, dimana kalian sembunyikan bayi ku. Dimana hah... cepat kasih tau aku dimana bayi ku, bayi ku, argh... argh..." kata ku menjawab ucapan dokter dengan berteriak sambil mendekati dokter bahkan sampai mau memegang baju yang di kenakan oleh dokter saat ini.
Jika salah satu perawat tak mencoba menarik tangan dokter untuk menjauh dari ku, mungkin saat ini aku sudah berbuat yang tidak baik untuk dokter.
"Dok, apa sebaiknya kita berikan obat penenang saja untuk pasien?" kata salah satu perawat memberikan sarannya.
"Boleh, tapi kita harus membuatnya lengah terlebih dahulu agar kita bisa memberikn obat penenang itu."
"Dan siapkan dulu obat penenangnya"
"Iya dok akan saya siapkan"
"Hehehe... hehehe... kenapa kalian malah menjauh hah... takut, apa kalian takut pada ku. Jika seperti itu maka kembalikanlah bayi ku pada ku sekarang. Apa kalian dengar, kembalikan bayi ku. Hiks... hiks... kembalikan hiks... hiks..."
Sungguh aneh itulah yang mungkin aku rasa karena entah kenapa hati ku tak ingin berbuat seperti itu tapi malah aku berbuat seperti itu.
Seperti ada seseorang yang sedang mengendalikan diri ku untuk bertingkah di luar batas bahkan sangat berlebihan.
Dari awalnya ketawa, bertanya dengan percaya diri, lalu akhirnya malah menangis tersedu - sedu.
Semua itu tak aku inginkan tapi aku malah bertingkah seperti itu. Sungguh aneh dan bener - bener aneh untuk ku.
Dokter, perawat, ayah ku dan ibu ku mereka semua tidak ada lagi yang bicara karena mereka sedang sedih dan prihatin melihat kondisi ku saat ini.
Namun, di saat itu dokter memerintahkan perawat untuk memegang diri ku. Sementara dokter ia akan memberikan obat penenang untuk ku.
Di saat semua sudah akan bertindak, di saat itu entah kenapa tubuh ini malah bertingkah aneh.
Next Episode...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸