Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Manis Pahit Perjalanan Ku


Tak terasa setahun sudah aku berada di rumah sakit jiwa ini. Banyak sekali kejadian - kejadian yang ku alami selama di sini.


Baik itu kejadian yang membuat aku tersadar untuk semangat buat sembuh atau kejadian di saat aku tak bisa mengontrol emosi ku lagi.


Manis pahit perjalanan ku untuk sembuh dan menjalani kehidupan normal lagi akhirnya terwujud. Di satu tahun ini aku akhirnya dinyatakan sehat kembali dari gangguan kejiwaan ku ini.


Dan ini pun menjadi hari di mana aku di perbolehkan kembali ke rumah ku. Rumah yang selalu ku rindukan saat berada di sini. Saat kejiwaan ku kembali normal dan saat aku teringat orang - orang yang selalu mendukung ku dan menyayangi ku.


Akhirnya kini aku bisa berkumpul lagi dengan mereka. Rasa rindu untuk mereka pun akhirnya akan terobati hari ini dan seterusnya. Karena aku tak ingin di pisahkan kembali dengan mereka. Yang dengan ikhlas menyayangi ku selama ini.


Beberapa jam kemudian. Keluarga ku menghentikan mobil yang mereka tumpangi untuk menjemput aku di rumah sakit ini, akhirnya berhenti di depan rumah sakit.


Mereka semua lalu keluar dari mobil tersebut. Setelah keluar dari mobil itu. Mereka pun melangkah kan kakinya untuk menemui ku di dalam rumah sakit.


Saat mereka melihatku sedang duduk di salah satu bangku rumah sakit. Mereka lalu menghampiri ku. Dan disinilah mereka sekarang sedang bergantian memeluk ku.


Yang ini merupakan bentuk rasa kangen mereka terhadap diri ku yang tak tinggal lagi bersama mereka setahun lamanya.


Walau hanya sebentar merasakan pelukan itu. Tapi aku sangat merasa bahagia. Karena di saat aku berpikir bahwa hidup ku akan hancur setelah aku mendapatkan perlakuan yang buruk dari suami kedua ku yang dulu ku yakini lebih baik dari suami pertama ku.


Tapi di balik itu semua. Aku masih bisa merasakan kebahagiaan yang luar biasa dari orang - orang yang selalu mendukung ku dari semua hal yang menimpa diriku ini.


Mereka adalah orang - orang yang saat ini berada di hadapanku dan di sekelilingku. Ya mereka adalah keluarga ku yang selalu setia memberikan aku kepercayaan dan keyakinan bahwa suatu hari nanti aku pasti mendapatkan kebahagiaanku.


Apalagi mereka bilang bahwa usia ku masih muda dan itu pula lah yang mereka simpulkan bahwa kebahagiaan ku masih panjang. Masih banyak hal yang menunggu untuk aku raih kebahagiaan itu.


Terakhir saat mereka telah usai memelukku kini giliran putri kecil ku yang sangat - sangat aku rindukan. Dan ingin sekali ku gendong dan peluk tubuh putriku ini.


Tubuh yang selalu aku bayangkan di sela - sela aku terhanyut dalam bayangan kejadian saat aku melahirkan tempo hari, yang akhirnya mengakibatkan aku harus terpisah dari putri kecil ku yang ku gendong dan ku peluk erat saat ini.


Dan tak hanya itu aku pun memberikan ciuman bertubi - tubi pada wajah putri kecilku. Dan rasanya aku ingin sekali bertanya pada putriku pengalamannya selama aku tak ada di sisinya.


Namun aku urungkan niat itu. Karena aku hanya ingin memeluk tubuh kecil ini dalam waktu yang lama untuk mengobati rasa rindu ku ini terhadap putriku.


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸