Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Alex


Sesampai di rumah Pelangi menyambut kedatangan mereka berdua di depan rumah. Kia bergegas keluar dari mobil dan berlari untuk memeluk putrinya itu sambil menitikan air matanya. Dirinya memeluk putri kecilnya itu dengan sangat erat, sambil menciumnya beberapa kali.


 


"Bunda kenapa menanggis?"


 


"Hemm,,, bunda sayang sama pelangi. Bunda tidak ingin Pelangi jauh meninggalkan bunda."


 


"Pelangi kan sekarang di sini sama bunda. Jadi bunda tidak perlu khawatir. Pelangi akan selalu ada untuk bunda. Dan bunda harus tahu, kalau bunda dan ayah selalau ada di sini, di hati Pelangi." Ucap Pelangi sambil mengenggam tangan Kia dan meletakannya di dada Pelangi.


 


Semakin Kia mendengar Pelangi berkata seperti itu. Hati Kia semakin tidak kuat membayangkan jika di hidupnya tidak ada Pelangi di sisihnya. 


 


Kia memeluk erat tubuh putri kecilnya itu. Dan dirinya menciumi wajah Pelangi berulang ulang kali. Sedangkan beberapa keluarganya menyaksikan mereka, justru sangat terharu sekali melihat Kia dan juga Pelangi.


 


"Sudah nak, sekarang kalian istrirahatlah." Pinta Nisa. 


 


"Iya buk , "


 


"Nak Cleo, mari masuk dan makan bersama. Tante buatkan kopi untuk nak Cleo ya."


 


"Tidak usah tante, saya mau langsung pulang. Emmhh,Kia aku pulang dulu ya. Pelangi sayang, ayah pulang dulu ya. "


 


"Ayah enggak di sini dulu? Dan bermain bersama Pelangi."


 


"Ayah sedang ada kepereluan nak. Nanti ya kalau ayah enggak sibuk, ayah pasti akan menemani Pelangi bermain. "


 


Pelangi pun hanya terdiam melihatnya dengan tersenyum. 


 


"Hati - hati di jalan ya nak Cleo."


 


Kemudian Cleo pergi menuju mobilnya. Terdengar suara Kia yang memanggil Cleo. 


 


"Mas,"


 


"Iya kenapa?" Ucap Cleo berhenti dan menenggok ke belakang.


 


"Mas, aku..."


 


"Iya, aku aku tahu apa yang akan kamu ucapkan. Habis ini aku akan merapatkan semuanya kepada  pengacara kita. Jadi kamu tidak perlu khawatir."


 


"Aku percaya kepadamu mas."


 


"Iya, sekarang kamu istrirahatlah. "


 


"Terimakasih."


 


Kemudian Cleo melanjutkan langkahnya untuk pergi pulang. Dirinya meminta semua orang yang menangani khasus Kia untuk datang ke kantor Cleo dan membicarakan langkah selanjutnya. Cleo sangat berharap di poengadilan ke dua besok Kia harus bisa mendapatkan hak asuh anak itu. Dia tidak ingin Pelangi jatuh ke tangan Akbar. Sebab cleo tidak sanggup jika melihat Kia akan merasakan penderitaan yang lebih karena Akbar.


---------


 


"Bagaimana tadi nak?"


 


"Seperti dulu mah. Dia pandai berbicara membuat kepalsuan seperti saat gugatan cerai mah."


 


"Dia itu ya memang berengsek. Aku benar - benar tidak habis pikir dengan kelakuannya. Coba saja jika dia di hadapanku. Akan aku sobek - sobek mulutnya itu. Aku akan temui dia nanti dek. " Ucap Sinta.


 


“Sudah kak tidak perlu kita mengurus dia, pengaca aku juga berpesan supaya kita lebih menjaga dan mengontrol emosi kita kak. Yang di takutkan adalah, jika dia memancing – mancing kita untuk mengatakan hal yang memperkuat bukti dia. Yang aku takutkan semuanya akan terjadi kak.” Ucap Kia.


“Iya, ya. Benar juga, kenapa aku tidak berfikir sampai segitunya ya.”


“Jadi alangkah baiknya ketika besok mereka datang ke sini tidak perlu kita menanggapi mereka.” Kata Surya


Akhirnya mereka sepakat ketika nanti keluarga Akbar datang ke rumah mencari – cari masalah mera tidak lagi menanggapi atau mencari – cari masalah.


-------


“Hallo Kay.”


“Siapa ini?”


“Mengapa kamu memblockir no telephone ku?”


“Owh, kamu. Mau apa lagi sih?! Sudah aku katakan kan sama kamu kalu kita sudah tidak ada hubungan apa – apa. Jadi tolong tidak usah menganggu aku!”


“Enak sekali kamu bilang begitu. Kenapa sih kamu tiba – tiba meminta putus dari aku?! Memangnya aku punya salah apa sama kamu?!”


“Sudah ya. Males tahungomong sama kamu, cuman bikin aku capek!”


“Tapi Kay, hallo. Kay. Kayla.”


Di tutuplah telephone itu oleh Kayla. Setelah dirinya mematikan telephone dari Alek. Akbar datang menemui Kayla yang sedang menerima telephone dari seseorang di lantai atas. Akbar sedikit mencurigai istrinya yang tidak seperti biasa menerima telephone.


“Kay.”


“Owh, iya mas. Ada apa?”


“Kamu ngapain di sini?”


“Owh, tadi aku dapet telephone, ini aku sedang cari signal disini mas. Tadi di bawah suaranya putus – putus.”


“Memang  penting banget ya sampai kamu harus nyari signal.”


“Owh iya mas. Telephone dari teman – temanku sih. Gimana ada apa mas kamu mencariku?”


“Temani aku untuk bertemu dengan pengacaraku.”


“Baik mas, aku ganti baju dulu ya.”


“Iya, jangan lama – lama ya, aku tunggu kamu di bawah.”


“Iya mas.”


Kemudian Kayla bergegas pergi ke kamar untuk menganti pakainnya. Tak lama Akbar dan Kyala pergi. Kehidupan Kayla kini mulai tidak tentram lagi, karena Alex tidak ingin putus hubungan dengan dirinya. Alex mengirim sebuah pesan untuk Kayla.


Setelah pesan yang dikirim oleh Alex untuk Kayala, wajah Kayla berubah sedikit pucat, Akbar merasa heran dengan sikap Kayla yang seperti sedang menyembunyikan sesuatu itu. Ia pun juga bertanya kepada Kayla.Akbar takut kalau Kayla sedang mempunyai masalah dan tidak memberitahukan kepada suaminya itu.


“Kay.”


“Owh, iya, kenapa mas?”


“Kamu baik – baik saja kan?”


“Heemm, iya aku baik – baik saja. Kenapa memang mas?”


“Wajah kamu terlihat pucat dan seprti gugup? Apa yang kamu sembunyikan dari aku?”


“Tidak. Aku tidak menyembunyikan apa – apa dari kamu mas.”


“Serius?”


“Iya.”


“Kamu sedang tidak mempunyai masalah pribadi dengan orang lain kan?”


“Tidak mas. Tenang saja. Jangan perdulikan aku.”


“Kalau kamu ada masalah ceritakan saja kepadaku. Supaya aku bisa membantumu.”


“Ha.. ha.. ha.. Kamu ini baik banget sih mas. Jadi tambah cinta aku sama suamiku.”


“Harus dong.”


“Aku tidak ada masalah apa – apa kok mas. Santai saja. Yang terpenting sekarang kamu fokus sama urusan kamu di pengadilan. Sebab aku udah enggak sabar ingin bertemu dan tinggal serumah dengan anak kamu yang lucu itu.”


“Iya, sama Kay, aku juga sangat berharap Pelangi bisa tinggal denganku.”


“Maka dari itu, kamu harus fokus dan semangat ya mas untuk memperjuangkan hak kamu. Biarkan tuh wanita itu menanggis kehilangan anaknya.”


“Kamu  ini bisa saja.”


Kayla hanya membalas perkataan Akbar dengan tersenyum.


Di sisi lain, hati Kayla sudah kebinggungan dengan ancaman yang katakan oleh Alex.


“Aduh, kalau apa yang dikatakan Alex itu benar – benar dia lakukan, bisa kacau nanti. Dan pasti mas Akbar akan marah besar. Entah hanya marah besar kepadaku atau bisa jadi dia akan meceraikan ku. Aku enggak mau itu semua terjadi. Aku tidak ingin berpisah dengan mas Akbar.” Ucapnya dari dalam hati dengan mengerutu.


Sudah beberapa hari belakangan ini Kayla pergi dengan cara mengendap endap. Dewi melihat Kayla yang keluar diam – diam dengan wajah yang murung ia mengikuti langkah Kayla keluar dari rumah. Sebab Dewi ingin bertanya kepada Kayla, kemana dirinya akan pergi, apa lagi perginya seperti diam – diam dan terburu – buru. Akan tetapi dirinya tidak dapat membuntuti Kayla, Dewi sudah kehilangan jejak Kayla.


Ternyata Kayla keluar untuk menemui Alex. Selama ini Alek telah mencari – cari Kayla dan menemukan di mana Kayla tinggal. Kemudian Alex mencari – cari info tentang Kayla. Info yang sangat mengejutkan dirinya adalah, ternyata selama ini Kayla sudah membohongi Alex kalu dirinya singel. Namun, ternyata Kayla sudah menikah. Semakin Alex mengetahui lebih jauh informasi tentang Kayla, ia akan semakin berbuat nekat untuk menemui Kayla. Dan Kayla merasa hidupnya sudah sangat tidak tenang karena tindakan Alex yang nekat karena tidak ingin berpisah dengan Kayla.


Alex selalu mengancam Kayla jika dirinya memutuskan hubungan gelap itu, Alex akan menemui suaminya dan juga ibu mertuanya, lalu dia akan memberitahukan semua orang bahwa dirinya adalah pacar Kayla. Akhirnya Kayla menuruti semua permintaan Alex walaupun dengan sangat terpaksa. Dirinya selalu bertemu Alex ketika Akbar sedang tidak ada di rumah.


Suatu ketika, Kayla sudah jenuh dan bosan dengan permainan yang Alex buat. Kemudian Kayla mengatakan kepada Alex bahwa dirinya sudah bosan dan benar – benar ingin berpisah dengannya. Lantas Alex tetap tidak ingin atau menyetujui keingin Kayla. Sebab Alex merasa cintanya sudah di permainkan oleh Kayla. Kayla juga tidak perduli lagi dengan gertakan – gertakan atau ancaman yang di katakan oleh Alex.


“Aku ingin kita mengakhiri hubungan ini.”


“Kamu yakin? Apakah kamu siap akan di tinggalkan oleh suamimu itu?”


“Apa sih yang sebenarnya yang kamu mau? Aku sudah mengikuti semua yang kamu minta. Sekarang apa lagi?!”


“Aku ingin hidup dengan mu selamanya.”


“Kamu gila ya?!”


“Aku tidak gila, tetapi aku sudah tergila – gila dengan wajah cantikmu itu?”


“Terserah! Aku tetap ingin kita putus!”


“Kayla, ingatkan kamu dengan apa yang dulu pernah aku katakan kepadamu itu?”


“Aku tidak perduli. Silahkan terus teruslah kamu mengertak dan mengancam aku. Aku tidak takut! Aku sudah lelah menjalani hubungan gelap ini bersama mu. Apa lagi setiap aku akan keluar untuk menemui mu, pasti aku selalu kucing – kucingan dengan keluargaku terutama dengan suamiku.”


“Baiklah, jika itu yang kamu inginkan. Ingat ya Kay, aku bisa lakukan apa saja demi mendapatkan cintaku. Apa lagi kamu.”


“Terserah!”


“Baiklah. Jika itu mau kamu. Kamu tidak ingat dengan semua yang kita lewati beberapa bulan terakhir ini?! Sampai kita pernah menginap berdua di hotel?”


“Terserah kamu mau ngomong apa?! Aku enggak perduli lagi.”


“Kay, ingat ya baik – baik. Jika kamu tidak mau hidup bersamaku. Suamimu pun juga tidak akan pernah bisa hidp bersamamu. Ingat itu!”


“Dasar orang gila!”


Kemudian Kayla pergi meninggalkan Alex yang berdiri sendiri di taman. Alex pun merasa kesal dengan Kayla sebab dirinya sudah di sepelekan dan di buat kecewa oleh Kayla. Namun, ancaman yang di katakan oleh Alex itu sungguh – sungguh akan dia lakukan. Karena dirinya betul – betul ingin hidup bersama dengan Kayla.


Akan tetapi Kayla mengira selama ini Alex hanya ingin membuat hidupnya semakin waswas dengan ancamanya itu. Dan Kayla sudah bosan harus kucing – kucingan dengan suaminya dan keluraganya.


Alex tetap pada pendirinya. Dia mencari informasi lebih mendetail lagi tentang Kayla. Sehingga dirinya mempunyai rencana akan mendekati dirinya dengan Nindi adik ipar Kayla supaya dia bisa bertemu dengan Kayla di hadapan suaminya itu. Ia juga mencari informasi tentang hidup Nindi.


Rencana awal dia adalah mendekati Nindi dan menjadikanNindi sebagai kekasihnya. Rencanya pun berhasil. Ia berpura – pura menabrak tubuh Nindi, yang saat itu Nindi sedang berjalan di mall sendirian. Kemudian Alex berpura – pura lagi sedang mencari tempat duduk di area foodcourt untuk menyantap makannya. Ia melihat Nindi yang sedang asik mendengarkan musik menggunakan headset sambil menunggu makanan atau minuman yang akan di antar oleh waiters.


“Permisi, boleh saya menumpang makan disini?”


Nindi kemudian melihat ke arah Alex yang berdiri di sampingnya. Sebelum dirinya mengatakan untuk memperbolehkan Alex duduk di hadapannya, ia menenggok tempat duduk yang kosong dari arah ke kanan, ke kiri, belakang dan juga di depanya. Namun, bangku atau tempat duduknya saat itu penuh semua, kemudian Nindi mempersilahkan atau memperbolehkan Alex untuk menikmati makan yang sedang di bawa itu di hadapan Nindi.


 


“Bukannya mas nya tadi yang menabrak aku di bawah tadi ya?” tanya Nindi


“Owh, iya mbak. Ya ampun, sekali lagi saya minta maaf ya mbak, sebab tadi saya tidak melihat kalau ternyata mbaknya ada di depanku. Saya sungguh – sungguh tidak sengaja menabrak mbaknya, karena terlalu asik bermain handphone sambil berjalan.


“Sudah mas, saya enggak apa – apa kok. Apa lagi masnya juga tidak sengaja. Santai saja.”


“Sekarang di tambah kita tidak sengaja lagi bertemu di sini.”


“Iya mas,”


“Mbaknya sendirian?”


“Iya mas,”


“Sama saya juga sendirian di sini.Kok tidak bersama pacar atau teman gitu mbak? Apa lagi ini malam minggu, biasanya banyak anak muda yang jalan sama pacarnya mbak.”


“Owh, tidak mas, saya sengaja ingin berjalan – jalan sendiri untuk melihat – lihat isi dimall ini. Mas nya juga, kenapa jalan sendirian?”


“Sama mbak, saya juga tidak mempunyai pacar.”


Tak lama mereka bercakap – cakap datanglah waiters mengantarkan makanan dan minuman yang Nindi pesan.


“Permisi kak, ini pesanannya.”


“Owh iya kak, terimakasih.”


“Sama – sama kak, selamat menikmati hidangan baru kami. Apa ada lagi yang bisa saya bantu kak.


“Sudah cukup. Sekali lagi terimakasih ya ka.”


“Permisi,”


Pergilah waiters itu meninggalkan meja Nindi yang saat itu dirinya berhadapan langsung dengan Alex.


“Mari makan mas.” Ucap Nindi mengajak makan Alex.


“Iya mari – mari makan.”


Kemudian mereka menikmati makanannya masing – masing. Alex menikmati makannya itu sambil memasang mata tanjam melihat ke arah Nindi.


“Kena kamu sekarang dalam perangkapku. Aku akan perlahan – lahan mendekatimu. Lalu aku akan menjadikan kamu pacarku sebagai alat, supaya aku bisa bertemu dengan kakak iparmu yang cantik itu. Semoga rencanaku ini berhasil. Tunggu aku sayang ku Kayla. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya.” Ucapnya dalam hati sambil tersenyum sadis dengan bibir yang di miringkan sebelah.


“Kenapa mas? Kok menatap aku seperti itu?”


“Owh, tidak ada apa – apa mbak. Hanya aku kagum saja dengan wajah kamu. Maaf siapa namanya mbaknya?”


“Aku Nindi mas. Mas nya siapa?”


“Perkenalkan nama saya Alex.” Kata Alex sambil tersenyum palsu kepada Nindi.


Merekapun saling bercerita satu sama lain. Alex lalu meminta no telephone Nindi.


Bersambung....


❇️❇️❇️❇️❇️