
Selesai pergi malam itu mereka pulang, akbar mengira kia sudah tidak akan membahas tentang parfum wanita itu. Tetapi, Kia masih melanjutkan pertanyaan yang tadi ia tanyakan .
"Mas kamu belum menjawab pertanyaan ku tadi."
"Ya ampun kia, aku tuh capek, ingin istirahat. Besok aku juga harus bangun pagi karena ada meeting sama bos." Sambil menutup kepalanya dengan bantal.
"Mas , tapi aku ingin tahu kamu tadi dengan siapa tadi ?"
"Udah lah brisik banget kamu." Kata akbar bangun dari tempat tidur dan membawa bantal.
"Mas, mas , kamu mau ke mana mas,"
"Aku mau tidur di luar!" Sahut akbar..
"Apa sih susahnya cuman berkata jujur saja." Kata kia dari dalam hatinya ..
Pergilah akbar ke ruang tengah untuk melanjutkan tidurnya. Tengah malam nindi keluar dari kamar untuk mengambil minum di dapur, namun saat berjalan menuju ruang tengah nindi melihat akbar yang tidur di sofa ruang tengah dan hanya berslimutkan badcover.
"loh kakak kok tidur di sini. kenapa enggak di kamarnya ya." kata nindi dalam hatinya.
waktu itu nindi ingin membangunkan kakaknya namun nindi tidak tega melihat akbar yang terlihat tidur pulas seperti sangat kelelahan . Nindi hanya membenarkan selimut yang di pakai akbar saat itu.
"sepertinya kak akbar dan kak kia sedang tidak cocok. apa karena ada pihak ke tiga ya? Lantas siapa ya wanita yang bersama kakak kemarin ? apa kakak punya selingkuhan ? aku jadi penasaran, coba besok aku tanyakan dan minta penjelasan langsung sama kakak. semoga kakak bisa menceritakan semuanya kepada ku." kata nindi dalam hatinya.
Pagi hari saat sarapan pagi.
"Pagi buk, nin, kia," kata akbar sambil membawa tas kerjanya yang terlihat seperti terburu buru.
"Kamu engak sarapan dulu bar? ini kan masih pagi, jam kerja kamu juga masih nanti, mari kita sarapan bersama dulu nak. "
"Tidak buk, Akbar ke buru buru, ini juga sudah siang, Akbar mau berangkat kerja."
"siang dari mana ? ini baru jam setengah tujuh kan ?" kata dewi sambil melihat ke arah jam dinding.
"Udah biar nanti aku sarapan di kantor."
"Ya udah akbar berangkat kerja ya buk, "
Sambil mengantarkan suaminya ke depan, membawakan tas kerjanya, kia bersalaman dan mencium tangan akbar.
"Hati hati ya mas."
Tttiiinn...
Suara klakson mobil yang menandadakan balasan sapa.
-----------
Sesaat setelah pergi meninggalkan rumah akbar pergi menuju rumah kayla, ia menjemput kayla dan berangkat kerja bersama, namun, sebelum sampai kantor akbar dan kayla mampir untuk mencari makan.
"Kita berhenti di sini ya kay. Kamu belum sarapan kan ? "
"Belum mas, iya engak apa apa kita sarapan di sini saja ."
Tak lama nindi melihat akbar sedang makan ber dua dengan wanita tak jauh dari swalayan yang nindi datangi. Nindi ingin menghampiri kakaknya namun, ia keburu buru pulang kerumah karena peralatan yang ia beli akan segera di gunakan untuk ibunya. Nindi melihat wajah wanita itu yang sedang bersama kakaknya, ia mengingat ingat wajah wanita itu yang sama persis saat bertemu abar di lampu merah kemarin.
"Itu kan kakak, sama siapa itu, wajahnya sama seperti saat bertemu di lampu merah kemarin.." katanya dalam hati..
Akbar dan kayla selalu berangkat kerja bersama setiap harinya. Mereka sering berangkat dan oulnag kerja hingga jalan jalan berdua.
Bersambung..
❇️❇️❇️❇️❇️