Reincarnation System

Reincarnation System
Hari pernikahan


Dua hari kemudian, acara pernikahan Nuwa dan Kaisar Nan benar benar di gelar secara sederhana, namun berbeda dan juga menakjubkan, bagaimana tidak, Nuwa mengajarkan para pelayan bagaimana cara membuat hidangan seperti di dunia nya dulu, dan para tamu begitu menikmati nya, semua berjalan lancar, Nuwa dan kaisar Nan telah resmi menjadi suami istri, dan sekarang Nuwa sudah memiliki gelar permaisuri kaisar Bulan, sang kaisar bersumpah di atas altar bahwa dia tidak akan mengambil satu pun selir, dan hanya akan mencintai Nuwa seorang


Shen key berdiri di ujung dinding istana, meskipun hatinya hampa dan kecewa, namun dia juga sadar, dia dan Nuwa tidak bisa bersama


"Makanan ini nikmat sekali, walaupun bentuknya sedikit aneh,


"Benar dan ku dengar Permaisuri Nuwa sendiri yang mengarahkan pelayan untuk membuatnya"


Bisik bisik terdengar di aula, pasalnya makanan yang dihidangkan begitu lezat dan nikmat


Rakyat juga menggelar pesta, tiga kerajaan di gabungkan, Kaisar Nan menggelar pasar gratis untuk para rakyat kecil, tentu saja hal itu di sambut dengan suka cita, mereka ikut merasakan kebahagiaan yang Nuwa dan Kaisar Nan rasakan


Xue mei datang bersama dengan seluruh keluarga nya, sedangkan kimi, tetap berdiri tegak di samping Nuwa bersama dengan Yui


"Selamat Nu'er, akhirnya kamu menikah juga" ucap Xue mei memeluk Nuwa


"Ya Xue terimakasih" ucap Nuwa


"Jangan lupa siapakan tenaga mu untuk nanti malam" bisik Xue mei


Nuwa kikuk, wajahnya memerah karna malu, dia mengerti dengan apa yang Xue mei katakan, dia jadi salah tingkah sendiri membayangkan yang iya iya haha,


" Apa permaisuri begitu gugup"? Tanya Kaisar Nan


"Ehmm tidak suami ku" ucap Nuwa tak sengaja, lalu dia merutuki dirinya sendiri yang tiba tiba memanggilnya suami


"Manis sekali" bisik Kaisar Nan dengan suara yang sensual,


Acara telah berakhir, pesta sudah di bubarkan kini tinggallah Nuwa dan kaisar Nan, Nuwa takjub mellihat kamarnya yang penuh dengan kelopak bunga mawar, ditempat tidurnya juga ditaburi bunga berbentuk hati, ranjang itu berwarna putih, bau bunga menyeruak keseluruh ruangan


Kaisar Nan tersenyum melihat wajah Nuwa yang merah, dia memasang dupa yang bisa meningkatkan birah* karena kaisar Nan tau ini adalah malam pertama mereka berdua, sebisa mungkin Dia menyiapkan yang terbaik untuk Nuwa


Perlahan kaisar Nan melepaskan pakaian Nuwa satu persatu, tidak lupa dia membuat Nuwa terbuai dan terbiasa dengan sentuhan nya terlebih dahulu, sebelum akhirnya mereka berdua sudah dalam keadaan toples


"Apa kamu siap"? tanya kaisar Nan lembut


Nuwa menganggukan kepalanya, lalu kaisar Nan sudah siap dengan posisinya, perlahan tapi pasti dia pun melakukan penyatuan dengan Nuwa


" Awh"


"Sttt"


Kaki Nuwa bergetar ketika sesuatu telah menyakitinya secara perlahan, tapi Kaisar Nan benar benar melakukan nya penuh dengan kelembutan


"Maaf sayang" ucap Kaisar Nan mengecup kening Nuwa, setelah Nuwa lebih tenang, barulah dia melakukan nya lagi dan lagi, hingga Akhirnya suara suara yang penuh gairah pun mulai terdengar di kamar pengantin itu, tidak lupa sebelumnya kaisar Nan memasang aray pelindung agar tidak ada yang mendengar suara mereka dari dalam, karena di depan pintu berdiri beberapa pengawal yang menjaga kamar mereka


Malam ini Nuwa dan kaisar Nan telah bersatu, mereka menghabiskan malam penuh dengan kebahagiaan.


...****************...


Keesokan hari nya Kaisar Nan sudah bangun terlebih dahulu, dia tersenyum melihat tubuh polos Nuwa yang penuh dengan tanda cinta darinya, dan matanya melihat ke arah ranjang yang penuh bercak darah, Kaisar Nan bangga telah mendapatkan Nuwa seutuhnya, Nuwa bisa menjaga dirinya dengan sangat baik


Nuwa membuka matanya, dan dia mencari suaminya yang sudah tidak ada di sampingnya


"Arghhh"


"Brukkk"


Nuwa yang mencoba berdiri malah jatuh terduduk, dibawah sana begitu sakit, dan kakinya lemas bagaikan Jelly yang tidak memiliki tulang


Mendengar suara bising, kaisar Nan keluar dari kamar mandi,dan dia terkejut melihat Nuwa menahan sakit


"Sayang"


Nuwa menoleh kearah Suara, kaisar Nan begitu tampan di pagi hari


"Maafkan aku sayang,mari ku bantu" ucap Kaisar Nan menggendong Nuwa ke kamar mandi, dan memasukan nya kedalam kolam air hangat, dengan telaten dan lembut Kaisar Nan memandikan Nuwa, dan hal itu membuat Nuwa semakin terbuai dengan perlakuan lembut seorang pria yang telah menJadi suami nya itu,


Kaisar Nan mendudukan Nuwa terlebih dahulh, lalu dia membersihkan tempat tidurnya sendiri


"Kenapa tidak memerintahkan pelayan Nan"? Tanya Nuwa


"Apa kamu tidak malu, ketika pelayan melihat darahmu ada disini"?


Pertanyaan kaisar Nan membuat wajah Nuwa memerah karena malu, kemudian dia jadi teringat lagi dengan kejadian semalam


Kaisar Nan membersihkan tilam nya menggunakan energi air, angin dan juga cahaya, hingga dalam sekejap tilam ranjangnya menjadi bersih kembali


Nuwa hanya menatap suaminya dengan penub cinta, dia tidak menyangka Dewa akan begitu baik terhadap nya,


" Tok, Tok"


"Masuk"


"Ceklek"


tiga orang pelayan masuk membawakan makanan dan minuman hangat, karena sekarang sudah masuk musim dingin, dan sepertinya musim ini akan sangat membantu mereka yang sedang berbulan madu, karena dengan cuaca dingin akan mudah membuat seorang istri mengandung


Nuwa dan kaisar Nan duduk berhadapan, ini juga pertama kali nya mereka duduk bersama di pagi hari sebagai pasangan suami istri,


...****************...


Satu minggu kemudian, Nuwa sudah terbiasa dengan kegiatan nya sebagai permaisuri baru, walaupun masih banyak pro dan kontra, terutama para petinggi yang menganggap Nuwa hanyalah permaisuri kecil dan masih muda, banyak peraturan yang Nuwa rubah,dan hal tersebut membuat banyak mentri merasa keberatan karena mereka merasa tidak aman selalu di awasi oleh kerajaan,


"Aku merindukan miu" gumam Nuwa, dia teringat ketika pertama kalinya bertemu dengan kucing hitam itu


"Apa yang sayangku pikirkan"? Tanya kaisar Nan


" Tidak, hanya merindukan kucing kecilku saja" ucap Nuwa


"Mari ikuti zen" ucap kaisar Nan


"Meow, meow"


Mata Nuwa berbinar, di sana begitu banyak kucing kecil, mereka sangat lucu, mereka langsung menyerbu kaisar Nan yang datang menemui mereka



"Sayang apakah mereka hewan peliharaanmu"? Tanya Nuwa


"Ya, karena permaisuri sangat menyukai kucing, maka zen juga memutuskan untuk mengurus kucing, mereka adalah kucing jalanan yang zen rawat" ucap Kaisar Nan


"Pantas saja mereka sangat menyayangimu" ucap Nuwa


"Mulai sekarang permaisuri tidak usah bersedih lagi, mereka juga adalah milikmu" ucap Kaisar Nan


Nuwa masuk kedalam pelukan kaisar Nan dan berinisiatif untuk mencium suaminya itu, niatnya hanya mengecup, tapi kaisar Nan membuat ciuman itu semakin dalam,


"Kita lanjutkan nanti malam" ucap kaisar Nan genit


"Hahaaha" Nuwa tertawa mendengar ucapan suami nya itu


Nuwa pun menikmati hari harinya menjadi permaisuri kerajaan Bulan.


" Tamat"


Bersambung~🌻