
Putri Beitian dan mentri kiri Bei kembali ke kediaman nya, sang putri marah dan menangis serta memecahkan semua benda yang ada di hadapan nya, dia tidak terima Kaisar Nan selalu memperhatikan gadis Nuwa
"Putri, apa yang kau lakukan, ini semua adalah barang barang istana, kamu gila ya"? Bentak Mentri Bei
" Ayah, aku tidak mau kaisar Nan menjadi milik orang lain ayah,apalagi gadis miskin itu, aku mencintai kaisar Nan ayah" teriak putri Beitian histeris
Mentri kiri mengusap wajah kasar, dia tidak ingin putri nya jatuh cinta pada kaisar Nan, karna cinta akan menjadi penghalang baginya untuk merebut tahta, sepertinya putri Beitian sudah tidak bisa di andalkan lagi
"Sudah ayah katakan, kau tidak boleh jatuh cinta" ucap mentri kiri
"Tapi aku mencintai nya ayah, ayah ambil saja tahta nya aku tidak perduli walaupun harus hidup di bawah kekuasaan ayah" ucap putri Beitian
Mentri kiri terkejut, ternyata putri nya sangat patuh dan berbakti, mulai sekarang dia akan membantu putrinya untuk meraih cinta kaisar Nan dan menyingkirkan Nuwa dari jalan nya.
"Haiss, bulu kuduk ku berdiri semua, ada apa ini sebenarnya ya" gumam Nuwa
"Kedua ular itu sedang merencanakan sesuatu yang jahat nona, meow" sahut Miu
"Hehe menarik sekali, biarkan saja mereka terus memikirkan cara untuk menyingkirkan aku Miu" ucap Nuwa
...****************...
Di dunia nyata ,di zaman Modern, tepat nya tahun 2032,seorang gadis gemuk yang sekarang mulai langsing, masih berkutat dengan masakan nya
Dia adalah Liu nuwa yang asli, sekarang dia telah di lemparkan ke dunia modern untuk menggantikan Shiera, sudah Dua bulan lamanya dia berada disana, awalnya dia bingung dengan cara hidup di zaman itu, namun ayah shiera dengan sangat telaten mengajari nya tentang bagaimana hidup di zaman itu, setelah tubuh shiera sakit karena dinyatakan obesitas, Shiera juga di nyatakan telah kehilangan memory ingatan nya, dan dengan hal itulah Nuwa tidak sulit untuk mencari alasan kenapa dia tidak mengerti dengan alat alat canggih yang ada disana
Namun, Bukankah Liu Nuwa yang asli sama cerdasnya dengan Shiera, jadi dengan otak cerdasnya dia jadi tidak sulit untuk beradaptasi dengan dunia nya saat ini
Nuwa juga sudah bisa membaca dan menulis huruf abjad, dia membaca Buku novel yang menceritakan kisah nya yang tragis, selama di kerajaan awan, Nuwa di bimbing oleh para dewa untuk merubah sikap nya, dan kini Liu nuwa sudah seperti Shiera yang asli, yang rendah hati dan perduli terhadap orang sekitar, dia berterimakasih kepada Shiera karena mau untuk menggantikan dirinya di dunia Kuno itu, semua perjalanan Shiera tertulis di setiap lembar kertas itu, semua nasib buruk perlahan di gantikan dengan Nasib baik yang hanya Shiera yang bisa melakukan nya
Nuwa berjanji kepada Shiera untuk hidup dengan baik dan menyayangi ayah shiera layaknya dia menyayangi kakek nya yaitu tetua Liu,dewa mengatakan setelah Shiera selesai dengan Misi nya, mereka akan bertukar tempat kembali,awalnya Nuwa senang tapi , seiring berjalannya waktu, dia jadi menyukai kehidupan nya yang sekarang, dia berharap selamaanya dia bisa berada di dunia nyata, dan bertukar tempat selamanya,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kaisar Nan sedang belajar memanah, dengan sorot mata yang tajam dia mampu menancapkan sepuluh panah sekaligus, dan semuanya tepat sasaran
"Wussshhh"
"tap, tap, tap"
"Prokk, prokk"
"Hebat sekali ,kaisar kita ini memang tidak ada tandingan nya" ucap Jendral Tou, dia baru saja tiba, karena kaisar Nan mengundangngnya untuk datang ke istana nya
"Tou, kau sudah datang, mari duduk" ucap kaisar Nan menyimpan Busur panahnya
Yui dengan setia mengikuti setiap langkah junjungan nya, lalu Kaisar Nan dan Jendral Touyin pun duduk berhadapan
" Heem, aku ingin bertanya padamu, jika seorang gadis tiba tiba berubah, kira kira yang menjadi penyebabnya itu apa"? Tanya Kaisar Nan
"Sepertinya Raja kita sedang jatuh cinta Yui" ejek jendral Tou, dan dibalas dengan senyuman oleh Yui
"Katakan, gadis mana yang kau sukai, apakah putri Beitian"? Tanya jendral Tou
"Bukan" sahut kaisar Nan cepat
"Lalu"?
" Nona Nuwa" ucap Yui
Kaisar Nan melirik Yui, sepertinya pengawal setianya itu sangat tau tentang dirinya
Jendral Tou tertawa, Yui memang Yui, dia terlalu sensitif dengan hal yang berhubungan dengan junjungan nya
"Begini Nan, perasaan wanita itu sangat lembut dan rapuh, sekuat apapun fisik nya, tapi hati nya tetap sangat sensitif, ketika dia memiliki perasaan yang sama dengan mu, maka dia akan memiliki emosi yang berlebihan, misalnya cemburu, hal yang menyeramkan dari wanita adalah ketika dia cemburu, dan kita sebagai pria juga harus peka, misal dia berubah sikap secara mendadak, coba kau ingat apa yang pernah kau lakukan" ucap jendral Tou panjang lebar
"Aku tidak tau, makannya aku bertanya" ucap kaisar Nan
"Apakah nona Nuwa marah tak jelas"?
" Benar, dulu dia begitu lembut padaku, dia juga sangat suka memuji parasku, tapi kedatangan nya kali ini membawa banyak perubahan, dia banyak diam, dan mengabaikan ku" ucap Kaisar Nan
"Mungkin itu terjadi karna adanya putri Beitian, dia cemburu padamu Nan"
Ucapan jendral Tou membuat hati kaisar Nan berbunga bunga, ternyata Nuwa juga menyukai nya, dia sangat bahagia hari ini
"Bagaimana caranya agar dia tidak cemburu lagi"? Tanya kaisar Nan cepat
Kau suruh putri Bei pergi, atau jauhi dia, semudah itu Nan" ucap Jendral lagi
"Tidak bisa Tou, dulu saat aku masih kecil, dialah gadis yang selalu menolongku dari perundungan, tapi aku hanya menganggapnya teman saja" ucap kaisar Nan
"wanita sangat suka dengan hal hal yang manis, bagaimana jika kau berikan kejutan, misalnya memberi nona Nuwa benda kesukaan nya" ucap jendral Tou lagi
"Dan istimewanya, nona Nuwa hanya suka makan" ucap Yui cengengesan
"Haha, benarkah, benar benar unik, kurasa kau menyukai gadis yang tepat Nan, kulihat dia memang gadis polos dan apa adanya" sahut Jendral Tou
"Hmm baiklah, aku akan mengajak nya makan di padang rumput belakang istana, kalian bantu aku untuk menyiapkan nya"
Jendral Tou dan Yui langsung bergerak untuk menyiapkan permintaan dari kaisar mereka, sedangkan kaisar Nan sendiri sedang berjalan lurus melihat lihat apa yang di lakukan oleh para pelayan di istana
Tidak ada satupun dari mereka tau bahwa di balik penutup mata itu ada mata yang selalu memperhatikan gerak gerik mereka, termasuk Nuwa, Kaisar Nan hanya ingin memberi kejutan kepada Nuwa, dan hanya itu alasan kenapa dia belum mempublikasi kan bahwa dia telah sembuh total.