
Saat ini Nuwa sedang dalam pengobatan, dia di obati oleh tetua Liu, bekas cekikan Oriz membuat leher Nuwa berwarna hitam, wajah Nuwa sangat pucat, andai kaisar Nan tidak menolongnya tepat waktu, sudah dipastikan dia akan tiada saat itu juga
Kaisar Nan dan Yui juga sedang berada di ruangan Nuwa, mereka masih berada di istana Hao, bukan hanya Nuwa saja yang terluka, para kaisar dan juga pangeran Huan juga terluka, dan yang paling parah adalah kaisar Gao,dia mengalami patah tulang di bagian belakang, dan hal tersebut, membuatnya tidak bisa bangun dari tempat pembaringan nya,
"Apa dia baik baik saja"? tanya Kaisar Nan pada Yui
"Di lehernya terdapat tanda hitam bekas cekikan penyihir tadi" sahut Yui
"Apa serius"?
" Hamba tidak tau yang mulia, saat ini tetua Liu sedang mengobati nya" ucap Yui
"Oh, ya yang mulia, hamba dengar tetua Liu itu pria tua, namun saat ini yang hamba lihat, beliau seperti seusia dengan anda yang mulia, selain itu beliau juga bersurai putih seperti anda,pantas saja nona Nuwa sangat menyukai pria berambut putih" ucap Yui
Kaisar Nan tersenyum, dia bahkan masih ingat, Nuwa pernah mengatakan bahwa dia memang menyukai pria berambut putih
Tetua Liu menekan luka Nuwa, dan mengoleskan salep yang pernah Nuwa berikan kepada nya, asap keluar dari luka Nuwa, mata Nuwa langsung terbuka, dan dia langsung bangun
"Uhuk, uhuk, uhuk"
"Si*l" umpat nya
"Cucuku kau baik baik saja "? tanya tetua Liu
" Ya kakek, si penyihir jelek itu bahkan mengoleskan racun di kedua tangan nya" ucap Nuwa menunjuk darah yang dia muntahkan, darah itu berwarna hitam pekat
"Nona, anda baik baik saja, yang mulia kaisar Nan sangat khawatir pada anda" ucap Yui
Nuwa merasakan hangat di dalam hatinya, baru kali ini dia merasa di perhatikan oleh seorang pria, dia tidak perduli kaisar Nan buta sekali pun, dia akan menolong kaisar tampan itu di kemudian hari, pikirnya
Nuwa berjalan keluar, terlihat disana seorang pria gagah dan tampan sedang duduk menunggu nya, Nuwa pun duduk di hadapan nya tanpa bersuara
"Bagaimana Yui, dia baik baik saja kan"? Tanya kaisar Nan, Nuwa memberi kode pada Yui untuk diam, dan dia pun menuruti perintah Nuwa
"Yui"?
"Hamba baik baik saja, terima kasih yang mulia sangat perhatian kepada hamba" ucap Nuwa
Kaisar Nan terkejut, ternyata yang duduk di hadapan nya adalah Nuwa
"Syukurlah nona, " ucap Kaisar Nan
"Apakah hamba boleh melepas kain penutup mata anda yang mulia"? tanya Nuwa, kaisar Nan mengangguk tanda setuju
Perlahan Nuwa melepas tali penutup mata kaisar Nan
Terlihat disana Bola mata kaisar Nan yang berwarna biru terang, terdapat kekosongan di sana, dia hanya bisa berkedip tanpa bisa melihat
Nuwa memandangi wajah yang luar biasa sempurna milik kaisar Nan, kekaguman nya terhadap pria berambut putih meningkat pesat, apalagi pria tersebut adalah kaisar Nan,
Nuwa mengelus pipi kaisar Nan dengan lembut, dia tidak sadar, bahwa dirinya sudah lancang kepada seorang kaisar
Wajah Kaisar Nan berubah merah, dia malu ketika merasakan usapan halus dari tangan Nuwa yang lembut
" Apakah Zen tampan, sehingga. Membuat nona Nuwa begitu kagum"?
Pertanyaan kaisar Nan, membuat Nuwa tersadar dengan apa yang di lakukan nya
"Ha, hamba minta maaf" ucap Nuwa cepat
"Tidak apa apa" sahut Kaisar Nan tersenyum, dan senyumnya membuat Nuwa semakin terbuai dengan ketampanan milik kaisar di depan nya itu
Yui ingin tertawa, melihat kegugupan Nuwa, gadis itu benar benar polos dan lugu, tidak di sangka di kerajaan Hao terdapat seorang gadis selugu itu
"Hamba bisa menyembuhkan mata anda" ucap Nuwa cepat
"Zen tidak ingin bisa melihat, Zen hanya ingin bisa hidup dengan baik, agar rakyat tidak menderita"! Sahut nya
Hati Nuwa tersentuh, selain tampan, kaisar Nan juga begitu baik
" Hamba tidak membual, jika ada waktu hamba akan datang ke istana bulan" ucap Nuwa
"Baiklah, tapi dengan satu syarat" ucap kaisar Nan
"Apa itu"? Tanya Nuwa
" Orang pertama yang ingin zen lihat adalah anda, dan yang kedua adalah Yui,bagaimana"?
"Baik" sahut Nuwa
"Apa anda cantik"? Tanya kaisar Nan
" Tidak, hamba gemuk berlemak, wajah hamba penuh dengan jerawat" ucap Nuwa
"Sejelek apapun anda, asalkan hati anda bersih dan suci, maka anda akan menjadi cantik di mata siapa pun" ucap Kaisar Nan
Wajah Nuwa merona, baru kali ini dia menemukan seorang pria paket komplit seperti kaisar Nan, dia tampan, baik dan juga pengertian
"Jangan katakan bahwa anda telah jatuh cinta padanya nona, meow" ucap Miu tiba tiba, sejak tadi Miu hanya menonton adegan dihadapan nya saja
"Kau benar Miu, aku suka pada nya" sahut Nuwa
"Kapan anda bisa datang ke istana bulan"? tanya kaisar Nan
" Setelah urusan di istana Hao selesai, hamba pasti akan kesana, selain itu, hamba juga harus melakukan perjalanan dulu menuju istana Gao, permaisuri saat ini sedang mengalami mati suri" ucap Nuwa
"Baiklah, Zen akan menunggu, sampai nona datang" ucap kaisar Nan
Nuwa pun membantu kaisar Nan untuk memasangkan penutup mata nya kembali
" Nu'er ayo kita temui para kaisar yang telah terluka" ucap tetua Liu
"Baik kakek, mari yang mulia"
Kaisar Nan, dan Yui pun berjalan mengikuti kemana Nuwa melangkah,
terlihat di sana semua kaisar sudah selesai di obati, namun kaisar Hao masih berbaring, wajah permaisuri Xue min sangat mendung, dia sangat sedih dengan peristiwa yang menimpa suami nya
"Salam yang mulia" sapa tetua Liu, Nuwa, Yui dan Kaisar Nan
Mata permaisuri berbinar, akhirnya Nuwa kembali dalam keadaan selamat
"Nu'er, putriku, kau baik baik saja"? tanya permaisuri seraya memeluk Nuwa
" Hamba baik baik saja ibunda" sahut Nuwa membalas pelukan permaisuri
"Ayahanda, apa yang sakit"? tanya Nuwa
" Pinggang Zen sakit, sepertinya telah patah" sahut kaisar Hao
Tetua Liu mendekat, dia mengeluarkan energi nya untuk mengobati luka pada kaisar Hao cun
"Syuuuuhhh"
Sebuah cahaya putih, muncul di telapak tangan tetua Liu, dan terasa hangat ketika cahaya tersebut masuk kedalam kulit kaisar Hao
"Terimakasih tetua, rasa sakitnya sudah mulai hilang" ucap kaisar Hao mencoba untuk duduk
"Arhhhhh"
"Yang mulia, jangan duduk dulu, hamba hanya mengurangi rasa sakitnya, karena hamba bukan ahli tulang, setidaknya yang mulia harus melakukan terapy selama dua pekan" ucap tetua Liu
"Siapa bilang, apa kakek lupa, ada Nu'er disini" ucap Nuwa
"Tidak, jangan bercanda Nu'er, ini bukan bagian yang kita pelajari, jangan sampai salah dan kepalamu yang jadi taruhan nya nanti" tegur tetua Liu
"Apa ayahanda percaya padaku"? tanya Nuwa
kaisar Hao mengangguk, dia selalu percaya pada Nuwa
" Maaf, minggir semua, dan tolong bantu agar ayah tidur telungkup" ucap Nuwa
Lalu para pengawal membantu kaisar Hao agar tidur telungkup, semua mata
memperhatikan setiap gerak gerik Nuwa
"Aku bertaruh, dia pasti akan berhasil" bisik pangeran Bao yue
"Baiklah, menurutku dia tidak akan berhasil" sahut pangeran lain nya, mereka bertaruh menggunakan arak seratus tahun, konon katanya arak itu sangat mahal harga nya, dan dengan mudah mereka bertaruh menggunakan arak tersebut
"Krtakkkk"
"Krekkk"
"Aarrgggghhhhh"
Suara tulang bergeser terdengar jelas, dan suara teriakan kaisar Hao juga begitu memekakan telinga
"Yang mulia" panggil permaisuri dengan nada khawatir
"Bangunlah" ucap Nuwa
Semua mata menatap ngeri dengan cara pengobatan Nuwa, bagaimana tidak, Nuwa langsung menggeserkan tulang belakang Kaisar Hao menggunakan tangan kosong,
Kaisar Hao pun langsung duduk,dia terkejut, rasa sakit sudah hilang total, dia benar benar telah sembuh
"Terimakasih putriku, ayah telah sembuh" ucap kaisar Hao
"Yeeesss" teriak pangeran Bao yue tanpa sadar
Semua orang menatap aneh kearah nya, dan membuatnya menjadi kikuk, dia terlalu senang karena telah memenangkan taruhan
"Prok , Prok"
"Hebat sekali,Sauadaraku, terkadang Zen iri kepadamu, didalam kerajaan mu terdapat seorang gadis yang sangat jenius, izinkanlah Zen membawa nya berkunjung ke istana Gao, untuk mengobati permaisuri Lu yie" ucap kaisar Gao yiyan
"Silahkan, jika memang putriku setuju" sahut kaisar Hao
Mata Kaisar Gao yiyan menatap penuh harap ke arah Liu Nuwa, dan Nuwa pun menganguk sebagai jawaban.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Hari ini lagi lagi Liu Nuwa telah membuktikan kehebatan nya, apakah akan ada lagi halangan yang akan menghadang nya , simak di Bab berikutnya ya .. 💕💕💕