Reincarnation System

Reincarnation System
Berharap


Mata pangeran Holan seakan ingin keluar dari tempatnya wajah Nuwa begitu cantik dan bercahaya, begitu juga gadis disampingnya Xue mei begitu manis, bukan hanya pangeran Holan, putri Suya pun merasa takjub melihat kecantikan Nuwa, dia tidak sama seperti para gadis bangsawan lain nya yang selalu berdandan berlebihan, Nuwa hanya menggunakan Hanfu dan hiasan sederhana


"Salam kaisar, putri dan pangeran Gao" sapa Nuwa dan Xue


"Selamat malam nona, duduk lah" sahut kaisar Gao


"Perkenalkan, hamba Liu nuwa dari lembah keabadian, dia adalah Saudara hamba Xue mei" ucap Nuwa memperkenalkan dirinya


"Salam kenal juga Nona, saya adalah pangeran Gao Holan dan ini adalah adik saya putri Gao suya, " sahut pangeran Holan


Nuwa mengangguk dan mulai duduk bergabung begitu juga dengan Xue mei


"Makanlah, kalian pasti sudah lapar" ucap Kaisar Gao


"Mari" ucap Nuwa


Mereka pun mulai menyantap makanan mereka, putri Suya dan pangeran Holan melihat cara makan Nuwa, dia sangat sopan dan tau tata krama, kenapa ayah nya mengatakan bahwa Nuwa suka makan, ternyata tidak sesuai dengan kenyataan nya, tanpa mereka ketahui, Nuwa sudah makan di dalam kamarnya terlebih dahulu, hanya agar terlihat elegan ketika makan di suatu kerajaan, dan Miu lah yang memberikannya saran, dia tidak mau, pemain yang dia pandu terkenal sebagai putri yang rakus


Mata kaisar Gao menatap kearah putra dan putrinya, lalu dia menaikan bahu sebagai jawaban bahwa dia juga tidak tau ,


"Makan lah yang banyak Xue, kau harus sehat, agar bisa selalu bersamaku" ucap Nuwa mengisi piring Xue yang kosong


Putri Suya tersenyum, Nuwa begitu baik terhadap pelayan nya, bahkan dia mengenalkan Xue mei sebagai saudaranya, di Zaman kuno itu sudah sangat langka melihat keakraban majikan dan seorang pelayan, putri Suya menoleh kearah pelayan setia nya yang sudah berumur, selama ini dia membatasi diri dengan pengasuh nya itu padahal pelayan nya lah yang merawat nya, semenjak permaisuri mati suri pelayan nya juga yang telah berperan penting di dalam kehidupan nya.


"Wen, kemarilah" panggil putri Suya


"Hamba tuan putri" pelayan itu ternyata bernama wen Nie, dia adalah seorang budak yang di selamatkan oleh permaisuri Lu yie, karena itulah dia merasa berhutang budi, sehingga dia memutuskan untuk mengabdi seumur hidup kepada permaisuri Lu yie


"Duduklah, Wen, makan lah disini" ucap putri Suya


"Ehmm tidak, Nubi tidak berani" tolak Wen nie


Melihat keakraban Nona Nuwa dan pelayan nya aku jadi sadar, aku tidak boleh membatasi diri dengan mu, kau adalah ibu keduaku, maafkan kesalahanku selama ini Wen" ucap putri Suya memeluk pelayan setia nya


Kaisar Gao tersenyum, kedatangan Nuwa telah membawa aura positif di dalam istana nya


Setelah drama makan malam selesai, Nuwa dan Xue mei pun beristirahat kembali, Besok pagi dia akan memulai pengobatan nya kepada permaisuri Lu Yie


...****************...


Hari telah berganti, pagi pagi sekali Xue mei sudah bangun dan menyiapkan keperluan nona nya, saat ini mereka sedang berjalan menuju kediaman milik permaisuri


"Krakkk"


Suara pintu terdengar, di ruangan itu sudah ada kaisar Gao beserta putri dan pangeran, mereka tidak sabar untuk menunggu kedatangan Nuwa


"Salam yang mulia kaisar Gao, beserta putri Suya dan pangeran Holan" sapa Nuwa dan Xue


"Salam nona"! sapa mereka bertiga


" Bagaimana, apakah anda tidur nyenyak semalam"? tanya kaisar Gao basa basi


"Nyenyak, karena perut kenyang hehe" sahut Nuwa cengengesan


Putri Gao suya berdiri di hadapan Nuwa, dia menggenggam tangan Nuwa


" Hamba hanyalah manusia biasa, hamba tidak berjanji, namun hamba akan berusaha" ucap Nuwa


Mata Nuwa bertemu dengan mata pangeran Holan yang sejak tadi memandangi nya tanpa berkedip


Mata Nuwa memindai sesuatu, ada yang aneh dengan tubuh pangeran tampan itu


"Miu, kenapa aku melihat ada ekor di belakang pangeran Holan"


"Dia adalah calon dewa hewan, merindian nya tertutup, dan tidak ada yang menyadari kekuatan pangeran Holan, dia terkenal pangeran sampah dari Kerajaan Gao, sedangkan putri suya, dia adalah jenius berbakat, mereka bertolak belakang, sebab itulah, tahta kaisar Gao nanti akan mereka turun kan kepada orang yang menjadi suami putri Suya nanti , meow" sahut Miu


"Baiklah, beri ruang untuk ku" ucap Nuwa mulai serius, dia harus berkosentrasi penuh, permaisuri sudah koma selama lima tahun lamanya, peredaran darah nya tersumbat, dan Nuwa akan melakukan Pengobatan menggunakan teknik akupuntur, dulu dia pernah belajar saat bermeditasi di dalam Goa, dia menemukan sebuah buku yang berisi tentang Fengshui dan teknik pengobatan tradisional


"Satu jam kedepan jangan ada yang berbicara, jangan panik, karena bisa memecahkan kosentrasi ku, Hamba akan mulai" ucap Nuwa duduk lotus di depan tempat pembaringan permaisuri Lu yie


Kaisar gao, putri Suya dan pangeran Holan memberi Nuwa ruang, dan mereka duduk menunggu Nuwa selesai


Pertama tama, Nuwa menusukan jarum jarum perak itu di pusat pusat darah yang menggumpal, terlihat disana Jarum perak milik Nuwa berasap, wajah permaisuri Lu yang pucat, kini penuh dengan keringat,


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang mengintip di atas atap, sepertinya dia adalah seorang penyusup


"Gawat, aku harus segera melapor" batin pria yang sedang mengintip itu, lalu kemudian orang tersebut melesat bagaikan bayangan


Satu batang dupa sudah habis jika di zaman modern itu berarti satu jam telah berlalu, namun Nuwa belum selesai dengan pengobatan nya


Putri Suya sudah menunggu dengan penuh rasa cemas, keringat Nuwa mulai bercucuran, tenaga nya telah terkuras, dia tidak boleh patah kosentrasi, karna jika lengah sedikitpun, maka pengobatan itu akan gagal, Nuwa pun menusuk kan jarum terakhir tepat di tenggorokan permaisuri,


Tiba tiba mata permaisuri terbuka, jarum jarum itu terlepas dengan sendiri nya


"Uhukk, uhukkk"


Permaisuri memuntahkan darah hitam, itu adalah racun, tidak ada satu tabib pun yang menyadari bahwa selama ini permaisuri telah di r*cuni


"Ibunda" teriak putri Suya dan pangeran Holan


Kaisar Gao juga tak kalah terkejutnya ketika sang istri terbangun dan memuntahkan darah hitam


"Tolong topang tubuh permaisuri" ucap Nuwa


Dia pun duduk di belakang permaisuri, Nuwa harus membersihkan semua racun yang telah bersarang selama bertahun tahun di tubuh permaisuri


"Nona, tenaga mu sudah terkuras habis, biarkan Zen yang melakukan nya" ucap kaisar Gao


"Tidak yang mulia, ini bukan sembarang pengobatan, hamba sendiri yang harus menuntaskan nya" ucap Nuwa


kaisar Gao pun mengalah, dan membiarkan Nuwa melanjutkan pengobatan nya


"Wushhhh"


Nuwa memasukan energi kehidupan kedalam tubuh lemah permaisuri, sehingga permaisuri tersadar dari tidur panjang nya


Pengobatan telah selesai, namun kepala Nuwa terasa berat, dan akhirnya dia pun limbung karena tenaganya telah habis terkuras


"Nona"!! Teriak mereka ketika melihat Nuwa pingsan.