
Nuwa masih dalam keadaan tak sadarkan diri, dia terlalu lelah dan malas untuk bangun, jadi dia memutuskan untuk beristirahat dulu
"Ceklek"
"Bagaimana keadaan nona Nuwa"? tanya pangeran Holan khawatir
" Nona baik baik saja, beliau hanya butuh istirahat, setelah beliau bangun, hamba akan membawa nya kembali ke aula" ucap Xue mei
"Baiklah"
Pangeran Holan pun berjalan kembali menuju ruangan permaisuri Lu yie
"Bagaimana "? Tanya kaisar Gao
" Dia baik baik saja, hanya kehilangan banyak tenaga" sahut Holan
"Hiks, ibunda, akhirnya bunda bangun juga" ucap putri Suya, dia benar benar merasa bahagia melihat ibu nya kembali sadar dan berbicara dengan nya
"Siapa gadis tadi , Su'er"? tanya permaisuri Lu yie
" Dia adalah dewi, dia menolong keluarga kita, dia adalah orang yang sudah menyelamatkan bunda "ucap pangeran Holan menjawab
"kemarilah putraku" ucap permaisuri Lu yie
Pangeran Holan terkejut, dulu ibunya sangat membenci nya, karena dia tidak memiliki bakat apapun, sedangkan Suya, dia begitu di manjakan, untung saja, dia tidak tumbuh menjadi seorang putri yang sombong, Suya tetap menghormati Holan yang memang adalah kakak nya
Mata pangeran Holan terasa panas ketika dia merasakan kembali pelukan ibu yang selalu ia rindukan selama ini kaisar Gao dan putri Suya ikut memeluk pangeran Holan dan permaisuri Lu yie, akhirnya kehangatan keluarga itu telah kembali,
Siang telah berlalu kini waktu sudah kembali malam, Kaisar Gao, Suya, Holan permaisuri Lu yie sudah menunggu kedatangan Nuwa namun gadis itu sama sekali belum terlihat batang hidung nya
"Salam yang mulia"
Semua mata menoleh ke arah asal suara,
"Nona, anda baik baik saja" ucap putri Suya memeluk Nuwa
"Terimakasih, terimakasih Nona, kedatangan mu kemari, telah berhasil membawa kebahagiaan dalam hidup kami, katakan, hadiah apa yang anda inginkan, perhiasan, emas atau apa nona"? ucap putri Suya bersemangat
" Hamba ingin makan, karna hamba sudah lapar haha" sahut Nuwa cengengesan
"Ya dewa, ini sudah malam, mari makan bersama, Zen yakin para pelayan sudah menyiapkan makanan nya
Permaisuri di angkat oleh kaisar Gao, karena otot nya masih lemah, akibat dari koma selama lima tahun, dia masih perlu menggerakan ototnya dengan perlahan
"HORMAT KAMI KEPADA YANG MULIA GAO, PERMAISURI LU, PUTRI,PANGERAN DAN NONA NUWA" sapa para pelayan
Senyum tergambar jelas di bibir mereka, permaisuri istana Gao akhirnya terbangun dari tidurnya
"Diterima, kalian belum makan, kan?
makanlah" ucap permaisuri
Hal seperti itulah yang sangat mereka rindukan, permaisuri sangat perhatian, walaupun kepada pelayan sekalipun
"Nona, saya belum berterimakasih secara khusus, sebagai tanda terimakasih saya kepada anda, saya ingin menghadiahkan sesuatu, Wen, ambilkan kotak emas yang kau simpan" ucap permaisuri memerintah pelayan setia nya Wen nie
Wen kembali dengan kotak berlapis emas yang permaisuri maksud, dan memberikan nya kepada Nuwa
"Tidak, hamba tidak meminta imbalan apapun, hamba hanya ingin rakyat kerajaan Gao berbahagia karena ibu negara mereka telah sembuh dari sakit, hamba hanya ingin melihat senyuman bahagia di bibir semua orang" ucap Nuwa menatap satu persatu orang yang ada di sana
"Betapa mulia, dan tulus nya hatimu nak, ambilah, anggap saja itu adalah hadiah dari seorang ibu," ucap permaisuri Lu
"Nona, hebat anda telah menemukan pasangan dari cincin ruang, setelah ini kekuatan anda tidak akan diragukan lagi, energi anda tidak akan cepat terkuras, karena akan di isi kembali oleh energi dari gelang tersebut, meow" ucap Miu
Nuwa menetralkan rasa terkejutnya, padahal dalam hati dia sangat ingin melompat lompat karena senang
"Yang mulia, apa ini"? Tanya Nuwa pura pura
" Sebenarnya itu adalah gelang turun temurun dari kakek moyang kami, tapi diantara kami tidak ada yang berjodoh dengan gelang tersebut, putri suya bahkan saya sekalipun tidak bisa memakai nya, gelang itu terlalu besar" ucap permaisuri Lu
"Ini adalah benda berharga, hamba tidak berani" ucap Nuwa
Miu tertawa terbahak bahak, melihat akting Nuwa yang sedang menahan rasa bahagia nya
"Ambilah nak, siapa tau, gelang itu berjodoh dengan mu, karena kata kakek buyut kami, gelang itu hanya akan berjodoh dengan manusia yang berjiwa besar, baik terhadap sesama, dia berilmu tinggi namun tidak sombong" ucap permaisuri Lu menjelaskan
Nuwa memakai gelang itu di tangan kanan nya yang dipakaikan cincin ruang milik nya
"Syuuuhh"
Sebuah cahaya bersinar di gelang tersebut, gelang itu sangat pas dan melingkar indah di tangan Nuwa
"Wah, nona, gelang itu memang jodoh anda" ucap putri Suya takjub
Permaisuri tersenyum, gelang leluhurnya memang tidak akan salah memilih tuan.
"jagalah gelang itu dengan baik, jika kamu memiliki hati kotor, gelang itu tidak akan mau bersamamu" ucap permaisuri
Gelang leluhur keluarga Gao
Cincin Ruang Nuwa
Setelah selesai menjelaskan, mereka pun memulai acara makan malam yang sempat tertunda.
"Lapor yang mulia, permaisuri Lu telah sembuh dan kini sudah bisa berkumpul kembali bersama keluarga nya, dan satu lagi, gelang yang anda cari selama ini ternyata ada bersama dengan pelayan setia nya yang bernama Wen nie, kini gelang tersebut diberikan kepada gadis yang bernama Nuwa" ucap pria berbaju hitam datang melapor
"Hehe, menarik, Nuwa jangan salahkan aku, karena sekarang kau akan menjadi targetku" ucap seorang wanita tersenyum mengerikan
...****************...
Keadaan permaisuri sudah lebih baik, kini dia sudah bisa berjalan meskipun pelan, sudah tiga hari Nuwa berada disana namun belum ada niat untuk pulang, di kerajaan Gao Nuwa merasakan kehangatan keluarga, mereka saling menyayangi
Saat ini mereka kembali berkumpul di aula, ada hal penting yang ingin Nuwa sampaikan kepada mereka
"Ada apa nona, sepertinya penting sekali, sehingga anda mendadak memanggil kami" ucap putri Suya penasaran
Nuwa memasang aray pelindung sehingga orang luar termasuk pelayan selain Wen nie tidak dapat mendengar pembicaraan mereka
"Hamba akan membantu pangeran Holan membuka merindian nya yang tersumbat"
Ucapan Nuwa mengejutkan semua orang, selama ini yang mereka tau adalah pangeran Holan tidak memiliki bakat apapun,
"Diantara kalian ada seorang penghianat, dia adalah mata mat* istana, dialah yang memberikan permaisuri racun bunga luxia, bunga ini tidak memiliki bau, sehingga orang awam tidak akan menyadari nya, khasiat bunga ini membunuh secara perlahan, namun, karena kekuatan permaisuri yang begitu hebat, racun itu hanya membuatnya tertidur saja, sedangkan pangeran Holan, dia di beri racun Sinyi, racun penghambat merindian, dalam jiwa pangeran Holan memiliki dantian emas,karna itu musuh takut pangeran Holan menyaingi putra nya,dia adalah musuh dalam selimut" ucap Nuwa
Permaisuri limbung, dia langsung tau siapa yang Nuwa maksud, namun tentang mata mat* itu, permaisuri tidak tau, selama ini ternyata ada penghianat berada di sekitar nya.