
"Nan"?
Nuwa menatap kaisar Nan dengan mata jernih nya
" Zen hanya ingin mengikatmu, sebelum ada pria lain yang masuk kedalam hatimu" ucap kaisar Nan, dia mengikatkan gelang hitam di kaki kiri Nuwa, tanda bahwa Nuwa telah di ikat oleh seseorang,gelang kaki itu tidak akan pernah lepas sebelum ikrar cerai di ucapkan sedangkan jika gelang kaki itu berada di kaki kanan itu berarti perempuan itu sudah bersuami, dan uniknya lagi gelang kaki itu berbentuk bulan, pertanda Nuwa adalah calon permaisuri kerajaan bulan
"Besok aku akan pergi Nan" ucap Nuwa
"Pergilah, jaga diri dan hatimu, jika ada apa apa, sebut saja namaku, maka aku akan datang" ucap kaisar Nan
"Baiklah Nan sayang" sahut Nuwa
"Kalian resmi bertunangan, ingat jangan sampai ada salah satu dari kalian yang berkhianat, kaki kalian pasti akan patah" ucap tetua Liu
"Zen hanya akan mencintai cucu anda tetua" ucap Kaisar Nan mantap
...****************...
Nuwa dan Xue mei mengembara kembali menggunakan kuda putih dan kuda coklat milik mereka, menuju ke kerajaan Fu, Nuwa harus segera menolong Kaisar Fu Zuli
"Maaf Kalian siapa"? Tanya penjaga gerbang
Nuwa memberikan giok pengenal dari Kaisar Fu, dan membuat para penjaga langsung mengenali giok tersebut
"Silahkan masuk nona nona , maaf telah menghalangi jalan anda" ucap nya sopan
Nuwa mengangguk dan melanjutkan perjalanan nya, kini Nuwa dan Xue mei telah sampai di istana Fu, mereka turun dan menitipkan kuda kuda mereka terlebih dahulu
Mata para pelayan menatap sinis melihat kedatangan dua gadis yang cantik dan manis, mereka tidak mengenali Nuwa dan Xue mei, jadi mereka berpikir bahwa mereka adalah salah satu selir baru putra mahkota
"Lapor selir agung" ucap seorang pelayan
"Ada apa"? Tanya nya
" Baru saja kami melihat dua orang gadis memasuki istana, parasnya sangat cantik, hamba khawatir mereka adalah salah satu selir baru" ucap pelayan itu melapor
"Apa, pangeran m3sum itu ternyata masih saja mencari selir baru, ayo kita keluar"
Dia adalah selir pertama pangeran Fu, dia selir agung Fu Shia.
Sedangkan Nuwa dan Xue mei masih berjalan menuju aula, meskipun tak sebesar kerajaan Bulan, namun jalan yang harus di tempuh Nuwa lumayan lama
"Maaf nona, anda siapa"? Tanya seorang pelayan sopan
" Kami adalah tamu dari yang mulia kaisar Fu, bisakah kamu mengantar kami"? sahut Nuwa
"Baik nona, ikuti saya" ucap pelayan tersebut, dan Nuwa pun diantarkan sampai ke dalam aula
"Siapa anda"? Tanya kasim
" Nuwa dari lembah keabadian" ucapan nya membuat kasim dan pelayan tadi langsung mengenali nya, karna nama Nuwa lah yang di sebut kaisar Fu saat menghukum permaisuri Fu sanchi,
"NONA NUWA DARI LEMBAH KEABADIAN TELAH TIBAAAA" teriak kasim
Semua mata menoleh kearah pintu aula, disana telah berdiri dua orang gadis cantik, terutama mata pangeran Fu yunlin matanya seakan meloncat ketika tau yang datang adalah Nuwa
"Hormat kami kepada, yang mulia kaisar Fu zuli, putra mahkota Yunlin, beserta para selir" ucap Nuwa dan Xue mei
"Diterima, bangunlah nona, kebetulan sekali anda hadir disini, kami sedang mencari kandidat permaisuri baru" ucap kaisar Fu zuli
"Lihat tatapan tatapan sinis itu Miu, mereka menatapku dengan penuh permusuhan" batin Nuwa
"Ya nona, namun tatapan Yunlin sama seperti serigala lapar ketika menatap anda nona, meow" sahut Miu,sementara Nuwa hanya tersenyum miring, mendengar ucapan Miu
Nuwa duduk di samping kaisar Fu, sesuai dengan perintah, sementara Xue mei berdiri di belakang Nuwa
"Kau duduk lah, nanti kakimu pegal" ucap Nuwa
"Maaf, peraturan di istana kami, pelayan dialarang duduk sejajar" ucap salah satu selir pangeran Yunlin
"Siapa yang mengatakan bahwa dia adalah pelayan, dia adalah saudara ku,di darahnya ada darah seorang bangsawan" ucap Nuwa
"Duduk lah nona Xue " ucap kaisar Fu, dia tau Nuwa sangat menyayangi pelayan nya, karna itu dia tidak mau menerima kemarahan Nuwa ketika dia tersinggung
Para pelayan selir, menatap Xue mei penuh dengan rasa iri, mereka sudah bekerja puluhan tahun dengan kerajaan, namun dimata mereka tetap saja pelayan adalah manusia rendaha, dan tidak pantas untuk duduk berdampingan dengan keluarga kerajaan
Acara telah di mulai, banyak kandidat permaisuri yang sudah datang berbaris, untuk mencalonkan diri mereka untuk menjadi calon ibu negara kerajaan Fu
Tiba tiba Nuwa berdiri sepertinya dia mendapat ilham lagi dari Dewa
"Berdiri dan beri hormat, titah dewa telah turun" ucap Kaisar Fu zuli lantang
Semua yang ada di aula langsung berdiri dan membungkukan sedikit punggungnya untuk menerima titah
"Wussshhhh"
Mata Nuwa bercahaya, dan mengalir keseluruh tubuhnya, dia melayang dan siap menyampaikan titah
"Kaisar Fu zuli, tidak usah melakukan pemilihan, aku memerintahkan kau untuk menikahi putri dari anak buah jendral tianfeng, namanya adalah putri Shawei, dia akan menjadi ibu negara yang adil dan sayang terhadap rakyatnya" ucap Nuwa
"Hamba menerima titah dewa" ucap Kaisar Fu, dan mendengar jawaban dari kaisar Fu semua orang merasa kecewa, dan marah kenapa gadis peramal itu harus datang mengacaukan mimpi mereka
Banyak tatapan tak suka yang mengarah padanya, namun bukan Nuwa namanya jika dia perduli dengan hal itu
"Terimakasih Ya dewa, putri hamba telah terpilih" ucap anak buah Jendral Tianfeng
"Kenapa yang mulia harus mendengarkan nya"? Pertanyaan itu akhirnya keluar dari selir agung Fu shia
" Lancang, beliau adalah Peramal dari lembah keabadian, dia diberi kepercayaan oleh dewa untuk memberikan ilham" ucap kaisar Fu
"Tenang yang mulia, hamba sudah terbiasa di remehkan seperti ini, dan sepertinya selir agung sangat tidak suka dengan keberadaan hamba disini, entah karena hamba orang asing, atau karena hamba bisa merusak rencana jahatnya, ups" ucap Nuwa menutup mulutnya
"Apa maksud mu, yang mulia dia kurang ajar sekali, kenapa anda tidak perduli" ucap Shia
"Rencana apa yang sedang kau susun"? Tanya kaisar Fu tajam, dia sudah tidak mungkin merasa ragu dengan setiap ucapan Nuwa, karena apapun yang Nuwa katakan adalah kebenaran
" Hamba tidak" ucap selir Shia gugup, keringat mengalir didahinya, dia tidak boleh terlihat mencurigakan, atau suami nya akan marah, lalu menceraikan nya
Pangeran Yunlin tidak berkutik dari tadi, dia terus mencoba menahan rasa emosi nya, karna takut rencana nya akan terbongkar, karena dia tau, kekuatan Nuwa tidak bisa di remehkan, dia menggelengkan kepalanya ke arah selir Shia, agar dia tidak terus berdebat dengan Nuwa, dan hal itu terlihat jelas di mata Nuwa, suami istri itu sedang melakukan kontak bathin saat ini.
"Cih ,aku tidak akan pergi sebelum kedok kalian berdua terbongkar, mimpi saja kalian haha" bathin Nuwa
"Baiklah sudah ditetapkan Zen akan menikahi Putri Shawei putri dari pasukan jendral Tianfeng" ucap Kaisar Fu Zuli
Rakyat bersorak, akhirnya mereka memiliki ibu negara kembali, dan mendengar titah dewa mereka semakin senang, karena calon permaisuri adalah orang yang adil dan sayang terhadap rakyat
Acara terus berlangsung, salah satu putra perdana mentri datang mendekati Nuwa, namanya adalah Wen dia pemuda tampan yang mempunyai masa depan cemerlang
"Salam nona Nuwa, bolehkah kita berkenalan" ucap Wen
"Ahh sepertinya anda sudah tau nama saya" ucap Nuwa cengengesan
"Ya, saya adalah salah satu pengagum anda nona, saya mendengar bahwa peramal dari lembah keabadian adalah seorang nona muda yang sangat cantik, dan ternyata, rumor yang beredar adalah benar adanya" puji Wen
"Saya tidak secantik itu tuan, terima kasih" ucap Nuwa
"Pria ini sangat baik nona, coba anda carikan jodoh untuk nya" ucap Miu
"Tuan, apakah anda sudah cukup umur untuk menikah"? tanya Nuwa
Pertanyaan Nuwa berhasil membuat wajah Wen menjadi merah merona, dia sudah lewat batas umur, dan belum juga menikah
" Apakah anda butuh bantuan saya"? Ucap Nuwa
"Hehe, jika anda tidak merasa keberatan Nona" ucap nya malu, sebenarnya itulah tujuan nya untuk mendekati Nuwa
"Anda lihat gadis pemalu itu, dia adalah gadis yang bisa membawa keberuntungan, dia memiliki takdir yang baik" ucap Nuwa menunjuk seorang gadis
"Terimakasih nona, saya akan kesana" ucap Wen bersemangat
Nuwa kembali duduk menikmati makanan nya, walaupun banyak tatapan permusuhan, Nuwa tidak perduli selama tidak ada yang membahayakan dirinya.
Bersambung~🌻