Reincarnation System

Reincarnation System
Kerajaan Gao


kaisar Gao sangat senang, karena akhirnya dia bisa membawa Nuwa pulang ke istana nya, kaisar Gao sengaja menginap beberapa hari di istana Hao dan turut membantu untuk memperbaiki aula istana yang rusak, dan dia juga ingin pulang ke istananya membawa Nuwa dengan tangan nya sendiri,


Kaisar Bulan Meyu sheu nan juga sudah pulang bersama dengan rombongan nya,Masih banyak hal yang harus mereka kerjakan, kaisar nan memberikan sebuah hiasan kepala berbentuk burung phoenix kepada Nuwa, dia memerintahkan Nuwa untuk menyimpan nya dengan baik, tanpa Nuwa sadari kaisar Nan, telah memberikan kursi permaisuri kepada nya, Namun kaisar Nan akan mencoba mendekati Nuwa terlebih dahulu, baru lah dia akan berterus terang, Miu bersorak dalam hati, akhirnya tugasnya akan menjadi lebih mudah, entah rahasia apa yang dia sembunyikan selama ini terhadap Nuwa


Satu pekan telah berlalu , tibalah waktunya untuk Nuwa pergi ke kerajaan Gao, kali ini dia akan membawa Xue mei pergi, kasihan juga pelayan nya itu selalu di tinggalkan, betapa bahagianya Xue mei ketika tau bahwa dia akan di ajak berkunjung ke kerajaan Gao


"Berhati hati lah nak, yang mulia kaisar Gao, hamba titip cucu hamba" ucap tetua Liu


Tetua Liu tidak ikut, dia harus mengurus perguruan lembah abadi milik nya,


"Tentu saja, Zen akan menjaga nona Nuwa layaknya putri sendiri" sahut kaisar Gao yiyan


Tetua Liu mengangguk, lalu rombongan kaisar Gao pun memulai perjalanan, mereka menggunakan kereta kuda yang terbuat dari emas, kerajaan Gao ini terkenal dengan kekayaan nya, tidak ada rakyat miskin disana,karena penduduk mereka hanya sedikit, namun tetap saja tidak bisa mengalahkan kekayaan kerajaan bulan, karena selain damai dan sejahtera, kerajaan bulan juga kaya akan rempah beserta hasil bumi dan tanah mereka juga subur,


Sepanjang perjalanan, Xue mei terus berceloteh, gadis itu seperti tidak ada lelahnya untuk berbicara, tangan nya menunjuk ini dan itu, namun hal tersebut tidak membuat Nuwa risih, karena pelayan nya itu sangat polosp dan tulus.


...****************...


Dua hari telah berlalu, akhirnya rombongan kaisar Gao telah tiba, rakyat kedatangan raja mereka dengan penuh suka cita, bahkan Xiao bai juga datang secara khusus untuk menyambut rombongan kaisar Gao, terlebih dia ingin melihat wajah cantik milik Nuwa lagi


"Selamat datang yang mulia kaisar Gao" sapa jendral perang Xiao bai


"Ternyata secara khusus jendral menyambut Zen, terimakasih banyak jendral" sahut kaisar Gao


"Salam Jendral" sapa Nuwa dan Xue mei


Heng melihat gadis yang asing berada di sisi Nuwa, hati nya bertanya tanya siapakah gerangan gadis manis itu


"Perkenalkan, dia adalah Xue mei, saudara hamba" ucap Nuwa


"Nona" ucap Xue mei menggenggam tangan Nuwa, dan Nuwa menggelengkan kepalanya tanda jangan protes, dan hal itu berhasil membuat Xue mei merasa tersentuh, matanya berkaca kaca, Nuwa tumbuh menjadi gadis yang baik hati di tangan Xue mei


"Salam nona Nuwa, dan Nona Xue mei" ucap Jendral Xiao dan pengawal nya Heng


Rombongan pun berjalan memasuki istana, banyak pasang mata memperhatikan mereka, para pelayan berbisik bisik ketika melihat kaisar mereka berjalan dengan dua orang gadis muda, dan di ikuti oleh jendral perang di belakang mereka, para pelayan pikir kaisar Gao telah membawa dua selir sekaligus, selama ini kaisar Gao hanya punya satu istri yakni permaisuri Lu yie yang saat ini sedang sakit keras, mereka di karunia dua orang putra dan putri mereka adalah Pangeran Gao holan dan Putri Gao suya


Kaisar Gao mempersilahkan Nuwa dan Xue mei duduk beristirahat dulu, setelah dua hari melakukan perjalanan mereka pasti sangat lelah,


"Salam ayahanda,ayah benarkah anda membawa dua gadis muda kemari,jangan katakan bahwa ayah telah membawa selir" ucap putri Gao suya


"Haha, darimana kamu mendengar kabar itu putriku". Sahut kaisar Gao tertawa


" Aku mendengar para pelayan yang bergosip" ucap putri Suya


"Salam Ayahanda, dan adik suya" sapa pangeran Holan


"Apa kau juga ingin menanyakan dua gadis yang Zen bawa"? Tanya kaidar Gao


Pangeran Holan menganggukan kepala tanda benar, dia langsung berlari menuju aula saat mendengar gosip para pelayan, karena penasaran pangeran Holan pun memutuskan untuk bertanya secara langsung kepada ayahnya,


"Siapa mereka ayah"? Akhirnya pertanyaan itu lolos dari mulut putri suya


" Nona Nuwa, akan membantu Zen untuk menyembuhkan permaisuri" ucap Kaisar Gao tenang


"Kenapa ayah percaya, bukankah kita sudah pernah mendatangkan seluruh tabib di dunia ini untuk menyembuhkan ibunda, tapi apa yang mereka katakan, mereka tidak mampu untuk membuat ibunda sembuh, dan kembali pada kita, Kumohon jangan memberikan harapan palsu lagi kepada ku ayah"!!


Tangis putri Gao suya pecah, selama permaisuri Lu sakit, dialah yang selalu merawat dan menemani ibunda nya, mereka sangat dekat, sehingga tidak dapat di pisahkan, karena itulah putri suya, menjadi orang yang paling tertekan ketika permaisuri Lu jatuh sakit,


" Berhentilah menangis putriku, ayah berjanji tidak akan gagal lagi, percayakan pada nona Nuwa, beliau adalah peramal dan tabib jenius dari lembah keabadian, dia telah berhasil membuat permaisuri Xue mei mengandung dan melahirkan putra mahkota, lalu kemarin kaisar Gao mengalami patah tulang, dengan satu kali sentuh, tulang yang patah telah kembali normal, dan Zen melihat dengan mata kepala zen sendiri" ucap Kaisar Gao, sambil memeluk menenangkan putri nya itu


"Apa kami boleh melihatnya ayah"? tanya pangeran Holan


" Mereka baru sampai, ketika makan malam nanti, kita akan makan bersama, maka kalian berkenalan lah dengan benar, Nuwa masihlah gadis kecil, usianya enam belas tahun, sedangkan Xue mei dia lebih dewasa, usianya dua puluh satu tahun" ucap Kaisar Gao


"Baik ayah, kami akan menyambutnya dengan baik" ucap pangeran Holan dan putri Gao suya


...****************...


Malam telah tiba, Nuwa dan Xue mei di jemput para pelayan untuk menghadiri acara makan malam bersama dengan para anggota kerajaan, dengan langkah cepat Nuwa berjalan menuju meja makan dia tidak sabar untuk memakan makanan nya


"Ayah, apakah tidak salah, banyak sekali makanan hari ini, kita tidak mungkin bisa menghabiskan nya bukan"? tanya pangeran Holan heran


"Nona Nuwa sangat suka makan, dia berbeda dengan gadis yang lainnya, ingat jangan pernah menyinggung tentang nafs* makan nya ya"? Ucap kaisar Gao tersenyum


" Baik ayah" ucap pangeran Holan dan putri Suya


"Nona Liu Nuwa dan Dayang Xue telah tibaaaaa" teriak kasim


Semua mata menoleh ke arah pintu masuk istana, terlihat di sana dua orang gadis berbeda usia, yang satu cantik dan satu nya sangat manis, mereka datang menggunakan riasan mereka yang sederhana.



Nuwa



Xue Mei



Putri Gao Suya



Pangeran Gao Holan