
Saat ini Jun Shangxie benar-benar mengharapkan Yin Wushuang dapat mengakui identitasnya di depan keluarganya.
Tapi tiba-tiba Gong Yu datang...
Jun Shangxie memberikan kode kepadanya, akhirnya Gong Yu mendengarkannya dan meninggalkan kamar pasien itu.
Aiii., ternyata semua laki-laki saat bertemu cinta pasti akan bersikap bodoh.
Jun Shangxie kemudian melihat Yin Wushuang mengelus kepala Yin Wuchen, "Dia pacar kakak."
Dalam benaknya Jun Shangxie berkata, 'Kenapa masih harus melihat dulu tadi!"
Jun Shangxie mengedipkan matanya dan dengan berani merangkul pinggang Yin Wushuang, "Saya adalah kakak iparmu."
Dalam benaknya Yin Wushuang berkata, 'Perkenalkan saja dirimu, untuk apa merangkulku segala?'
Setelah itu Yin Wuchen hanya tersenyum melihat mereka.
Jun Shangxie merangkulnya dengan sangat erat.
Awalnya Jun Shangxie mengira bahwa Yin Wuchen tidak akan menerimanya, tapi tidak disangka ternyata Yin Wuchen justru berkata, "Hai, Kakak Ipar! Saya sangat senang sekali akhirnya kakak saya sekarang sudah memiliki pasangan! Saya harap kamu bisa menjaganya dengan baik ya!
Jun Shangxie lalu menjawabnya dengan serius, "Tentu saja!"
Setelah itu, kedekatan antara mereka berdua semakin terlihat saat mereka berdua makan.
Yin Wushuang mengupas kulit udang dan memasukkannya ke dalam mangkok Yin Wuchen.
Yin Wuchen melihat kakaknya dan merasa sangat senang. Yin Wushuang hanya tersenyum melihat adiknya.
Jun Shangxie hanya diam melihat tingkah mereka berdua.
Kemudian Yin Wuchen mengambil kentang dan menyuapi Yin Wushuang.
Yin Wushuang kaget dan menerimanya, "Terima kasih, Wuchen!"
Sambil melihat kakaknya dengan mata yang berbinar Yin Wuchen tertawa, "Jangan sungkan, Kak!"
Lagi-lagi Jun Shangxie hanya bisa diam melihat mereka berdua.
Jun Shangxie merasa hatinya semakin sakit, ia tidak bisa menahannya lagi.
π
Di luar kamar pasien, Jun Shangxie duduk di koridor rumah sakit.
Tiba-tiba ada seorang anak kecil yang berlarian melewatinya dan membacakan bait puisi, "Hanya ada yang bisa mendengar suara tawa istri, tapi tidak ada yang bisa melihat tangisan suami."
Puisi itu sangat cocok di saat seperti ini.
Setengah jam kemudian, Yin Wushuang keluar dari kamar Yin Wuchen dan berbicara dengan Jun Shangxie, "Kamu tolong bantu saya jaga Wuchen sebentar, saya mau mengurusi administrasi rumah sakit terlebih dahulu."
Setelah meminum obat Dan, kondisi Yin Wuchen sudah kembali seperti semula, ia sudah tidak perlu dirawat lagi.
Lagi pula Yin Wuchen juga ingin melihat dunia luar.
"Iya." Jun Shangxie menganggukkan kepalanya.
Saat Yin Wushuang melangkah, ia merasa tangannya ditarik oleh Jun Shangxie dengan sangat erat.
Yin Wushuang bertanya, "Kenapa?"
Jun Shangxie menahan Yin Wushuang di tembok dan mencium bibirnya yang merah.
Ketika Jun Shangxie bermain di bibir Yin Wushuang perasaannya menjadi tenang.
Setelah menciumnya, Jun Shangxie berbisik pada Yin Wushuang, "Jangan lupa saya siapamu ya!"
Suara Jun Shangxie terdengar serak-serak basah dan terdengar seperti sedang marah.
Di dunia ini pasti selalu ada cara yang dilakukan seorang laki-laki untuk membuat seorang perempuan tertarik dan suka padanya.
Tuhan memberinya wajah yang tampan, tubuh yang kuat, latar belakang yang baik, kekuatan yang kuat dan juga memberinya suara yang menakjubkan.
Yin Wushuang sangat menyukai suara Jun Shangxie.
...πΈπΉπβ€ππΉπΈ...