Ratu Kembali Ke Sekolah

Ratu Kembali Ke Sekolah
122. Keinginan Kakek Mo Ying


"Nona Yin, jika seperti ini sepertinya perjamuan ini kurang menarik dan sangat membosankan."


Kakek Mo Ying kemudian memberikan aba-aba agar pemain biola itu dan pelayannya pergi dari sana.


Di aula yang mewah itu, sekarang yang tinggal hanya tiga laki-laki dari keluarga Mo dan Yin Wushuang saja yang ada di ruangan itu.


Tiba-tiba angin berhembus dan masuk melalui jendela, sehingga membuat lilin yang ada diatas meja itu menjadi padam.


Kakek Mo Ying kemudian menatapnya dengan serius.


"Nona Yin, hari ini adalah hari khusus untuk merayakan kemenanganmu, kamu tidak perlu terlalu gugup seperti itu."


Setelah berkata seperti itu, Kakek Mo Ying memberikan lirikan kepada putranya dan seolah-olah sedang memberikan aba-aba pada putranya.


Mo Lan sambil batuk-batuk dengan matanya yang penuh rasa syukur itu memandang Yin Wushuang, "Nona Yin jika bukan karena kamu, aku tidak akan bisa duduk di sini, aku benar-benar sangat berterima kasih padamu!"


"Aku telah menyelamatkanmu, dan karena kamu juga telah memberi tahuku tentang sihir itu. Tidak perlu berterima kasih lagi."


Kakek Mo Ying pun tersenyum.


Yin Wushuang benar-benar sulit ditaklukkan!


Kakek Mo Ying bahkan sepertinya tidak punya cara lain lagi untuk memulai masuk pada topik pembahasan yang sudah menjadi tujuannya!


Yin Wushuang seperti keong emas yang sulit dibuka, bahkan meskipun semua orang tahu bahwa ada mutiara yang tersimpan di dalam cangkangnya, mereka tidak ada yang berani mengambilnya!


Dengan napas yang cukup berat, lelaki tua itu berkata tanpa data, "Cukup, cukup Nona Yin, aku tidak ingin bermain-main denganmu lagi."


Kemudian ia menuangkan segelas anggur merah, ia pun berdiri, ekspresi wajahnya tampak bermartabat, ia pun berkata dengan serius, "Nona Yin, aku minta maaf padamu saat polisi itu datang kita masih membahas soal pertunanganmu dengan cucuku!"


Inti pembicaraan telah ia katakan.


Diumur yang sudah tua ini, kakek Mo Ying sangat jarang berdiri dan bersulang untuk orang lain.


Mendengar ucapan Yin Wushuang seperti itu, Kakek Mo Ying pun terdiam beberapa saat dan kemudian tertawa, "Kenapa saya merasa saat ini kamu lebih tua dibandingkan dengan diriku ya?"


Kata-kata Yin Wushuang sangat tepat sehingga membuat Kakek Mo Ying merasa.....


"Bahkan aku sempat berpikir apa mungkin di dalam tubuhnya Yin Wushuang telah menyimpan sesuatu ya? Hahahaha...." Kakek Mo Ying bertanya padanya.


Nona Yin, aku merasa bahwa dirimu kini adalah harta yang sangat spesial.


"Bagus jika Kakek merasa seperti itu." Kemudian Yin Wushuang kembali duduk di kursinya.


"Mari... Mari kita makan jangan sungkan-sungkan!"


Perjamuan makan malam akhirnya secara resmi telah dimulai.


Tanpa sadar Mo Jin menatap Yin Wushuang berulang kali.


Ia baru kali ini melihat Kakeknya kalah berdebat dengan orang lain.


Ayahnya Mo Jin juga ikut menatap Yin Wushuang beberapa kali.


Di tengah perjamuan makan malam, tiba-tiba Mo Ying meletakkan sumpitnya lalu menyeka bibirnya dan bertanya kepada Yin Wushuang, "Nona Yin, selama hidup di keluarga Yin, kamu pasti telah mengalami banyak kesulitan ya?"


Setelah skandal yang terjadi di dalam keluarga Yin serta pelecehan yang selama ini telah dialami oleh Yin Wushuang telah terungkap, Kini pengurangan biaya pengobatan untuk Yin Wuchen akhirnya diumumkan secara resmi.


Yin Wushuang mengedipkan matanya lalu menjawab pertanyaan Kakek Mo Ying, "Tidak apa-apa Kek."


"Aku sangat menghargaimu. Keluarga Mo semuanya adalah laki-laki, apakah kamu bersedia jika bergabung dengan keluarga kamu?"


...πŸŒΉπŸŒΈπŸ’•β€πŸ’•πŸŒΈπŸŒΉ...