Ratu Kembali Ke Sekolah

Ratu Kembali Ke Sekolah
127. Selamat Pagi, Ratuku!


Yan Ziye menutup ponselnya kemudian dia duduk di dekat jendela, memandangi bulan di luar jendela, entah apa yang sedang ia pikirkan.


Sementara itu, Yin Xue'er mendengar Yan Ziye mematikan ponselnya ia pun membanting HPnya ke lantai.


Yin Xue'er semakin sedih dan menangis.


Dari dulu Yan Ziye, pacarnya itu tidak pernah menolak permintaannya.


Yan Ziye juga sudah sangat dekat dengan keluarga Yin Xue'er.


Bahkan sebelum persidangan Yin Wushuang kemarin, ayahnya Yan Ziye masih meminta Yan Ziye untuk menjaga Yin Xue'er.


Tetapi kenapa setelah persidangan itu berlangsung semuanya telah berubah?


Krek...krekk...


Tiba-tiba ia teringat masa kecilnya dulu dalam memori ingatannya.


Dan kemudian.


Tiba-tiba lampu yang ada di dalam ruangan, semuanya padam.


Di luar ada anak kecil yang memakai topeng hantu, "Keluarga Yin pantas mati!"


Anak kecil itu melempari rumah mereka dengan bebatuan kecil.


Yin Xue'er mengingat bahwa seharusnya anak kecil itu memanggilnya 'Kakak Xue'er'.


Entah sejak kapan itu dimulai....Apakah semuanya juga akan berubah?


"Tidak...."


"Tidaakkkk..."


"Tidaaakkk!!!"


Lalu karena saking takutnya, tiba-tiba Yin Xue'er tertawa sendiri.


"Semua karena kamu! Karena kamu Yin Wushuang!"


Ia marah sambil tertawa gila.


"Yin Wushuang lihat saja pembalasanku!"


πŸ€


Keesokan harinya.


Yin Wushuang pun bangun, kemudian mandi, lalu pergi keluar dari apartemennya.


"Akhir pekan ini, aku harus menjenguk Yin Wuchen."


Lalu Yin Wushuang pun mengunci pintunya kemudian turun ke lantai bawah.


Cahaya matahari pagi bersinar, cahayanya masuk dari luar gedung, matahari yang terbit dari timur itu memancarkan cahayanya dengan sangat terik, sehingga membuatnya silau dan ia pun menutupi matanya, Ketika matanya sudah mulai terbiasa dengan cahaya matahari itu, ia pun melepaskan tangannya dan melihat ada mobil Bugatti Veyron sedang parkir di seberang jalan.


Mobil sport itu berwarna abu-abu perak terlihat mewah, bentuknya yang simpel namun elegan. Sungguh kemewahan yang tidak cukup hanya dijelaskan dengan kata-kata.


Ada seorang laki-laki tampan yang bersandar di pintu mobil itu, satu tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya, dan tangan yang satunya memegang buket mawar merah.


Dia mengenakan setelan jas hitam, dan berlian di kancingnya, terlihat sangat mahal.


Ia hanya berdiri di sana dan diam tidak berkata apapun.


Seekor kupu-kupu yang ingin hinggap di bunga mawar itu ditangkap olehnya.


Ia seperti sosok pria yang sangat romantis....


Tuan Muda Jun tiba-tiba menegakkan punggungnya, dengan ekspresi yang sangat tulus.


Angin kencang berhembus, sehingga membuat rambutnya terbang terkena angin, penampilannya yang seperti itu seolah bisa membuat semua wanita akan jatuh cinta kepadanya.


Ia pun kemudian menyeberangi jalan, langkah kakinya sangat pelan. Pria itu berjalan menuju ke arahnya, tangan kanannya ia letakkan di dadanya, kemudian ia sedikit membungkukkan badannya.


"Good morning, Ratuku."


Seperti seorang pangeran menyambut putri dari Eropa!


Namun....


Yin Wushuang memandangnya dengan pandangan dingin dan berkata, "Tingkahmu konyol! Seriuslah!"


Pria itu pun tersenyum dan menyerahkan mawar kepadanya sambil berkata, "Terima kasih telah membantuku menyelesaikan penyelidikan Chu Xiong dan Zhang Meili. Ini ada sedikit hadiah untukmu."


Yin Wushuang mengerutkan kening, ia tidak sempat berpikir panjang, kemudian....ia berbalik dan melemparkan bunganya ke tempat sampah!


Dengan nada sedikit kecewa ia berkata, "Tidak ada gunanya memberi saya hadiah seperti itu!"


Jun Shangxie hanya diam seribu bahasa.


Seketika, hati kecil Jun Shangxie merasa sangat sedih.


...πŸŒΉπŸŒΈπŸ’•β€πŸ’•πŸŒΈπŸŒΉ...